Beberapa hari ini, saya benar-benar hidup di dunia nyata, kembali berinteraksi dengan mahluk Tuhan yang bernama Manusia, tanpa menyentuh komputer sekalipun apalagi internet. Dan sekarang, saya ingin berbagi cerita tentang hidup saya beberapa hari terakhir ini di dunia nyata
06 Maret 2009
Seharusnya hari jumat menjadi hari pendek untuk menyambut weekend esok hari, tapi, jumat ini justru menjadi hari yang super sibuk, karena ada pengajian 40 hari untuk almarhum nenek saya. kerja kerja dan kerja, dari pagi sampai malam. Rencana mau ngenet malam hari gagal total, karena badan rasanya dah mo hancur, lagian sudah terlalu malam juga, karena besok kegiatan baru telah menanti.
07 maret 2009
Ini weekend, bagi sebagian orang tentunya. Tapi, bagi kami, hari ini bukan weekend melainkan hari super sibuk kedua. Saya dan teman-teman FORMA harus mempersiapkan segala sesuatu untuk acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Konsep acaranya sih santai nggak terlalu formal, tapi ternyata persiapannya cukup menguras energi, hingga meninggalkan kajian yang biasa saya ikuti. Persiapan acara ini juga membuat saya harus masih kelayapan tengah malam, karena kita baru menuju rumah jam 12 malam *untung aja nyokap nggak protes* sedangkan teman-teman yang lain (para cowok) nggak ada yang pulang, mereka semua nginap di tempat buat acara besok
08 Maret 2009
Makin sibuk aja, nggak bisa nonton anime deh saya hari ini. Hari ini, banyak kegiatan yang akan kiami lakukan. Semua panitia harus stand by di lokasi acara jam 6 pagi untuk mempersiapkan acara jalan santai dan panitia mulai menyebarkan diri mereka ke pos masing-masing. 06.30 wita acara dimulai disertai dengan rintik hujan, semua orang berharap tidak hujan hari ini, dan Allah benar-benar baik, Allah hanya menggelapkan langit tanpa menurunkan hujan, kami sangat bersyukur untuk itu, setidaknya kami tidak kehujanan dan kepanasan. Acara jalan santai selesai sekitar jam 07.30 dilanjutkan dengan lomba mewarnai untuk anak TK hingga kelas 3 SD, bazar, serta beberapa game dari panitia dan tentu saja door prize yang merupakan acara paling dinanti oleh seluruh peserta.

donor darah, saya ditolak buat jadi pendonor gara-gara berat badan di bawah 50 kg, padahal pengen banget kan nggak pernah jadi pedonor seumur-umur

Kami pikir setelah acara ini selesai, kami bisa sedikit beristirahat, ternyata tidak, karena kami harus mengikuti lomba menghias telur. Akhirnya, kami ngumpul di salah satu anggota forma, mulai berkutat dengan telur-telur yang harus dipercantik, kami mempercantik para telur ini hingga tengah malam dan cuma beristirahat pada waktu sholat aja, tapi saya nggak ikut sampai tengah malam sih, cuma sampai maghrib aja, berhubung temen saya datang dan memutuskan untuk menginap di rumah. Saya bersyukur teman saya datang, saya jadi bisa kabur dari kegiatan mempercantik telur-telur, maaf ya teman-teman
Kedatangan teman saya ke rumah tentu saja memberi saya waktu istirahat setelah beberapa hari hidup seperti kalong, rencananya sih ingin tidur cepat, tapi ternyata nggak bisa, kita (saya dan teman saya) malah cerita ngalor ngidul nggak jelas, dan tetap saja tidurnya larut lagi *duh* padahal besok harus bangun jam 03.30 pagi.
09 Maret 2009
Alarm Hp dah teriak-teriak mengingatkan saya dan Galih untuk sahur, sambil menunggu adzan subuh mengumandang, saya yang biasanya tidur lagi selepas sahur, malah cerita-cerita sama Galih. Kami bersiap untuk berangkat ke Sanur setelah menunaikan sholat subuh, tetapi bodohnya salah saya salah lihat jam, sehingga saya bersiap dengan santainya, begitu sadar saya jadi terburu-buru deh
saya, Galih, dan teman-teman Liqo’ saya seharusnya tiba di Pantai Sanur pukul 06.00, tetapi saya justru baru berangkat dari rumah jam 06.00 *duh*. Akhirnya, saya memacu miyo-chan membelah kota Denpasar pagi itu dengan kecepatan yang lumayan tinggi, alasannya bukan hanya karena kami sudah terlambat, tapi juga karena sang surya akan naik semakin tinggi, dan itu artinya, kami tidak bisa melihatnya bangun untuk tersenyum pada dunia dan mengabadikan seyuman itu. Jarak Kerobokan-Sanur yang biasanya ditempuh dalam waktu 30-40 menit dengan kecepatan standar 60 km/jam, kami tempuh hanya dalam waktu 17 menit dengan kecepatan hampir 100 km/jam *sempat liat speedometer dan jadi rada ngeri juga, karena saya bawa motor gila begitu* ![]()
Kami di Pantai Sanur hanya sampai pukul 10.00 soalnya dah mulai panas banget, setelah dari Sanur, kami meluncur menuju Nusa Dua *ya ampun dari ujung ke ujung*. Perjalanan ke Nusa Dua juga ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit, tapi karena kami kurang kerjaan, pakai acara berbelok ke arah Benoa, jadilah kita terjebak ke dalam pelabuhan. Dan akhirnya harus putar balik, sehingga perjalanan ke Nusa Dua jadi semakin lama. Setelah memasuki wilayah Nusa Dua, kami langsung meluncur ke rumah mbak Fajar, salah satu teman Galih. Begitu sampai, ternyata mbak Fajar sukses tahu nama saya, padahal saya belum pernah ketemu dia, dan ini pertama kali main ke rumahnya, usut punya usut ternyata ini kerjaannya Anna yang dengan seenaknya memberitahu duluan
Kami di rumah mbak Fajar cukup lama, bahkan saya sempat tidur segala selepas sholat dhuha, dan baru terbangun karena kaget ketika waktu dhuhur telah masuk. Selepas melaksanakan sholat dhuhur, kami (saya, Galih, dan mbak Fajar) berangkat ke rumah Anna. Ternyata Anna baru pulang dari kegiatan 8 pelayanan PKS, sambil menunggu waktu Ashar masuk, kami ngobrol dari masalah yang sifatnya santai sambil bercanda hingga ke masalah-masalah seputar Islam. Setelah selesai sholat Ashar, kami berempat memutuskan untuk pergi ke pantai, pantai pilihan kali ini adalah Pantai Nusa Dua yang masuk di dalam kawasan BTDC hingga waktu menunjukan pukul 17.30 wita dan itu berarti saatnya pulang bagi saya *maklum jam malam saya sampai pukul 18.30 wita*

begitu menatap alam, pikiran menjadi begitu jernih dan menetramkan hati, sepertinya seluruh beban terangkat sehinnga tubuh menjadi ringan. Senangnya...

Hati-hati...ayo pegangan nanti jatuh loh, karang di bawah kaki tajam-tajam

Teman-teman.. terima kasih untuk hari ini ya
Saya dan Galih berpisah dengan Anna dan mbak Fajar dan kami langsung meluncur pulang ke rumah masing-masing, perjalanan kembali ke Denpasar lumayan jauh dari kawasan BTDC, niat kami (saya dan Galih) ingin berbuka di rumah, tapi sayang nggak keburu, karena tepat saat kami mengisi bensin di SPBU adzan Maghrib telah berkumandang, jadi deh kami mencari tempat untuk berbuka dan sekaligus berarti saya terlambat pulang, karena panggilan tak terjawab dan SMS di Hp saya banyak banget dan itu semua dari rumah *duh* Akhirnya kami sampai di rumah pukul 19.30 wita, Galih langsung menuju kamar mandi untuk mandi, sedang saya sibuk mencari makanan di dapur, dan sungguh sial saya tidak menemukan makanan di kulkas, yang ada malah buah, roti, dan kacang *apa pula ini kacang masuk kulkas*. Begitu Galih selesai mandi, saya langsung masuk buat mandi juga tentunya, karena adik saya sudah menelpon untuk datang ke acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selesai bersiap, saya dan Galih pergi lagi, Galih pulang ke rumahnya, sedang saya ke maulid-an. Semua teman saya komplen karena saya baru datang *perasaan saya sudah bilang kalau hari senin pagi saya nggak bisa ikut acara* Selesai acara puncak, kami, forma jadi petugas DKP, bersih-bersih euy, setelah itu tentu saja pulang, sholat Isya + Maghrib yang tadi tertinggal trus langsung tepar di tempat tidur, capek banget =_=’
Dan hari ini, di sinilah saya, di kantor, memulai hari baru, dan kembali bersentuhan dengan komputer dan internet, akhirnya jari-jari saya menari manis di atas keyboard untuk menulis tulisan ini, dan tentunya merampungkan pekerjaan ![]()













Ternyata… mbak Rukia cukup kurus.
*ngumpet*
apakah ini berarti anda sudah ndak anonim lagi??
p4ndu_454kura®
Saya ini tidak kurus, tapi ideal
*ditabok*
grace
Mungkin
Subhanallah…, indah ya pantainya ^-^
Jadi keinget wt maen2 ke Rambut Siwi dulu
duh… banyak gambar …
*fakir benwit*
Pantainya indah banget 80….. coba bisa diperbesar , bisa disimpan buat wallpaper
btw, Rukia san mana nih photonya ? kok enggak keliatan ?
aiiih..sekarang udah pamer foto rupanya, lha dulu kan udah pernah bilang katanya jangan diliatin..ahem ahem…
)
o iya, bagi yang pengen tau yang mana rukia, tanya sayah ajah..
*kabur sebelum dibunuh*
@ Lumiere
Pernah maen ke Rambut Siwi rupanya, kenapa nggak mampir ke tempat saya, kan nggak jauh, cuma 2 jam perjalanan
@ Arm
Gak bisa buka ya?
kalau gitu buka di tempat lain aja, gampang kan
@ LiRoesdy
Sudah saya edit gambarnya, sudah bisa disimpan buat wallpaper
Yang mana ya…. (=.=)a
@ Emina
Huss…
*iket mbak mina di karang*
Saya udah tau kok. Kan bisa dilihat dari… *dibekep*
Wuih, bukan cuma foto diri, teman2nya juga langsung dipamerin sekalian.
Hee, bawa Mio 100 kpj?
@ p4ndu_454kura®
Huss…
@ jensen99
hehehe…
kapan2 balik kesitu lagi yach…… n aq ikutttttt……………… hehehehe
Hmm…..yang lagi showtime….eh show pic…..
Untung yang dibonceng juga sama gilanya,so…g da adegan spot jantung…..lagian klo naik mio mang enaknya ngebut….
Btw ditunggu postingan yg di sanur ya….
Kan g kalah seru gamenya….
waakakakak..ada foto aku jg ternyata..
padahal sudah berusaha menghindar dr jepretan kamera..(dasar tuh yg ambil gambar sengaja ya ga bilang2..hehehe)
wah si Rizky hebat dia bisa nge-Dj jg toh..kirain cm bisa gali2 tanah masang fiber optik…, para juri yg bisa dihandalkan bgt, tp ada kok ada yg asik SMSan ya..? contoh tuh si wisha menilai sambil nelpon..
Btw dasar anak-anak Forma pada aneh tp smoga tetep kompak euy..
Pemandangannya bagus bgt, yg mana yg di Matahari Terbit and Dream Land? kok kyknya ga ada foto yg ditanjung benoa siee…
saya kangen sanur….
@ nana
Yukz… kita touring seru kali
@ orihime
Juri juga manusiiiaaaa
*nyanyi-nyanyi ga jelas*
Yang di pantai Matahari Terbit tu yang fotonya matahari lagi terbit lah. Kok Dream Land sih
kita nggak ada ke Dream Land, sisa 3 foto pantai di bawah sanur itu di pantai Nusa Dua di BTDC bukan di Dream Land
Ya emang nggak ada, kan nggak ke Tanjung Benoa, tapi ke Pelabuhan Benoa
@ itikkecil
Ke Bali lagi aja mbak, gampang kan
@ kazumi
Komenmu kok bisa ditahan sama aki slamet ya
hahaha… ngaku euy kalau dirinya gila
untung kamu yang aku bonceng, coba kalau Rai, wah bisa teriak-teriak dia
Tenang aja, begitu fotonya ada di tanganku dengan lengkap pasti ku posting
apalagi kita menang telak 3-0 ya kan
weeeee
kamu yang mana ya
karna
saya ndak tau rumah situtujuannya adalah DPS, kesana cuman meregangkan badan & “mengambil nafas” sejenakWaahh.. kayakny asyik banget nich aktifitas bareng remaja plus jalan2 nikmatin keindahan alam.. Jd inget masa muda dulu hehe.. ^^
Oiy Ms. Rukia, just FYI.. Life is like a cafetaria: Take your tray, select your food and pay at other end. You can get anything you want as long as you are willing to pay the PRICE.. So, make the choices and pay the prices..
Anyway.. sesuai dgn jdul sampeyan “Life in The Real World”.. Sy cm pngin berbagi ja.. QS.29:64, smg bermanfaát..
At the end.. af1 lho dah ikutan coret2 d blog sampeyan.. ^^
mbak rukia mana ?
mana ?
manaaaaaaa ?????
btw, kasian laptopnya
@ andyan
Yang mana yaaaaaaa…..
@ Lumiere
saya di Denpasar
kan lumayan buat memacu adrenalin
@ hasanalbanna
hmm….
sesuai juga, kan saya memang bersenang-senang. Dan semoga kita semua tidak melupakan kehidupan akhirat yang harus kita persiapkan
nggak apa-apa, saya malah senang mas mau main ke rumah saya di dunia maya ini
btw, kenapa dari kemarin kita jadi minta maaf terus ya *mikir* jadi kayak lebaran aja
@ NobodyKnowsMe。
manaaaaaaaaaaa yaaaaa
WOw…. tuh laptop gak ancur yah ditimpa tidur? Wkwkwkwkwkwkw! =D
Iya nih, di foto2 itu, yang mana Mbak Rukia?
Poto ke 3 itu… laki2 tidur begitu bahaya benar dipoto. Kalo tangannya melewati ikat pinggang, gimana?
Poto paporit: Sunset.
Boleh dicopy ya? Utk koleksi pribadi. Suka pantai soalnya
BTW, Itu… yang jilbab krem itu manis
^
Kalau melewati ikat pinggang ya nggak bakal nongol di sinilah fotonya
lagian yang motret bukan saya sih, itu hasil colongan dari laptop malang yang ketiban badan sebesar itu
Sunset?
itu matahari terbit buya, di foto jam 06.25 a.m
silakan^^
Madu kali manis
wah…. pantainya bagus Rukia..
kapan2 kita kesana yuk…
mana?
manaaaaa ?????
mana?
manaaaa ?