Ternyata aku tidak pernah siap menghadapi hidupku, menghadapi setiap tanda yang Engkau beri tentang kelanjutan hidupku. Aku tak pernah mampu mengambil keputusan, jika itu telah berhubungan dengan hatiku. Aku yang selalu berusaha membangun barrier pertahanan dalam jiwaku, seolah-olah tidak menginginkan sesuatu menembusnya. Kau boleh bilang aku pengecut, karena aku memang seorang makhluk pengecut yang bertopeng kekerasan hati. Karena aku memang pengecut yang terlalu takut menatap ketika tahu tanda dari-Mu yang kurasa tak baik untukku. Padahal Kau sudah sangat berbaik hati padaku, memberiku tanda-tanda dan peringatan padaku akan apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi apa yang kulakukan? aku hanya berlari menghindari hidupku, menghindari Engkau, walau Kau selalu menarikku keluar.
Maafkan aku, karena aku tidak bisa seperti yang Kau inginkan, karena aku terlalu takut. Bahkan makhluk dalam cermin itupun menertawakanku, tertawa melihat pilihanku yang menurut semua orang adalah sebuah kebodohan. bayangan dalam cermin itu pun telah terlalu sering berteriak agar aku melepaskan topeng ketakutanku, topeng kekerasan hatiku, tapi aku selalu membungkam setiap teriakan itu. Aku tak punya keberanian untuk menatap-Mu, menatap dunia yang telah terlalu keras padaku dan mengeraskan hatiku. Maafkan aku Tuhan, sekali lagi maaf. Dan wahai bayangan dalam cermin, maafkan aku juga, karena aku tak sanggup mengeluarkanmu dari belenggu pertahanan yang kubuat sendiri. Maaf…



Pelan-pelan saja keluar (dari ketakutan) nya, kalo perlu minta bantuan teman
dimaafken….
Ayo, bersemangatlah dalam menjalani hidup
tak ada yg tak mungkin, selama Tuhan berkehendak
merasa takut itu manusiawi, rukia sayang. Namun bagaimana kita menyikapi rasa takut itu? sebaiknya tidak terlalu keras pada dirimu sendiri. terkadang kita mesti membiarkan jiwa mengalir sesuai fitrahnya, dan lalu berpikir lebih jernih untuk menentukan sikap.
percayalah, Alloh selalu menjagamu dari semua rasa takutmu itu. Jangan terlalu blame your self dan mencaci maki diri sendiri begitu. mari berpikir lbh positif ttg diri kita sendiri, lalu mari kita melangkah maju utk lbh berani menghadapi kehidupan…
pada saatnya nanti, kita akan tahu apa yang terjadi pada kita semua ada hikmah dan tak pernah sia-sia…
oke? smangat!
manusia seutuhnya adalah manusia yang telah bebas dari rasa takut. Bebas dari rasa takut bukan karena tidak punya rasa takut, melainkan karena sudah mengetahui segala akibat dari tindakan, dan ikhlas menerima akibat itu.
hmm?
berjuanglah nak
tetap semangat
sist….you make me confuse…
Whats going on???
Is this you whom I knew…..
kalau sudah menyangkut hati, berat wes,,,,
semoga mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Amin
Yippie, akhirnya isa bkunjung lagi, semoga isa menghadapi hidup ini ya teman………
Rasa takut emang kadang menakutkan….. (lho?)
Rasa takut juga kadang-kadang…….. adalah sesuatu yang kita dambakan dalam hidup ini…. (maksud?)
*sok tahu saya*
Da masalah pa ni critanya…??
Misi….Numpang lewatt… blog walking nih…
Hatrixx….
ditunggu kunjungan balik nya nee…
http://inkulla31.wordpress.com/
Jgn lupa ya..hehe,,
ditunggu .
Allah selalu menyayangi kita meski kita jauh dan banyak membuat dosa…
karena Allah tidak membutuhkan kita, tapi sebaliknya…
kita yang membutuhkan Allah.
sungguh ibadah dan kerja keras dalam menggapai impian itu adalah kunci sukses di dunia dan akhirat