<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kuchiki99.weblog()</title>
	<atom:link href="http://kuchiki99.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuchiki99.wordpress.com</link>
	<description>santai sejenak menatap dunia dari sisi yang berbeda</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 15:24:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kuchiki99.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0a9de03b5bfb46f5d99face9fb046cee?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kuchiki99.weblog()</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>&#8230;</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/10/05/358/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/10/05/358/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 15:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Cukup]]></category>
		<category><![CDATA[Enough]]></category>
		<category><![CDATA[God]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Me]]></category>
		<category><![CDATA[Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/2009/10/05/358/</guid>
		<description><![CDATA[Saya + Tuhan = Cukup
~ Mario Teguh
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=358&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya + Tuhan = Cukup</p>
<p>~ Mario Teguh</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=358&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/10/05/358/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keinginan Untuk Dihormati?</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/18/keinginan-untuk-dihormati/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/18/keinginan-untuk-dihormati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bangga diri]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, Ibu dan adik saya diajak ngobrol oleh seorang polisi ketika mereka sedang berada di salah satu tempat pengobatan alternatif, berikut ini sedikit isi perbincangan mereka (cuma bagian inti aja)
Polisi : “Loh bu, kok anaknya dibawa kesini? Aneh, harusnya itu ke dokter.”
Ibu : ”Oh, iya pak. Ke dokter juga sudah pak, cuma mencari alternatif lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=350&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemarin, Ibu dan adik saya diajak ngobrol oleh seorang polisi ketika mereka sedang berada di salah satu tempat pengobatan alternatif, berikut ini sedikit isi perbincangan mereka (cuma bagian inti aja)</p>
<blockquote><p>Polisi : “Loh bu, kok anaknya dibawa kesini? Aneh, harusnya itu ke dokter.”<br />
Ibu : ”Oh, iya pak. Ke dokter juga sudah pak, cuma mencari alternatif lain saja.”<br />
Polisi : “Bukan penyakit parah harusnya ya cuma ke dokter saja, tidak perlu sampai kemari.”<br />
Adik : “Terserah gw lah mo kemana.” (bergumam nggak jelas)<br />
Polisi : “Saya ini polisi lho.”<br />
Ibu dan adik : “…..”</p></blockquote>
<p><span id="more-350"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>”Saya ini polisi lho.”</b> Saya rasa statement ini keluar setelah si Polisi mendengar gumaman tidak jelas dari adik saya. Tapi, tetap saja lucu.  Sayangnya saya tidak di sana, kalau di sana saya sudah ngakak sampai sakit perut kayaknya. Saya jadi ingat 2 kejadian beberapa tahun lalu yang serupa dengan ini. Waktu saya masih esempe, saya selalu diantar jemput ayah saya. Tentu saja. Selain karena jarak rumah – sekolah yang tidak bisa dikatakan dekat, saya juga kan diprotek banget oleh orang tua, terutama ayah saya. Dan mana mungkin ayah berani membiarkan saya pulang sendiri, apalagi setelah peristiwa saya lompat dari angkutan kota yang berjalan dengan kecepatan cukup tinggi. Tapi, itu cerita lain untuk saat ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oke, balik lagi. ini dia kejadian yang mirip dengan kejadian di atas.</p>
<blockquote><p>Ayah : “Pak, tolong pasirnya dipinggirkan, karena menghalangi orang lewat.” (ayah menegur tetangga yang lagi bangun rumah, karena pasirnya menutupi jalan, jadi mobil ayah nggak bisa lewat)<br />
Tetangga : *Datang mendekati kaca mobil ayah dengan wajah rada tersinggung* “Saya ini dulu <b>Kolonel</b> lho.”<br />
Saya : “Emang gw pikirin, mau kolonel kek, presiden kek. Peduli amat.” (refleks menjawab)<br />
Ayah : “Oh, kalau saya sih masih aktif sampai sekarang.” (tetap tenang, tapi sambil nahan ketawa kayaknya)<br />
Tetangga : “….” (tapi akhirnya menyuruh para tukangnya menyingkirkan pasir dari jalan dan mobil ayah saya pun melaju kembali menuju rumah yang hanya berjarak 10 meter dari TKP sambil ketawa) </p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Atau kejadian satu ini yang dialami teman saya yang kebetulan bukan orang Bali dan baru saja tinggal di Bali.  Waktu itu 2 orang teman saya, anggaplah si A dan si B (A yang baru tinggal di Bali, B sudah lama di Bali. Tapi, mereka berdua bukan orang Bali). Saat itu mereka sedang bingung arah mana yang menuju Jalan Pulau Enggano.</p>
<blockquote><p>Si A : *turun dari motor* “Permisi Pak, saya mau nanya, Jalan Pulau Enggano sebelah mana ya?” (bertanya kepada salah satu pejalan kaki)<br />
Si Bapak : *memangdang dari ujung rambut ke ujung kaki*  &#8220;Melahang ngeraos, Titiang nak Gusti.”<br />
Si A : “…..” (nggak ngerti apa yang dikatakan sama si bapak)<br />
Si B : “Bapaknya bilang, Hati-hati kalau bicara, saya ini orang Gusti” (mengartikan karena melihat temannya bengong karena nggak ngerti)<br />
Si A : “Oalah Pak, saya nggak ngerti. Lain kali kalungan papan nama yang besar gitu, tulisin “SAYA INI ORANG GUSTI” jadi saya tahu, saya bicara dengan siapa.” (dengan nada rada kesal)<br />
Si A : “Ya sudah Pak, terima kasih. Anda sama sekali tidak membantu.” (naik lagi ke motor dan langsung tancap gas)</p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Waktu adik saya menceritakan apa yang dialaminya, saya langsung ketawa, karena otak saya otomatis flasback ke kedua kejadian yang saya dan teman saya alami. Saya heran, sampai jaman handphone sudah bisa 3G begini, orang-orang gila hormat tetap saja ada. Mereka berpikir dengan bertindak seperti itu, orang lain akan makin respek pada mereka. Mungkin, kalau itu orang-orang yang dapat dengan mudahnya ditakut-takuti dengan posisi mereka. Tapi maaf, itu bukan saya. Mereka justru kehilangan rasa hormat dari saya. Bagi saya, menghormati orang lain, bukanlah karena “siapa dia” atau “apa kedudukannya” tapi lebih ke bagaimana dia bersikap kepada orang lain dan kepada dirinya sendiri. Memandang orang lain dengan cara “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi” dan tidak memandang sebelah mata kepada orang lain serta tidak memasang pandangan menghina. Ouw yang terakhir ini pernah tidak saya lakukan, cukup sering mungkin. Kalau ada yang saya pandang seperti itu, maaf-maaf saja, karena itu berarti Anda telah kehilangan rasa hormat dari saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya jauh lebih hormat kepada pengemis atau pemulung atau apapunlah sebutannya untuk mereka yang dikatakan masyarakat kelas bawah, yang memiliki sikap egaliter terhadap sesama. Daripada kepada orang-orang sekelas kolonel atau presiden atau masyarakat kelas atas, yang tidak memiliki sikap egaliter tersebut. Uang dan kedudukan itu mungkin memang diperlukan dalam hidup, tapi itu semua bukan segala-galanya. Semua itu nggak akan dibawa ke liang lahat. Semua orang masuk liang lahat tanpa membawa uang/harta benda sepeserpun (setidaknya itu dalam pemahaman agama saya) apalagi kedudukan, semua gelar dan jabatan yang disandang akan lenyap, dan diganti oleh satu gelar baru yaitu “Almarhum” atau “Almarhumah”. Itu saja. Tidak ada embel-embel gelar lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak bisa dipungkiri, sifat bangga akan diri sendiri pasti akan selalu muncul dalam diri kita, itu normal dan sangat manusiawi. Tapi, sebaiknya sifat itu tidak kita gunakan untuk merendahkan atau menakuti orang lain atau malah untuk mendapat keuntungan pribadi. Seharusnya sifat itu bisa kita alihkan ke hal-hal yang lebih berguna, tidak hanya bagi diri kita tapi juga bagi orang lain. Misalnya, kalau kita dokter, jangan hanya bangga karena kita seorang dokter, tapi tunjukkan kontribusi apa yang bisa kita berikan sebagai seorang dokter. Saya rasa penghormatan yang diberikan terhadap seseorang lebih karena apa yang telah dilakukannya untuk orang lain, entah itu keluarga, masyarakat, atau bahkan bangsa dan negaranya, seperti kata hadist berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<blockquote><em>Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR al-Qadha‘i – hadits hasan)</em></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin, dengan pernyataan seperti cerita di atas, seseorang akan mendapatkan rasa hormat dari orang lain, tapi itu lebih karena “orang lain itu” terpaksa memberi penghormatan. Kalau saya sih lebih suka mendapatkan rasa hormat yang tulus dari dalam hati daripada rasa hormat karena terpaksa. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walaupun sama-sama tidak bagus, saya lebih heran lagi dengan orang-orang yang bangga akan gelar yang didapat dalam keluarga. Kalau berbangga atas kedudukan (presiden, jendral, direktur, dll), masih saya maklumi, karena itu berlaku sama hampir di semua tempat, Indonesia khususnya. Tapi kalau yang berbangga diri karena gelar keluarga (kasta)? Sangat mengherankan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':???:' class='wp-smiley' />   Seperti cerita ketiga, cerita itu membuat saya geleng-geleng kepala saat mendengarnya, walaupun saya juga tertawa. Gelar “Gusti”? Hei, gelar itu tidak berarti apapun kalau dibawa ke Jawa. Sama halnya dengan gelar “Raden” di Jawa tidak akan ada artinya di Bali, atau gelar “Teuku” yang tidak berguna di NTT, dan gelar-gelar kebangsawanan lainnya yang tidak akan berarti apapun di daerah lain. Lalu apa gunanya menyombongkan hal itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seharusnya yang kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain, daripada berpikir bagaimana kita dihormati karena “siapa diri kita”. Penghormatan dari orang lain pasti akan kita dapatkan, kalau tidak saat kita hidup mungkin saat kita telah meninggalkan nama. Bukan masalah, saya rasa. Karena yang penting dalam hidup itu adalah manfaat kita bagi orang-orang di sekitar kita, tentunya bermanfaat dalam hal-hal positif.<br />
Dan akhirnya, ketiga kejadian itu mengajak kita untuk meminimalisir sifat sombong dan berbangga diri berlebihan yang ada pada diri kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<blockquote><em> ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman : 18)</em></p></blockquote>
<p>-</p>
<p>ps:<br />
Gusti : salah satu kasta di Bali yang termasuk golongan Ksatria</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=350&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/18/keinginan-untuk-dihormati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibuku itu&#8230;.</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/06/ibuku-itu/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/06/ibuku-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Mood]]></category>
		<category><![CDATA[Mother]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Ibu : &#8220;RUKIIIAAAA&#8230;.&#8221;
Ibu : &#8220;Kamu habis perang atau kapalmu baru karam???&#8221;
Saya : &#8220;Kenapa sih.&#8221;
Ibu : &#8220;Kenapa-kenapa lagi, bereskan SEKARANG.&#8221;
Saya : &#8220;Iya, bentar. Lagi nggak mood nih.&#8221;
Ibu : &#8220;SEKARANG&#8221; seraya ngambil sapu buat mentungin saya kayaknya 

Yup, itu adalah reaksi dari seorang yang sangat saya sayangi, Ibu saya. Yang tiba-tiba masuk kamar saya yang memang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=345&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Ibu : &#8220;RUKIIIAAAA&#8230;.&#8221;<br />
Ibu : &#8220;Kamu habis perang atau kapalmu baru karam???&#8221;<br />
Saya : &#8220;Kenapa sih.&#8221;<br />
Ibu : &#8220;Kenapa-kenapa lagi, bereskan SEKARANG.&#8221;<br />
Saya : &#8220;Iya, bentar. Lagi nggak mood nih.&#8221;<br />
Ibu : &#8220;SEKARANG&#8221; seraya ngambil sapu buat mentungin saya kayaknya </p></blockquote>
<p><span id="more-345"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yup, itu adalah reaksi dari seorang yang sangat saya sayangi, Ibu saya. Yang tiba-tiba masuk kamar saya yang memang tidak sedang ditutup pintunya dan menemukan anak gadisnya sedang tergeletak begitu saja diatas tempat tidur yang hanya memakai t-shirt tanpa lengan dan celana pendek dalam posisi tengkurap sambil membaca buku. Bukan posisi saya yang diributkan sepertinya, tapi keadaan saya dan sekitar saya yang mungkin tidak bisa dibilang baik (nggak berbentuk gitu deh). Tempat tidur yang penuh berisi potongan kertas, kertas kado, gunting, selotip, juga laptop yang menyala memperdengarkan lagu &#8220;Shut up&#8221; milik Simple Plan beserta meja gambar kecil dan fan-nya. Tak hanya itu, kekacauan masih ditambah dengan beberapa buku yang terbuka halamannya dan menyebar di lantai kamar dan meja, serta tas-tas yang tidak saya taruh pada tempatnya. Pokoknya kalau kata Ibu saya itu sudah benar-benar kacau balau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan tingkat tensi-nya makin tinggi saat mendengar jawaban saya yang <em>&#8220;kenapa sih&#8221;</em> dan <em>&#8220;sedang nggak mood&#8221;</em> tanpa menurunkan buku yang sedang saya baca apalagi menoleh (dasar anak kurang ajar). Tapi, asli saya benar-benar lagi tidak mood dan sedang tidak ingin diganggu cuma kok ya lupa nutup dan ngunci pintu kamar, jadi deh berabe urusannya. Tidak hanya memarahi saya soal kamar saya yang lebih mirip dibilang kapal pecah daripada kamar, tapi juga merembet ke hal-hal lain seperti masalah jodoh, masa depan, sampai kakakku (hei ini nggak ada hubungannya) =_=&#8217;. Ya itu Ibu yang saya rasa sedang sangat khawatir pada salah satu anak gadisnya yang berubah jadi aneh akhir-akhir ini. dan beliau malah bertindak lebih aneh lagi dengan meracau sesuatu yang tidak ada hubungannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya tidak sedang kesal pada beliau kok. Mana bisa saya kesal pada beliau lebih dari 3 menit, beliau itu kan salah satu orang paling berharga di dunia bagi saya. Hanya saja, kenapa beliau tidak bilang saja kalau dia khawatir pada saya dan bertanya langsung, saya rasa, saya tidsak akan keberatan untuk menjawab jujur *saya ini kan jujur*. Kenapa gitu mesti &#8220;menasehati&#8221; saya seperti itu, alhasil beliau tidak mendapat jawaban dari saya, karena saya terdiam mendengar &#8220;nasehat&#8221; beliau itu dan berpikir <em>&#8220;ini kalau dikasih tau yang sebenarnya, bakal makin khawatir kayaknya&#8221;</em> dan walhasil berakhir tanpa jawaban, serta posisi saya yang hanya berubah dengan membalik badan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitulah hari itu, Ibu akhirnya memutuskan untuk membiarkan saya dengan kekacauan yang saya buat. Beliau keluar dengan wajah khawatir yang berusaha ditutupi dengan amarah. Dan saya hanya menatap beliau dengan tatapan kosong dan kembali berkutat dengan buku dan laptop yang mulai agak membosankan isinya, tapi harus selesai. Tak beberapa lama kemudian, Ibu masuk lagi dan masih melihat keadaan kamar yang tetap sama seperti saat beliau tinggalkan tadi. Ternyata beliau hanya menyuruh saya makan *saya lupa kalau belum makan* dan kali ini pun tetap sambil &#8220;bernasehat&#8221; seraya memunguti tas-tas saya yang berserakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah saya pikir-pikir, tidak hanya saat itu saja beliau seperti itu, tapi disetiap kesempatan. Ketika saya sedang menceramahi adik, ketika adik saya sedang membuatnya sedih (entah sengaja atau tidak, tapi saya rasa adik saya tidak sengaja membuat Ibu sedih) atau ketika saya dan adik saya berlaku konyol dan membuat masalah. Beliau selalu &#8220;menasehati&#8221; dengan cara yang sama, yah walaupun beliau tidak bisa membohongi saya tentang apa yang beliau sedang rasakan. Sorot mata dan gurat-gurat di wajahnya tidak pernah bisa berbohong, setidaknya pada saya. Tapi, saya dan adik saya tetap senang menggodanya, entah ya seperti ada kesenangan tersendiri ketika menggoda Ibu. Tapi, saya tidak (belum) pernah mencoba untuk menggodanya jika beliau sedang &#8220;menasehati&#8221; dalam artian khawatir. Mungkin lain kali saya coba atau tidak akan pernah sama sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siang itu, akhirnya saya bangkit mengikuti Ibu turun ke bawah menuju dapur *tentu saja untuk makan karena saya lapar*. Beliau hanya melihat saya makan tanpa berkata apapun, dan saya berusaha sesegera mungkin mengosongkan piring saya, lantas kembali ke kamar. Dan apa yang saya temui??? kamar saya benar-benar kacau, pantas saja Ibu &#8220;bernasehat&#8221; sambil khawatir, lah ini sudah nggak bisa dibilang kamar tapi tempat pembuangan sampah mungkin lebih tepat, walaupun sampah-sampahnya adalah sampah berguna dan berharga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  . Saya bergidik juga melihatnya karena kamar saya tidak pernah sekacau ini sebelumnya dan itu membuat saya secepatnya membereskan semua, sebelum saya semakin bertambah kacau karena keadaan kamar. Well&#8230; kamar saya sudah rapi lagi sekarang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  . Dan saya akhirnya melihat Ibu dengan segurat senyum walau masih tetap ada rasa khawatir yang disembunyikannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=345&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/06/ibuku-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gomen na Sai Minasan</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/03/gomen-na-sai-minasan/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/03/gomen-na-sai-minasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 04:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Gomen na sai]]></category>
		<category><![CDATA[powerless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[ For me, You are still little girl
~Oniisama~ 
Mungkin dia benar, terutama beberapa hari belakangan ini, sikap saya benar-benar seperti anak kecil, banyak sekali kesalahan yang sudah saya lakukan. Masalah-masalah yang muncul secara bersamaan, saat masalah sebelumnya belum dapat saya selesaikan membuat saya harus membagi-bagi bagian otak saya untuk berpikir. Saya sering sih melakukan pekerjaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=340&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p> For me, You are still little girl<br />
~Oniisama~ </p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin dia benar, terutama beberapa hari belakangan ini, sikap saya benar-benar seperti anak kecil, banyak sekali kesalahan yang sudah saya lakukan. Masalah-masalah yang muncul secara bersamaan, saat masalah sebelumnya belum dapat saya selesaikan membuat saya harus membagi-bagi bagian otak saya untuk berpikir. Saya sering sih melakukan pekerjaan ataupun menyelesaikan masalah secara multitasking seperti ini. Tapi kali ini, benar-benar menghancurkan pertahanan saya dalam ber-multitasking, OMG <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  </p>
<p><span id="more-340"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alhasil beberapa masalah yang sudah cukup membebani itu, ditambah dengan orang-orang yang juga sedang cari masalah dengan saya (mungkin mereka nggak ada maksud cari masalah, cuma saya yang lagi sensi kali) membuat keadaan semakin kacau. Sehingga, saya entah secara sadar ataupun tidak, telah memiliki sumbangsih memperburuk keadaan dengan menyakiti hati orang lain yang justru tidak ada hubungannya dengan masalah saya, bahkan tidak termasuk dalam daftar &#8220;pencari masalah&#8221; dengan saya. Saya minta maaf kalau ada yang menyinggung, baik dengan kata-kata, tulisan, maupun sikap saya. Setelah saya hitung-hitung banyak juga teman-teman di dunia nyata maupun dunia maya yang kena sasaran baik langsung ataupun tidak langsung karena keadaan saya yang benar-benar sedang kacau. Saya sama sekali tidak bermaksud bahkan terbersit pun tidak, untuk menyinggung orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Intinya, saya cuma mau minta maaf kepada semua pihak yang jadi sasaran kekacauan saya. Saya sama sekali tidak membenci kalian, hanya ada sedikit kekacauan yang memang rada sulit saya tangani, dan saya juga tidak ingin kalian menjadi membenci saya karena ini. Sekali lagi maafkan saya ya&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan, saya juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang ingin membantu menyelesaikan masalah saya, saya hargai niatan tersebut. Tetapi saya rasa, saya akan menyelesaikan semuanya sendiri, setidaknya saya akan dapat pembelajaran baru dari setiap masalah yang sedang saya hadapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Gomen na sai minasan</b></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=340&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/08/03/gomen-na-sai-minasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Winner</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/07/14/winner/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/07/14/winner/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 03:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Kursi Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Winner&#8230; adakah yang tidak suka jadi pemenang? Saya rasa semua orang senang jika jadi pemenang. Dan saat ini, kita semua sedang menanti hasil pasti, siapakah yang akan jadi pemenang perebutan kursi presiden dan wakil presiden. Sedikit berpolitik, walaupun saya tidak tahu banyak soal politik. Saya dan mungkin seluruh rakyat Indonesia ingin kompetisi ini berjalan damai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=334&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Winner&#8230; adakah yang tidak suka jadi pemenang? Saya rasa semua orang senang jika jadi pemenang. Dan saat ini, kita semua sedang menanti hasil pasti, siapakah yang akan jadi pemenang perebutan kursi presiden dan wakil presiden. Sedikit berpolitik, walaupun saya tidak tahu banyak soal politik. <span id="more-334"></span>Saya dan mungkin seluruh rakyat Indonesia ingin kompetisi ini berjalan damai dan tenang. Hanya saja, saya memiliki ketakutan tersendiri dengan kompetisi ini, apalagi setelah kemarin menonton berita di salah satu stasiun tv yang memberitakan bahwa salah satu pendukung dari ketiga pasangan capres memukuli pendukung pasangan lain, ia melakukan itu karena calon yang didukungnya tidak mendapat suara yang memuaskan. Dan masalahnya adalah, kota tempat saya tinggal juga merupakan basis, markas, kandang suara salah satu pasangan capres yang menurut beberapa lembaga survei, jumlah suaranya kalah, walaupun belum hasil pasti, tapi tetap saja membuat cemas. Beberapa tahun lalu, Bali yang selama saya hidup nggak pernah ada demostrasi anarkis, untuk pertama kalinya kacau balau, hancur-hancuran, rusuh, hanya gara-gara perebutan kursi panas yang tidak dimenangkan oleh calon yang basis suaranya ada di Bali. Itu membuat saya stress, apalagi ketika harus berada di tengah kerusuhan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang ingin saya bahas bukan kejadian beberapa tahun lalu, tapi apa sih menang itu. Baik Pileg maupun Pilpres sebenarnya adalah sebuah sarana untuk kita belajar dan memperbaiki diri, ketika kita melibatkan diri dalam kompetisi, lomba, ataupun bermain game, hasil akhir yang mungkin muncul adalah menang atau kalah (hasil imbang tidak saya hitung). Tidak mungkin dalam suatu game itu semua menang atau semua kalah, pasti ada satu yang mendominasi yang lain. Tapi, sepertinya kita tidak pernah belajar untuk menerima itu, siap menang tapi tidak siap kalah (kalau begini sebaiknya nggak usah ikutan main). Mental, itu mungkin yang melandasi pemikiran kita akan sesuatu termasuk sikap kita ketika berada di tengah sebuah kompetisi. Apakah kita benar-benar bermental juara atau bermental tempe (ini yang lebih halus apa ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':???:' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang-orang yang ber mental juara tentunya mempunyai sikap sportif dalam dirinya, siap menang tapi juga <b>harus</b> siap kalah. Bagi mereka, kekalahan bukan akhir segalanya. Hal itu berarti dalam dirinya memang ada sesuatu yang kurang dan harus diperbaiki sehingga mereka mengalami kekalahan. Mereka akan berpikir, bagaimana menjadi lebih baik ke depannya sehingga selanjutnya mereka tidak lagi mengalami kekalahan. Tapi, orang-orang yang bermental tempe, hanya akan memaksakan kemauannya untuk menang, tidak peduli apapun caranya. Tidak berkompetisi secara sehat bahkan sampai melakukan tindakan-tindakan anarki untuk memuluskan tujuannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya berharap semoga semua pasangan capres yang sedang tidak tenang hatinya itu mempunyai mental juara, tidak hanya mereka tapi juga para pendukungnya. Jangan pernah lupakan sejarah itu kata guru sejarah SMA saya, tapi beliau benar, karena sejarah mengajarkan kita banyak hal. Memperbaiki kesalahan agar tidak terjatuh di lubang yang sama, tidak terlena dengan keberhasilan masa lalu, namun justru berusaha untuk lebih baik lagi dari keberhasilan yang lalu, dan jangan cepat merasa puas (untuk hal-hal positif tentunya). Kita, Indonesia khususnya harus belajar bagaimana berdemokrasi yang baik, menerima kemenangan dan kekalahan sebagai sesuatu yang wajar dan biasa, bukan hal yang harus diributkan hingga menimbulkan konflik. Pemenang sejati adalah dia yang bisa dengan lapang dada dan tersenyum menerima kekalahannya. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedikit tulisan tidak penting yang dibuat oleh seseorang yang tidak punya ilmu politik untuk melepas kekesalannya dan menghidupkan lagi blog yang sudah cukup lama ditinggalkan karena satu dan lain hal. Semoga saja kejadian di Bali beberapa tahun lalu itu tidak terulang lagi, itu salah satu hal yang membuat saya muak dengan perpolitikan di Indonesia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p><em>Sudah lama juga nggak nengok rumah ini, jadi sedikit berdebu juga (-_-)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=334&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/07/14/winner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rainy June</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/06/10/rainy-june/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/06/10/rainy-june/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 16:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>
		<category><![CDATA[June]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[
Malam ini, hujan turun dan bunyi air yang menghantam jendela membuat malam semakin bertambah sepi. Dan entah kenapa, waktu seolah menarikku mundur ke masa lalu, untuk melihat apa yang telah aku lakukan selama ini dalam hidupku. Meniti kembali arti hidup yang diberi Allah padaku hingga saat ini. Namun tampaknya, aku belum melakukan sesuatu yang berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=329&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/06/80435927-yzzpuhv0.jpg"><img src="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/06/80435927-yzzpuhv0.jpg?w=300&#038;h=225" alt="rainy june" title="rainy june" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-328" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Malam ini, hujan turun dan bunyi air yang menghantam jendela membuat malam semakin bertambah sepi. Dan entah kenapa, waktu seolah menarikku mundur ke masa lalu, untuk melihat apa yang telah aku lakukan selama ini dalam hidupku. Meniti kembali arti hidup yang diberi Allah padaku hingga saat ini. Namun tampaknya, aku belum melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku, mungkin karena itulah Allah masih memberiku kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berarti.</p>
<p><span id="more-329"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi ingat pertanyaan temanku tentang nikmat terbesar apa yang pernah diberi Allah padaku. Bagiku nikmat terbesar yang diberi Allah padaku adalah hidup, karena dengan hidup aku sempat melihat lika-liku dunia, melihat indahnya seluruh lukisan tangan Allah, dengan hidup aku bisa menyayangi dan mencintai orang-orang di sekitarku, dengan hidup aku belajar untuk mencintai Allah, dengan hidup aku belajar menjadi sesuatu yang lebih baik, tapi itu bukan berarti aku takut akan kematian, karena bagiku kematian bukanlah suatu akhir, tapi awal dari kehidupan lain. Namun, temanku bilang anugrah terbesar baginya adalah iman yang diberi Allah untuknya. Mungkin itu juga benar, setidaknya bagi orang-orang beruntung yang diberi petunjuk dan tunduk dengan seluruh ketentuan Allah. Tapi bagiku, iman belum merupakan nikmat terbesar, karena aku masih saja mempertanyakan perintah-Nya, masih saja bingung dan terkadang tidak menerima seluruh keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku, dan masih sering marah pada-Nya ketika ujian yang diberikan-Nya tidak bisa kulewati dengan cepat dan mudah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku yang selama ini selalu tidak nyaman dengan hujan, entah kenapa merasa nyaman dengan hujan malam ini. Hujan kali ini menebar aroma syahdu dan memberiku sedikit ketenangan jiwa, walau pikiranku sedang terlempar kembali ke masa lalu. Semoga iman akan bisa menjadi nikmat terbesar yang Allah beri kepadaku tahun ini, untuk melewati setiap episode hidupku selanjutnya, sehingga aku tidak lagi mempertanyakan semua perintah-Nya, bisa menerima semua keputusan-Nya dengan keikhlasan walau tidak sesuai dengan keinginanku, dan lebih bersabar dalam menghadapi setiap ujian yang Dia berikan padaku. Aku ingin tak lagi terduduk, tapi bangkit dan mengulurkan tanganku untuk menggapai-Nya, membuka mataku untuk menatap-Nya, menggenggam tangan-Nya agar tak lagi terlepas, dan berjalan bersama-Nya selamanya. Aku ingin benar-benar mampu mencintai-Nya dengan jiwa dan ragaku, namun, pembelajaranku akan butuh waktu lama, semoga aku bisa selalu istiqomah di jalan yang sedang aku tapaki, dan semoga waktu pun masih berpihak padaku untuk menambal retakan-retakan dan mencari puing-puing yang hilang dari hidupku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika langit menangis malam ini, entah kenapa aku merasa banyak kearifan yang kudapat, banyak pembelajaran tentang kebijaksanaan yang aku peroleh. Aku menyukai tangisan langit malam ini, yang memberiku pelajaran tentang arti penting hidup yang tidak hanya sekedar hidup, tapi benar-benar hidup. Yang mengingatkan aku bahwa ada tujuan aku dilahirkan ke dunia, yang mengingatkan aku untuk menyempurnakan keimananku pada-Nya. Terima kasih Allah, atas kesempatan hidup yang Kau beri agar aku bisa memperbaiki diriku. Engkau memberiku pelajaran dan peringatan dengan cara yang tak pernah kuduga, dengan sesuatu yang kuanggap remeh, namun ternyata dapat begitu penting, terima kasih karena telah memanjangkan usiaku, walau aku tahu itupun berarti kesempatan hidupku berkurang. Terima kasih untuk semuanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku kembali menatap langit yang masih menangis, yang tetap gelap tanpa sinar satu bintang pun, namun, hatiku cukup terang walau langit tampak gelap. Karena aku siap untuk mewarnai hidupku dengan tinta baru kehidupan dan berusaha menjadi berguna tidak hanya untuk diriku, tapi juga untuk agama dan keimananku, untuk orang-orang yang aku cintai dan sayangi, dan tentu saja untuk Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Banyak yang harus aku pelajari terus-menerus dalam hidup ini, menjadi wanita sekaligus pribadi yang tidak sebagai cacat di mata Allah dan orang lain.</p>
<blockquote><p>Hujan Bulan Juni<br />
Sapardi Djoko Damono</p>
<p>tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni<br />
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu </p>
<p>tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni<br />
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu </p>
<p>tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni<br />
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
</p></blockquote>
<p>NB :<br />
~ link gambar lupa, coz sudah lama lumutan di HDD<br />
~ Well, hujan belum berhenti, tampaknya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Teru_teru_bozu" rel="nofollow">Teru Teru Bozu</a> tak sanggup mengatasinya^^</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=329&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/06/10/rainy-june/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/06/80435927-yzzpuhv0.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rainy june</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Aku Terlalu Takut</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/05/20/saat-aku-takut/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/05/20/saat-aku-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 02:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata aku tidak pernah siap menghadapi hidupku, menghadapi setiap tanda yang Engkau beri tentang kelanjutan hidupku. Aku tak pernah mampu mengambil keputusan, jika itu telah berhubungan dengan hatiku. Aku yang selalu berusaha membangun barrier pertahanan dalam jiwaku, seolah-olah tidak menginginkan sesuatu menembusnya. Kau boleh bilang aku pengecut, karena aku memang seorang makhluk pengecut yang bertopeng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=326&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata aku tidak pernah siap menghadapi hidupku, menghadapi setiap tanda yang Engkau beri tentang kelanjutan hidupku. Aku tak pernah mampu mengambil keputusan, jika itu telah berhubungan dengan hatiku. Aku yang selalu berusaha membangun <em>barrier</em> pertahanan dalam jiwaku, seolah-olah tidak menginginkan sesuatu menembusnya. Kau boleh bilang aku pengecut, karena aku memang seorang makhluk pengecut yang bertopeng kekerasan hati. Karena aku memang pengecut yang terlalu takut menatap ketika tahu tanda dari-Mu yang kurasa tak baik untukku. Padahal Kau sudah sangat berbaik hati padaku, memberiku tanda-tanda dan peringatan padaku akan apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi apa yang kulakukan? aku hanya berlari menghindari hidupku, menghindari Engkau, walau Kau selalu menarikku keluar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maafkan aku, karena aku tidak bisa seperti yang Kau inginkan, karena aku terlalu takut. Bahkan makhluk dalam cermin itupun menertawakanku, tertawa melihat pilihanku yang menurut semua orang adalah sebuah kebodohan. bayangan dalam cermin itu pun telah terlalu sering berteriak agar aku melepaskan topeng ketakutanku, topeng kekerasan hatiku, tapi aku selalu membungkam setiap teriakan itu. Aku tak punya keberanian untuk menatap-Mu, menatap dunia yang telah terlalu keras padaku dan mengeraskan hatiku. Maafkan aku Tuhan, sekali lagi maaf. Dan wahai bayangan dalam cermin, maafkan aku juga, karena aku tak sanggup mengeluarkanmu dari belenggu pertahanan yang kubuat sendiri. Maaf&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=326&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/05/20/saat-aku-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Konsumtif Sebuah Budaya</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/04/23/ketika-konsumtif-sebuah-budaya/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/04/23/ketika-konsumtif-sebuah-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 04:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumtif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kejadian yang kebetulan saya lihat di televisi yang mempertontonkan kesenjangan sosial antara kehidupan si kaya dan si miskin. Ketika rakyat miskin sibuk mengantri BLT, rakyat yang memiliki kemampuan lebih justru sibuk mengantri untuk membeli sepatu impor. Namun, bukan hanya karena berita itu saja yang menyebabkan saya ingin menulis. Hari ini, seorang teman dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=324&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada sebuah kejadian yang kebetulan saya lihat di televisi yang mempertontonkan kesenjangan sosial antara kehidupan si kaya dan si miskin. Ketika rakyat miskin sibuk mengantri BLT, rakyat yang memiliki kemampuan lebih justru sibuk mengantri untuk membeli sepatu impor. Namun, bukan hanya karena berita itu saja yang menyebabkan saya ingin menulis. Hari ini, seorang teman dengan sangat senangnya bercerita pada saya tentang kegiatan perburuannya</p>
<p><span id="more-324"></span></p>
<blockquote><p>
A : ”Rukia, tadi aku beli ini” (seraya menunjukkan sepasang sepatu Rotelli dan kacamata Oakley)<br />
Saya : ”Lah buat apa kamu beli sepatu dan kacamata lagi? Bukannya kamu sudah punya selemari barang-barang kayak gitu”<br />
A : ”Tapi ini model baru trus lucu lagi”<br />
Saya : ”Habis berapa?”<br />
A : ”Murah kok, tadi lagi ada diskon, cuma 1,7 aja” (menjawab dengan wajah polos)<br />
Saya : …..
</p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Entah kenapa banyak orang yang senang menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk membeli barang-barang seperti ini, yang menurut saya bukanlah termasuk barang penting dan mendesak. Konsumtif bukan sifat terpuji yang harus dibudidayakan, justru harus diberantas. Sifat ini membuat semakin dalamnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, membuat individu semakin tidak peduli dengan sekitarnya. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak ada larangan untuk berbelanja dan bersenang-senang, tapi, janganlah melakukan semua itu secara berlebihan. Setiap kegiatan sebaiknya menggunakan skala prioritas, memilih mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda atau bahkan tidak diperlukan. Mungkin bagi sebagian orang mengeluarkan uang 1,7 juta untuk membeli sepatu adalah perkara mudah, tapi ingatlah, di luar sana masih banyak orang yang jauh lebih membutuhkan yang bahkan untuk makan saja mereka harus bersusah payah dan sambil berpikir ”besok masih bisa makan atau nggak”. Seandainya seluruh orang kaya di negeri ini sadar dan peduli dengan keberadaan orang-orang yang keadaannya tidak seberuntung mereka, mungkin kemiskinan di negeri ini bisa diatasi. Dan pemerintah akan sedikit terbantu dalam upayanya mengatasi kemiskinan. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedih itulah yang saya rasakan, ketika melihat anak-anak yang seharusnya sekolah malah berkeliaran di jalan, entah itu berjualan, mengamen, atau mengemis, melihat orang-orang yang sibuk mengais-ngais sampah demi memperoleh sesuap nasi untuk dirinya dan keluarganya. Di sisi lain, saya juga menyaksikan segerombolan manusia yang sibuk mengerumi gedung-gedung penjual berbagai jenis barang yang harganya bisa dikatakan ”wah”, mereka seperti semut yang mengerumi gula dan seolah lupa dengan segala hal yang terjadi di luar gedung itu. Sikap tangan di atas tidak akan membuat kita jatuh miskin, justru akan menyempitkan jurang pemisah antara dua komunitas itu. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semoga tulisan nggak penting ini bisa membuat kita sedikit berpikir untuk lebih peduli pada orang-orang di sekitar kita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=324&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/04/23/ketika-konsumtif-sebuah-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Save Our Earth</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/25/save-our-earth/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/25/save-our-earth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Bali libur lagi   Lha apa hubungannya sama judul ya? Tapi, tenang tetap ada hubungannya kok, cuma memang disengaja milih judul yang melibatkan bumi   

Sekarang di Bali tanggal 25 April 2009, apa yang spesial dengan tanggal ini? Kalau buat saya sih biasa aja, cuma memang senang juga sih soalnya libur^^. Di Bali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=314&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bali libur lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />  Lha apa hubungannya sama judul ya? Tapi, tenang tetap ada hubungannya kok, cuma memang disengaja milih judul yang melibatkan bumi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </p>
<p><span id="more-314"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang di Bali tanggal 25 April 2009, apa yang spesial dengan tanggal ini? Kalau buat saya sih biasa aja, cuma memang senang juga sih soalnya libur^^. Di Bali hari ini adalah hari pengerupukan, hari persiapan buat menyambut tahun baru bagi umat Hindu Bali. Dari tadi siang, orang-orang sudah pada sibuk ngejot sana sini, sebuah tradisi yang biasa ada di setiap hari raya di semua agama di Bali. Dan sore harinya semua umat Hindu sudah pada <em>mebanten</em> atau sembahyang serta melakukan bunyi-bunyian, sdikit berisik sih, cuma itu sudah biasalah. Ritual membunyikan sesuatu sebelum nyepi diyakini bisa mengusir roh-roh halus yang tidak diinginkan (baca : setan) agar semua umat Hindu bersih hati dan pikirannya dari gangguan setan untuk melaksanakan <em>Catur Berata Penyepian</em> esok harinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya akan ulas sedikit tentang Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka ini, tapi itu hanya sebatas pengetahuan saya. Jadi, kalau ada yang salah mohon dimaafkan dan juga mohon koreksinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun saka yang jatuh sehari sesudah tilem kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada saat nyepi, baik itu sebelum hari raya atau setelahnya, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1.   <b>Tawur</b> : Upacara tawur bertujuan untuk menyucikan dan mengembalikan keseimbangan bhuwana agung dan bhuwana alit baik sekala maupun niskala. Upacara ini dilakukan pada sandikala (pagi, tengah hari, sore)  sehari sebelum hari raya Nyepi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2.   <b>Melasti</b> : disebut juga melis atau mekiyis bertujuan untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci (tirta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber/ mata air yang disucikan. Bagi pura yang memiliki pratima atau pralingga (baca : barang-barang yang disucikan/keramat) biasanya diusung ke tempat pentirtaan (tempat tujuan melasti). Melasti dapat dilakukan beberapa hari sebelum tawur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">3.   <b>Hari Raya Nyepi</b> : Pada hari ini, seluruh umat Hindu melaksanakan <em>Catur Berata Penyepian</em> yang terdiri dari 4 kegiatan, diantaranya <b>Amati Geni</b>, yaitu tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu, <b>Amati Karya</b>, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani (misal :yoga, tapa brata/semedi, puasa), <b>Amati Lelungaan</b>, yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri, <b>Amati Lelanguan</b>, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi. Semua kegiatan ini mulai dilakukan pada saat matahari terbit hingga matahari terbit kembali (24 jam), namun banyak juga yang tidak mampu melakukannya dan saya tidak tahu alasannya^^.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4.   <b>Ngembak Geni</b> : Jatuh sehari setelah pelaksanaan nyepi yang menandakan berakhirnya pelaksanaan <em>Catur Berata Penyepian</em> dan biasanya digunakan untuk melakukan <em>Dharma Shanti</em> atau saling bersilatuhrahmi antar sesama dan juga waktunya jalan-jalan^^.
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Itu sekilas tentang perayaan Nyepi, eh tapi kayaknya ada yang kelwatan, oiya sebelum nyepi atau pada saat <em>pengerupukan</em> biasanya ada arakan <em>ogoh-0goh</em> tapi karena sekarang bertepatan dengan diadakannya Pemilu sehingga tradisi mengarak ogoh-ogoh ditiadakan <strike>nggak seru banget padahal ini nih yang saya suka kalau nyepi</strike>. Dan sekarang hubungan judul dengan isi tulisan ini yang akan saya bahas sedikit. Kan sekarang lagi marak tuh untuk menyelamtkan bumi, ada kayaknya iklannya yang &#8220;Matikan lampu selama 60 menit&#8221;, dan ini berarti Bali setiap tahunnya secara tidak langsung ikut menyelamatkan Bumi dengan pengurangan penggunaan energi seperti gas (LPG), BBM, dan listrik. Itu baru seluruh Bali, kalau saja itu pun berlangsung di seluruh dunia, mungkin akan berdampak lebih besar dalam mengurangi resiko pemanasan global. Tapi sayangnya, saat ini di Bali pun perayaan nyepi tak seperti dulu yang benar-benar <b>Amati</b>, misalnya banyak warga yang tetap menyalakan lampu pada saat nyepi, walaupun sudah ada <em>pecalang</em> yang mengawasi. Tapi dibalik itu semua saya tetap menghormati semua umat Hindu yang merayakan Nyepi dan ayo Ajegang Baline atau lebih keren lagi ayo kita Ajegang Gumine. </p>
<p><font color="red">Selamat Hari Raya Nyepi</font> teman-teman <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=314&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/25/save-our-earth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Tetra-Melia</title>
		<link>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/21/kisah-seorang-tetra-melia/</link>
		<comments>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/21/kisah-seorang-tetra-melia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rukia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hirotada Ototake]]></category>
		<category><![CDATA[No One's Perfect]]></category>
		<category><![CDATA[Tetra-Melia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuchiki99.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[
Judul Buku : No One&#8217;s Perfect
Penulis : Hirotada Ototake
Penerbit : Elex Media Komputindo (Jakarta)
Tebal Buku : 240 Halaman
Tahun Terbit : November 2007, cetakan ketiga


Ini adalah sebuah buku yang menceritakan jalan hidup Hirotada Ototake, seorang penderita tetra-melia, yaitu suatu kelainan bawaan yang membuatnya hampir tidak memiliki tangan dan kaki. Keterbatasan fisiknya tak pernah membuatnya menyerah menghadapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=310&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/03/dsc02103.jpg"><img src="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/03/dsc02103.jpg?w=197&#038;h=300" alt="dsc02103" title="dsc02103" width="197" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-311" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b>Judul Buku</b> : No One&#8217;s Perfect<br />
<b>Penulis</b> : Hirotada Ototake<br />
<b>Penerbit</b> : Elex Media Komputindo (Jakarta)<br />
<b>Tebal Buku</b> : 240 Halaman<br />
<b>Tahun Terbit</b> : November 2007, cetakan ketiga
</p>
<p><span id="more-310"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini adalah sebuah buku yang menceritakan jalan hidup Hirotada Ototake, seorang penderita tetra-melia, yaitu suatu kelainan bawaan yang membuatnya hampir tidak memiliki tangan dan kaki. Keterbatasan fisiknya tak pernah membuatnya menyerah menghadapi hidup yang diberi Tuhan padanya. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hirotada Ototake lahir di Jepang pada 6 April 1976 dalam keadaan yang tidak diduga, nyaris tanpa tangan dan kaki. Ayahnya sangat takut untuk menunjukkan Oto pada ibunya sehingga Oto baru bertemu ibunya untuk pertama kali setelah 3 minggu dia dilahirkan. Dugaan sang ayah salah besar, ibu Oto justru sangat bahagia karena bisa melihat anaknya, walau kondisi anaknya sedikit berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang tua Oto harus dengan susah payah mencarikannya sekolah, karena anak cacat biasanya sekolah di sekolah khusus, namun ayah Oto ingin agar Oto masuk di sekolah umum. Oto menghabiskan masa TKnya di TK Seibo, masa SD dan SMPnya di Yohga, SMA di Toyama dan masa kuliahnya di Universitas Waseda. Semua itu tidak dia dapatkan dengan mudah, tapi dengan perjuangan keras. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan keterbatasannya, Oto tidak pernah mau dikasihani oleh orang lain, walau dia tidak menolak bantuan teman-temannya. Dia tetap menulis walau dengan tangannya yang hanya berukuran 10-20 cm, tetap mengikuti lomba maraton di sekolahnya, bakhan masuk menjadi anggota tim basket saat SMP. Oto menatap ke depan dengan kepala tegak, tak pernah ada kata menyerah di kamusnya, dan cacatnya tidak pernah dianggap sebagai penghalang untuk meraih apa yang diinginkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya terharu membaca kisah hidupnya, dengan segala keterbatasannya Oto tetap berjuang untuk dapat meraih impiannya, sedang kita yang dilahirkan dalam keadaan utuh seringkali mengeluh dan menyerah tanpa mau berusaha. Oto telah membuktikan bahwa kerja keras, semangat, rasa humor, dan sikap ikhlas menerima keadaan dapat membuatnya merasa utuh dan itu semua sama pentingnya dengan anggota tubuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini wajib ada dideretan buku-buku favorit dan menjadi buku penyemangat ketika kita menyerah pada hidup. </p>
<blockquote><p>Beberapa orang dilahirkan dalam keadaan utuh tetapi kemudian menyesali kehidupannya. Beberapa orang, yang sekalipun dilahirkan tanpa tangan dan kaki, menjalani hidupnya di dunia ini tanpa memedulikannya sama sekali. Kondisi cacat tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebahagian.<br />
~Hirotada Ototake<br />
~Musim Gugur, 1998
</p></blockquote>
<p>Semoga kita semua tidak termasuk golongan yang mudah menyerah dan semoga kisah hidup Hirotada Ototake ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita dalam menghadapi setiap sisi kehidupan kita.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuchiki99.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuchiki99.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuchiki99.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuchiki99.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuchiki99.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuchiki99.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuchiki99.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuchiki99.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuchiki99.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuchiki99.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuchiki99.wordpress.com&blog=5204108&post=310&subd=kuchiki99&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuchiki99.wordpress.com/2009/03/21/kisah-seorang-tetra-melia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce08d14eadf594e4d586cda46f0f96a5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kuchiki99</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuchiki99.files.wordpress.com/2009/03/dsc02103.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">dsc02103</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>