Ini bukan tentang sebuah buku, walaupun ada bukunya dan saya belum baca ![]()
Ketika saya memutuskan di jalan ini, tak semudah apa yang saya pikirkan, mulai dari pertentangan dalam keluarga, teman-teman, dan lingkungan saya yang notabene plural. Kira-kira 2,5 tahun yang lalu saya memutuskan untuk belajar berhijab, ternyata tak semudah itu berhijab, banyak teman-teman saya yang menganggap saya aneh, semakin aneh tepatnya, dan perlahan bergerak meninggalkan saya. Awalnya saya berpikir, salahkah yang saya lakukan? Tetapi tidak, Allah benar-benar menunjukkan mana teman yang sebenarnya. Dan saat itulah pencarian saya dimulai, pencarian seorang hamba akan Tuhannya.
Islam yang awalnya hanya sebuah agama keturunan yang saya dapatkan dari orang tua saya, saat ini adalah agama yang memang saya pilih setelah sejak dulu saya mengenyam pendidikan Islam-Hindu-Katolik. Ia bagaikan “bara api” yang jika dilepas akan padam dan jika digenggam akan membakar penggenggamnya. Awalnya saya sedikit tak paham akan itu, kini diantara pencarian saya akan Allah, saya sadar bahwa perumpamaan itu benar. Terlebih ketika Allah mempertemukan saya dengan teman-teman saya yang tidak hanya sama dari segi aqidah (baca : sama-sama muslim) tapi juga ada beberapa yang tampaknya bergelagat akan melepas keislamannya, bara api yang mereka bawa seolah padam dan jiwa mereka tampak kosong, walau Allah menganugrahkan kecerdasan dalam diri mereka. Entah mengapa mereka ingin melepas bara itu, apakah karena tidak kuat menahan rasa sakit yang ditimbulkan sang bara? saya pun tidak tahu.
Melihat teman-teman saya, entah mengapa saya sedih, dan hal itu membuat saya semakin ingin mencari tentang Allah dan tentang Islam sesungguhnya. Mahasuci Allah, karena Dia memudahkan saya dalam pencarian ini, walau cukup banyak kerikil tajam yang harus saya lalui, tapi itu belum sebanding dengan yang dialami oleh para wanita penggenggam bara api berpuluh-puluh tahun yang lalu. Saya yang bertipe cuek pada perkataan orang tentang saya, saat ini tak bisa secuek itu lagi, ketika yang saya hadapi adalah keluarga. Saya sangat paham, kalau orang tua saya sangat khawatir pada saya, dan takut kalau saya kenapa-kenapa karena kami tinggal di lingkungan yang sangat plural. Tapi, ketika saya memutuskan untuk mengambil jalan ini, siap atau tidak siap saya harus siap menghadapi konsekuensi yang ada. Saya sedih, ketika harus berselisih paham dengan orang yang sangat saya hormati, dan selalu ada di segala keadaan saya. Maaf bu, tapi saya akan baik-baik saja, itu janji saya, janji seorang anak pada ibunya.
Kini setelah kutemukan sosok Allah dalam hidupku, yang selalu ada di setiap langkahku, di setiap nafasku, dan terus membimbingku untuk mencapai cintaNya. Kupikir semua akan selesai begitu saja, tapi ternyata saya salah. Ada tantangan baru di sini, tantangan untuk melihat seberapa kuat saya menggenggam bara api, dan meneladani para wanita-wanita ahli surga yang dengan tulus ikhlas menggenggam bara api dengan tangannya. Mempertahankan hijab yang diperintahkan Sang Khalik, mempertahankan Islam, dan menjadi muslim yang kaffah. Lebih kuat dan istiqomah untuk tetap bersamaNya hingga ruh ini lepas dari raga, hingga seluruh jaman binasa, dan hingga hari berbangkit tiba. Bisakah saya menjadi salah satu wanita penggenggam bara api? Wallahualam. Semoga Allah tetap dan selalu menunjukkan jalanNya untuk menujuNya, tak hanya buat saya tapi juga untuk orang-orang disekitar saya yang saya cintai dan untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia.
Seperti yang teman saya bilang
Life is like a cafetaria: Take your tray, select your food and pay at the other end. You can get anything you want as long as you are willing to pay the PRICE.. So, make the choices and pay the prices..
~Hasan Albanna
Dan saya memilih untuk bersamaNya



Typo ini
^
eh iya ding, makasi koreksinya^^
hidup ini memang harus memilih…
Hem… apa memang ada namanya yang salah pilih itu ya?
Jika keimanan diibaratkan sebagai bara api, maka bara api tersebut tak akan padam ketika diterpa angin kencang, justru akan semakin membara. Karena angin tak hanya mengandung kekuatan yang bisa melemahkan, namun ia juga membawa oksigen sebagai media yang bisa menguatkan kobaran api.
Jadi jangan pernah gentar ketika ujian datang menghampiri, somehow it will make us stronger.
*terinspirasi saat bakar sate*
*maap kalo nggak nyambung*
nice post, tetep istiqomah, ukhti ^^
mbak rukia…bersemangat!
teguhkan hati pada apa yang sudah menjadi pilihanmu..suara bising di sana sini pasti bisa dihadapi..
yang lebih susah kayanya justru kalau kebimbangan itu datang dr diri sendiri, IMO..
tapi melihat dirimu sudah teguh, insya Allah dimudahkan jalannya mbak..
memang jalan yang kamu tempuh sekarang nggak lah mudah. apa lagi di lingkungan yang plural begitu. Sabar aja. Setiap insan yang ingin menapaki jalan lurus-Nya emang tidak akan lepas dari cobaan.
Tapi, bagi yang beriman cobaan itu akan berbuah sangat manis
Percayalah. karena dengan kepercayaan terhadap sesuatu yang baik, hidup lebih bermakna….
just 4 share,
saya aja yang memiliki Ibu bisa di bilang taat agama, tapi masih suka komplain dengan ukuran jilbab saya. Beliau bilang itu berlebihan…..
tapi, bukan saya kalo gitu aja udah balik kiri
wow,,critanya menyentuh bgt mbk..btw salam kenal ya_^
@ itikkecil
Yup, hidup itu pilihan dan disetiap pilihan ada konsekuensinya
@ dana
Yang salah pilih, maksudnya yang melepas Islam? mungkin Atheis, karena (IMO) mereka tidak mengakui akan Zat yang memberi mereka hidup, yang memberi mereka udara untuk bernafas.
@ sukma
nice qoute^^
@ snowie
Sama dengan saya
Ya nggak langsung balik kiri sih mbak.
(IMO) memberi pengertian pada orang tua itu cukup sulit, nggak kayak ke orang lain, yang bisa kita jelasin dengan bahasa kita. Rata-rata ortu merasa lebih tahu yang terbaik buat kita shg mereka harus dihadapi dengan super halus, supaya nggak menyinggung dan dikatakan durhaka karena ngelawan ortu, dan biasanya mereka akan mengeluarkan kalimat saktinya “Kodrat seorang anak adalah berbakti pada orang tuanya”
*duh pusing dah saya kalo kalimat ini yang keluar*
@ arafi
salam kenal juga^^
@Rukia
Entahlah… kalo itu kamu kategorikan salah pilih. Kalo aku, tidak akan terburu-buru menyebut hal tersebut salah pilih, sebab bisa jadi itu adalah jalan bagi dia untuk lebih mengenal Tuhan.
Aku sendiri sudah menemukan orang yang masuk label Islam lalu menemukan Tuhan, juga menemukan orang yang melepas label Islam lalu menemukan Tuhan.
saya tercueki…
*nangis di pojokan*
@grace
Deredere!!!
Sah sudah statusmu sebagai tsundere!!!!
xDDDDDDDDDD~
—
@Rukia
Kasihan grace tuh dicuekin…
*fanboy mode off*
OK sekarang serius
Saya sependapat dengan mas Dana, bahwa orang atheis belum tentu “salah pilih”. Menurut saya yang salah pilih beneran itu ya orang yang berbuat jahat, tak peduli dia percaya akan Tuhan atau tidak
)
)
(Tentu saja menentukan tindakan mana yang baik ataupun jahat itu seperti operasi fuzzy, but you get the idea lah
(Ya saya cuma sharing sih, beda pemahaman gakpapa kok
Tapi overall saya salut dengan Mbak, bisa memperkuat iman, mantap memilih jalur hidup, dan di saat yang bersamaan menjaga toleransi kepada umat beragama lain
*teringat [kasus ini]*
BTW status YM tadi malem serem kali?
@ lambrtz :
fanboy?
xDDDD
*tunggu kedatangan seseorang untuk liat reaksinya*
rukia-chan…. *hug*
jdi terharu…you’re so beautiful when you say it..
insya Alloh, percayalah, Alloh akan selalu bersama orang -orang yang mengingat-Nya..
kita semua berproses, wahai saudariku, dan apa yang kita yakini sekarang adalah kenikmatan yang tak akan bisa ditukar bahkan pun dengan nyawa..
ingat sebuah ungkapan seornag sahabat? (atau hadis ya, saya lupa) “andaikan para raja itu mengetahui kebahagiaan yang kami rasakan, niscaya mereka akan merebut kebahagiaan itu dengan pedang -pedang mereka”
–grace–
*hug*
*pats pats*
sudah sudah…jagnan nagis ya..*kasi coklat*
–lambrtz–

fanboy?
hm….*sikut sikut grace*
ni ada penggemar ini…gimana nih..
*tebar gosip tebar gosiiiiiiiiiiipppppppppppppppppppppppp*
eheeeeeeeeeeemmm *batuk sampe enek*

*menghilang*
wadooo keduluan grace !
hm..kesummon ini..
ya ampyun..grace..jojo apa perlu saya bikin entry ttg cinta bersemi di blog…
*halah lebaaayyyy*
ini bwt balas dendam ke jojo nih..
jadi bagaimana? kita gabung saja?
*niru niru lambrtz*
@mbak mina:


as expected of mbak mina!!!
*digeplak sama yang punya blog gara2 OOT*
@ grace
maap…maap… kelewatan, gak ada maksud nyuekin
Kalau suara bising datangnya dari orang lain sih nggak masalah, karena saya dikenal cuek, tapi kalau dari keluarga itu baru masalah, tapi Insya Allah bisa diatasi.
Yup, betul banget. Istiqomah itu yang susah
Amin^^
@ dana
Saya tidak mempersalahkan orang yang melepas label Islam kemudian memeluk agama lain, mau Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dll karena setidaknya dalam ajaran agama tersebut masih mengenal Tuhan. Tapi maaf, kalau berbicara soal Atheis, apa yang dituhankan Atheis? Akalkah? Hartakah? atau apa? tidakkah mereka ingat Akal itu dari siapa? Otak yang ada di dalam tempurung kepala mereka itu dari siapa? saya memang menganggap jalan yang mereka ambil salah, tapi bukan berarti saya boleh menghukum mereka dan keputusan tetap ada ditangan mereka. Apapun pilihan mereka dan saya hanya sebatas mengingatkan, jika tidak bisa, ya itu mungkin jalan yang harus mereka ambil. Allah memberi hidayah pada siapaun yang Dia kehendaki dan jalan terakhir yang bisa saya ambil ya hanya sebatas mendoakan mereka agar kembali kepada Tuhan.
*mereka = kaum Atheis
@ lambrtz
Ya itu juga termasuk
Saya pun nggak mempermasalahkan itu. Dan sekedar sharing juga, teman-teman saya banyak yang non muslim tapi kita tetap saling menghormati, bahkan 2 sahabat saya pun non muslim, dan kami selalu baik-baik saja nggak ada masalah^^
Serem? *inget-inget*
ooo… soal barong bangkung toh, itu nggak serem kali. Barong bangkung memang biasa mentas di jalan kalau lagi hari raya (galungan, kuningan, nyepi) dan kebetulan kemarin mentasnya di depan rumah
@ emina
*hug mbak mina*

Dan semoga kita semua memperoleh jalan menujuNya
@ grace
*geplak-geplak grace pake kerupuk setoples*
*pukul kepala sendiri*
Oalah…barong bangkung itu [kaya gini] toh…bodohnya saya…saya pikir makhluk halus atau apa
hehehe, memang memberi pemahaman pada keluarga sendiri itu lebih susah daripada ke oranglain. keep istiqomah ya mbak…
nikmati aja mbak semua ujiannya dengan penuh keikhlasan, itu cara Allah menunjukkan kasih sayangnya pada kita. Bukankah dunia itu adalah neraka bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir????
i luv u bcoz Allah
@ lambrtz
Nggak nyeremin kan bang
@ belajaragamaislam
Amin…
love you too ^^
dalam banget… aku jadi terharu
Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali dalam keterasingan… maka berbahagialah orang-orang yang asing -
“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. 5:56)
Katakanlah yang benar adalah benar, walaupun itu pahit
Mbak Rukia Kuchiki… Met Berjuang y…^^
-
- ikutan nimbrung lg nich
Semoga tetep istiqomah
Thanks postingannya, ngingetin diri sendiri juga >_<
@ scouteng
dan semoga bermanfaat^^
@ Hasan Albanna
btw mas, gimana dengan nasrani dan yahudi, keduanya juga berasal dari keadaan asing kan :-/
*manggut-manggut*
silakan^^
@ Fairuz
Amin
sama-sama, saling mengingatkan itu kewajiban kan
@ Rukia Kuchiki
“btw mas, gimana dengan nasrani dan yahudi, keduanya juga berasal dari keadaan asing kan :-/”
Insya Allah jawabanny menyusul klu Allah mempertemukan kita lwt OL^^ soale agak panjang dikit..
Af1.. nambah dikit lg, sbg penyemangat ja buat mbak Rukia Kuchiki
Imam at-Tirmidzi membawakan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang suatu masa ketika itu orang yang tetap bersabar di antara mereka di atas ajaran agamanya bagaikan orang yang sedang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)
So.. Keep your spirit !!!
Rukia…………
*
*
Pengalaman itu kualami 9 th yg lalu.Papa mama q menentang dg alasan yg berbeda.Mama mrasa dg krudung q tak lg bs jd “model”nya.Sdgkan papa mrsa aq blm lyak mengenakan krudung.Klimaksnya pd th 2000 papa berniat membakar krudung2 ku (kr sikap ku msh “urakan”).Q meminta ksmpatan utk bisa mjg ksucian krdungq.Akhirnya sblm papa pergi….papa ridho akan krudungku……..(Miss u dad…)
jd terharu deh…Skr…kan q mantapkan niat tuk berhijab dg jilbab.
Rukia….
Subhanallah….to your choice.Let me sing a song for you…
(Song by Native Deen)
I’m not afraid to stand alone
If Allah’s by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high!
…..
Others may fall, I’mma hold my own
With the help of Allah I’ll be strong as stone
And I’mma be brave and let Islam be shown
Cause you’ll know I’m not afraid to stand alone…
*Bergaya spt rapper
Give me hug…than I’ll hold u so tight….Love u sist…
Smoga kita dihimpun dlm gol. org2 yang mencintai Nya dan saling mencintai kr Nya….
@Hasan Albanna
Koq bisa ya…slalu ingat ayat2 Quran dlm stiap pesan
hiks..hiks…mupeng@Emina
Salam kenal ya….
*Jd ngerasa nemu sdr baru nih
@blajaragamaislam
ukhibuki fillah….insyaallah….
Assalamu’alaikum…
Wah, sudah lama tidak berkunjung ke sini…
MasyaAllah, Rukia tetap istiqomah ya,
We’re on your back, we and all the muslims around the world, insyaAllah..
don’t let them make you down ^L^ cheerzz!
@ Hasan Albanna
Saya tunggu
Yup^^ dan terima kasih hadisnya.
@ kazumi
kenapa link ke blog-mu nggak dipasang? Aku lupa soale link blogmu
*dipentung*
btw, ternyata ortu kamu serem kali, setidaknya ibuku nggak sampe mo ngebakar kerudungku ^^, tapi tetep istiqomah ya^^
@ analogGuy
Wa’alaikum sallam
Terima kasih atas dukungannya^^
ahahaha…
ketinggalan rame.
salah pilih?
saya ndak bisa nge-judge sebelum nanti ketauan bagaimana akhirnya. cuma dalam takaran saya sendiri, saya bisa saja memposisikan diri sebagai seorang striker dan mencetak banyak gol kemudian ngetop dan jadi pujaan manusia sedunia melebihi pele. tapi saya enjoy berada di posisi midfielder daerah kanan; dan inilah posisi yang saya pilih di lapangan bola.
tujuan kami setim (mungkin) sama: sama-sama pengen menang dengan menemukan nirwana kami sendiri di posisi masing-masing. tapi perkara siapa yang jadi man of the match, biar yang berhak menentukan yang mengumumkan hasilnya
[...] Hari ini libur Nyepi. Sesorean ini kerjaanku cuma blogwalking sampai akhirnya tersesat ke blognya Rukia dan mendapati tulisannya yang akhirnya rame membahas masalah “apakah kalo seseorang itu murtad dari Islam, maka dia bisa dibilang salah pilih?” [...]
nyasar ke sini gara2 mas joe
.
)
benar2 dalam maknanya (sok2 mudheng
yang jelas takdir Allah selalu baik
@kazumi
mungkin transliterasi yang lebih tepat adalah “uhibbuki”
maaf dobel komen, mungkin biar lebih jelas?
“أحبك”
maaf OOT, dua komen pula
ahh..
*terharu*
hope you get the best
i’m on my way searching for the best
i’ll eliminate many thing, but i guess it’s worth trying
*apaan sih*
Subhanallah…
Menggenggam kebenaran memang ibarat menggenggam bara api
Tulisannya akhir-akhir ini begitu indah…
@Rifu
Thanks for the correction
May Allah bless you
so great
.. teruslah berjuang sampe akhir hayat…
smoga Allah senantiasa menyertaimu ^_^