Judul Buku : Rahasia Kaum Falasha
Penulis : Mahardhika Zifana
Penerbit : Edelweiss (Depok) dan Mizan Pustaka (Bandung)
Tebal Buku : 424 Halaman
Tahun Terbit : Januari 2009, cetakan I
Awalnya saya cukup ragu utuk membeli buku ini, karena saya sudah kebanyakan membeli buku hari itu, tapi masih ada sisa untuk mendapatkan satu novel. Ada beberapa pilihan novel yang sempat membuat saya bingung, setelah menimang-nimang, akhirnya saya putuskan untuk membeli novel ini, dan pilihan saya tidak buruk, karena saya merasa tidak rugi membelinya. Bagi saya novel ini sangat layak untuk dibaca dan nangkring bersama buku-buku lain di rak buku.
Novel ini bercerita tentang perburuan manuskrip kuno yang berisi tentang orang-orang Beta Israel atau dikenal juga sebagai kaum Falasha yang merupakan anak cucu Menelik, putra Raja Sulaiman (Nabi Sulaiman as) dari Ratu Saba (Ratu Balqis). Yang membuat manuskrip kuno iu diburu adalah lembar kelima manuskrip tersebut yang ternyata menyebutkan letak Tabut Perjanjian serta harta karun Nabi Sulaiman.
Tabut Perjanjian yang dalam bahasa Inggris disebut “The Ark of Covenant”, sedang dalam bahasa Ibrani disebut “Aron Habrit” adalah sebuah benda yang disucikan umat Yahudi. Berupa sebuah peti yang berisi gulungan kitab Torah yang asli (Sefer Torah), dua lauh batu bertuliskan sepuluh perintah Tuhan (The Ten Commandement) yang diberikan kepada Nabi Musa as di Bukit Tursina, serta potongan Manna da Salwa – makanan dari surga yang diberikan kepada Bani Israel saat mereka dalam perjalanan berhijrah dari Mesir ke Kana’an.
Didorong rasa khawatir jika harta karun Nabi Sulaiman jatuh ke tangan Knights of Zion yang terobsesi mendirikan The Kingdom of Heaven di tanah Israel, Indra seorang muslim Indonesia yang menetap di Australia, nekad membakar lembar kelima manuskrip tersebut. Kini, isi lembar kelima manuskrip itu hanya ada di kepala Indra. Dan karena itu pula Indra menjadi buronan para Ksatria Zion yang berbahaya.
Heri merupakan mahasiswa muslim Indonesia yang mengambil gelar Master dan Doktoral bidang linguistik dengan spesialisasi ilmu filologi memiliki dua sahabat, yaitu Esa dan Nisa, yang akhirnya juga menjadi teman-teman Indra setelah kematian Heri. Mereka tak terhindarkan pula dan akhirnya terlibat dalam perburuan ini bersama dua orang lainnya. Mereka harus berpacu dengan waktu demi menemukan lokasi Tabut Perjanjian dan harta karun Nabi Sulaiman itu. Dan tanpa diduga, salah satu dari mereka mengaku sebagai anggota Knights of Zion.
Novel ini merupakan buku pertama dari rangkaian buku Trilogi “Battle for Solomon’s Treasure“. Penyajian alur cerita yang apik membuat saya ingin terus membaca kelanjutan cerita ini. Selain alur cerita yang menarik, novel ini pun merupakan novel yang menghibur sekaligus memberi pengetahuan.
*Menanti Buku ke-2 dan ke-3 terbit*




mirip dng novelnya dan brown yak?
Setelah Indiana Jones dan Lara Croft, sekarang orang kita yang mburu Tabut Perjanjian? Fufufu…
Kalau berdasarkan Taurat/Torah, tidak ada Sefer Torah didalam Tabut. Hanya ada dua loh batu, seguci kecil (bukan sepotong) manna, dan tongkat Harun yang bertunas.
huwohohoho
kayaknya bagus nih
jadi pengen beli
*nglirik dompet*
duit masih abis gara2 beli brisingr
bisa2 kena kurang makan nih klo beli lagi *sigh*
itu novel toh…
kemaren pas main2 ke tog***s liat sih, kirain semacam buku2 yg nebeng “popularitas” perang Israel-Hamas
*masih mencari mood melanjutkan baca Assassin*
Salam kenal!
Saya sepakat kalo Rahasia Kaum Falasha adalah buku bagus yang bisa menjadi alternatif buat orang-orang Indonesia yang terlalu banyak dijejali tema Tabut Perjanjian dalam film-film dan produk-produk Hollywood. Walau begitu, memang ada beberapa kelemahan yang agak kentara dalam buku ini. Tapi ini masih dalam batas wajar, mengingat buku ini adalah Novel perdana dari penulisnya.
Kemaren liat bukunya juga di Gramed, tapi lagi kanker ini. Bagus, kah?
lokal ya?
ga telalu suka novel lokal sih
hmm. Kok agak berbau SARA ya?
@ edy
yang judulnya apa bang?
*cuma tau The Da Vinci Code aja*
@ jensen99
saya gak punya Taurat cuma punya Al-Qur’an dan Injil aja, jadi gak bisa ngecek.
hmm… begitu ya… makasi atas infonya
@ andyan
*ikutan nglirik*
Ah masih ada ATM dan Credit Card, masih bisa makan dan beli buku kok
@ Arm
Iya, novel
@ Vera Anisha
salam kenal juga ^^
Ya, memang masih ada beberapa kekurangan dan tidak terlalu berpengaruh juga sih (IMO)
@ Fairuz
Bagus kok
@ Emina
Iya lokal mbak
Cintailah produk dalam negeri mbak
@ Rian Xavier
Gak juga kok, isinya nggak SARA
@Rian Xavier
Lha, SARA itu kan gakpapa? Yang ga boleh itu kan (IMO) diskriminasi & menebar kebencian & keberpihakan atas nama SARA
Wow… kayaknya patut dibaca nih novel…. ^^
Trilogi pula… kayaknya bagus….
Hiyah seorang pengemar anime dan manga juga !
btw pernah baca komik .hack blum !?
*liat dompet lagi*
eh, tu ATM nya sapa kok di dompetku ya?
dan saya mengaku sebagai pemimpin The Black Knights
apa benar ini novel? berarti ceritanya cuman fiktif doang dong?
Sejujurnya diriku lagi pusing banget dengan urusan tugas akhir dan lebih cenderung baca yang menghibur..
Mungkin nanti hunting buku2 serius klo udah kelar…
*nerusin baca XXX Holic*
ini fiksi ya?
@ AkhyRul
bukan. itu kisah nyata; kisah hidup saya sendiri, kok. saya kan pahlawan pembela kebenaran. satrianto sang penyelamat bumi
wah, siyal… keceplosan. habis ini saya bisa diburu agen mossad
@ joesatch yang legendaris
Gak keceplosan pun semua juga tau kalo situ pahlawan penumpas troll.
Saya menilai buku ini jg menarik dan bagus. Serunya seperti novel2 karangan Dan Brown atau novel2 ES Ito. Ada yang tahu kapan terbitnya buku ke 2 : Pelangi di Puncak Ararat?
kayaknya bagus tuh untuk di filmkan… tinggal cari zudul nya aza… n pemainya “org2 indonesia”…..apaya judul yg cocok????
“pemburu harta karun Nabi Sulaiman”????
“Knights of Zion”????
“The Kingdom of Heaven di tanah Israel’???
atau….