Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu, Uncategorized

Jurnal Kupu-Kupu 7 : Rayakan Kemajuan

Dipekan ke-7 ini, para mahasiswi dapat tugas mewarnai kupu-kupu versi terbaik kami. Tugas ini juga bisa menjadi bahan belajar saya dalam menyalurkan emosi melalui teknik art therapy.

My butterfly ❤

Selain mewarnai, tugas kedua adalah tentang tanggapan dari mentor dan mentee tentang diri kita selama program mentorship ini.

Yuk rayakan kemenangan 😁

#JunalKe7

#TahapKupuKupu

#BunCek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu, Uncategorized

Jurnal Kupu-Kupu 6 : Fokus pada kemajuan

Aliran Rasa pekan ke-6

Latihan manajemen emosi tiap hari dengan mengisi checklist harian, memaksa saya untuk bisa melihat apa saja yang sudah saya lakukan. Kesalahan apa yang harus saya perbaiki. Membuat banyak kemajuan dalam mengatasi inner child dan emosi negatif yang ada pada diri saya.

Foto Diary-ku

Testimoni (dari suami)

Menurut suami, saya lebih tenang dalam menghadapi anak-anak dan lebih ceria.

#JurnalKe6

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu, Uncategorized

Jurnal Kupu-Kupu 5 : False Celebration

Alhamdulillah sudah di jurnal ke 5, benar-benar nggak berasa. Proses belajarnya juga naik turun 😁. Minggu ini sampai pada False Celebration. Kita diminta untu putar balik melihat apa yang sudah dilakukan dan mengecek kesalahan/kekeliruan yang sudah dilakukan dan progres perbaikannya.

Sebagai Mentee

Sebagai mentee, proses belajar saya adalah menangani inner child dan kekecewaan masa lalu. Saya berjuang keras untuk ini, walau masih jatuh bangun hingga saat ini. Dengan proses belajar terus menerus ini, saya berharap saya dapat terbebas dari belenggu inner child. Mentor saya selalu membimbing dengan memberi tugas checklist harian yang fungsinya memantau apakah saya bisa mengatasi gerusan monster inner child.

False Celebration. Saya bertanya tentang sikap saya selama ini kepada kelurga. Menurut suami, kadang saya masih suka lepas kontrol emosi saya. Walau perubahan saya mengontrol emosi cukup berkembang baik.

Menurut anak-anak, perubahan saya belum terlalu signifikan karena menurut mereka saya masih sering galak dan mengomel 😭

Sebagai Mentor

Alhamdulillah ada beberapa mentee yang agak cuek tapi saya bersyukur masih ada yang semangat mengerjakan list tugas harian.

#JurnalKe5

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu, Uncategorized

Jurnal Kupu-Kupu 4 : Check In

Minggu ini saatnya para mahasiswi Bunda Cekatan untuk check in perkembangan pembelajaran baik sebagai Mentee maupun sebagai Mentor

Sebagai Mentee

Sebagai Mentee Manajamen Emosi, saya belajar banyak dan juga merasakan banyak perubahan positif. Dengan membuat Action plan seperti yang tertulis di jurnal minggu lalu, proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Apa saja yang sudah saya capai hingga kini dari program mentoring manajemen emosi ini? Berikut beberapa perkembangannya :

  • Saya bersyukur karena telah mendapat mentor yang semangat dalam mendapingi saya untuk berubah menjadi lebih baik
  • Teh Michelle mentor saya memberi salah satu teknik self healing yang bisa saya coba terapkan. Ini berhasil baik, walau kadang saya sering susah fokus menulis apa yang saya rasakan. Juga sering kali sulit menemukan waktu nyaman untuk menulis. Namun hingga kini, saya masih terus berusaha menuangkan apa yang saya rasakan melalui tulisan, terutama emosi negatif.
  • Kemudian tanpa sengaja saya mewarnai buku milik anak saya. Saat melakukan kegiatan tersebut, saya merasa nyaman dan damai. Saya bertanya kepada mentor tentang kegiatan mewarnai ini. Apakah bisa digunakan sebagai salah satu metode self healing. Dan ternyata kegiatan yang saya lakukan termasuk salah satu self healing yaitu teknik Art Therapy.
  • Anak-anak merasa senang karena kata mereka saya jadi jarang merepet alias mel-ngomel 😆

Sebagai Mentor

Saya menjadi mentor untuk 2 mahasiswi Bunda Cekatan yang hebat. Keduanya memiliki keinginan untuk bisa memberi asupan terbaik bagi keluarga.

Mentee 1 : Mbak Denik

Kemajuan mba Denik sangat signifikan, dari yang awalnya kurang merasa nyaman di dapur, sering delivery makanan, sampai anak yang susah makan. Sekarang mulai nyaman berkegiatan di dapur, jarang bahkan hampir tidak pernah delivery makanan lagi. Dan yang paling penting, anak jadi lahap makan masakan mamanya. Sungguh perkembangan bahagia 🥰

Mentee 2 : Mbak Almira

Mbak Almira lebih fokus ke MPASI anaknya, yang saat awal program mentoring sudah berusia 5,5 bulan. Dan Alhamdulillah mbak Almira dapat mendampingi MPASI buah hati dengan aman sentosa tanpa kendala 😊

#JurnalKe4

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu

Jurnal Kupu-kupu 3 : Miliki Rencanamu…

Akhirnya perkuliahan Bunda Cekatan dimulai lagi setelah libur Lebaran. Minggu ini, saatnya para calon kupu-kupu mulai mengatur rencana dalam tahap mentorship. Karena tujuan yang tidak punya rencana untuk mewujudkannya hanyalah sebuah mimpi. Alhamdulilah di tengah kondisi pandemi mas covid19 yang nggak kunjung pergi, masih diberi nikmat sehat untuk bisa terus belajar dan membersamai keluarga. Semangkaa~ Semangat Kakak~

Ini adalah rencana yang sedang aku jalankan untuk mencapai tujuan 😁

Rencana Pencapaian
Deadline Pencapaian
Yang sedang aku kerjakan

#JurnalKe3

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu

Jurnal Kupu-kupu 2 : Tentukan Tujuanmu…

Di minggu kedua tahap kupu-kupu ini, para mentor dan mentee dipertemukan via Videocall. Saling sapa dan saling kenal sekaligus tahap awal bertanya. The power of question. Bagi saya ini cukup sulit, karena pertama kalinya menjadi mentor. Sebisa mungkin bertanya dalam waktu yang cukup singkat mengenai perdapuran kepada para mentee saya. Tapi saya cukup senang, semoga saya bisa jadi mentor yang baik.

Sebagai mentee kelas Emotional Healing, saya juga banyak belajar dari mentor saya. Mbak Michelle mendengarkan masalah saya, dan apa yang ingin saya capai. Beliau membantu saya dengan memberi beberapa teknik pengendalian emosi. Namun saya hanya diijinkan melakukan satu teknik dulu. Mbak Michelle membimbing saya untk bisa menjalani teknik pertama tadi. Yaiu teknik Jurnaling, step by stepnya. Selama libur ini saya akan lebih sering mempraktekkan teknik jurnaling dalam mengatasi mood swing saya. Semoga saya berhasil 😊

#JurnalKe2

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, IIP, Tahap Kupu Kupu

Jurnal Kupu-Kupu 1 : Mencari Mentor dan Mentee

Akhirnya tiba di tahap Kupu-kupu, semoga kupu-kupu yang baru keluar dan sedang belajar mengepakkan sayap ini mampu menjadi kupu-kupu cantik di 8 minggu ke depan. Di tahap ini kita akan menjalani proses Mentorship. Dimana kita akan belajar menjadi Mentor sesuai kekuatan dan keahlian kita, sekaligus menjadi Mentee untuk ilmu yang ingin kita dalami dan sudah dituangkan dalam mindmap tahap sebelumnya.

Aku yang belajar sebagai Mentor

Ini adalah pertama kalinya aku menjadi mentor. Jadi bener-bener blank tentang bagaimana menjadi mentor yang baik. Aku sendiri tidak punya banyak keahlian, dan kuyakin ibu-ibu di kelas Bunda Cekatan ini adalah ibu-ibu hebat. Sehingga ini secara tidak langsung memberi beban bahwa aku harus bisa memberi sisi terbaikku. Baiklah, menurutku kekuatanku yang paling menonjol adalah kemampuanku di dapur. Mungkin itu jadi hal biasa untuk ibu-ibu lain. Ibu wajib bisa menguasai dan mengatasi dapur. Namun percayalah ada beberapa ibu yang justru tidak menyukai dapur. Akhirnya aku tetapkan bahwa aku akan menjadi mentor di ruang ini. Dapur. Yang kuberi nama “Dapur Inspirasi”. Hal yang ingin kubahas di sini adalah bagaimana menyiapkan bahan makanan, makanan rumahan, MPASI (karena kebetulan aku punya bayi yang sedang MPASI juga), dan menjadikan dapur sebagai peluang usaha.

Di program ini, aku memiliki 2 orang mentee yaitu Mbak Denik dari IP Batam yang juga seorang guru di sebuah SD swasta, mba Denik ingin belajar mengenai food preparation dan MPASI. Yang kedua adalah mba Almira dari IP Surabaya Madura, mba Almira ingin belajar tentang MPASI untuk anaknya yang sebentar lagi akan masuk tahap MPASI. Cukup 2 aja mentee-nya karena kutakut tidak bisa mengemban amanah 😊. Dan di sini kita akan belajar bersama dan saling berbagi pengalaman serta ilmu. Jadi nggak ada istilah guru dan murid, karena kami sama-sama guru dan sama-sama murid.

Aku yang seorang Mentee

Setelah menetapkan mau jadi mentor apa, sekarang waktunya mencari mentor. Melihat ilmu utmana yang ingin kupelajari di mindmap adalah Manajemen Emosi dan Komunikasi. Tapi di sini kita hanya boleh menjadi 1 mentee. Dan aku memilih Manajemen Emosi. Kenapa? Karena emosiku yang mudah berubah bagai cuaca, kadang cerah, kadang mendung, kadang badai. Aku harus menguasai emosiku sendiri, karena sejujurnya emosiku yang naik turun ini nggak bagus buat anak-anakku. Dan itu terlihat jelas di anak pertamaku. Aku mau memperbaiki semuanya sebelum terlambat. Semoga program mentoring ini dapat memberi banyak perubahan untukku. Aku bergabung ke program mentoring “Emotional Healing” yang dimentori oleh mba Michelle dari IP Bandung. Sekian sedikit perkenalan Mentor dan Mentee minggu ini.

#JurnalKe1

#TahapKupuKupu

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, Kelas Kepompong

Aliran Rasa Kelas Kepompong

Nggak terasa belajar di kelas kepompong sudah 1 bulan lamanya. Banyak hal yang aku pelajari di sini. Terutama soal fokus dan kesabaran. Bagaimana aku harus meredam dalam-dalam emosiku yang sering meluap-luap. Juga bagaimana aku bisa berkomunikasi secara efektif dengan balita, batita, bayi, juga si bayi besar (suami).

Namun di kelas kepompong ini, aku menemukan hambatan-hambatan kecil. Sebelum pandemi Covid19 seramai ini, fokus aku dalam mempraktekan semua ilmu dan ketrampilan yang harus aku kiasai (sesuai mind map) cukup baik. Tetapi karena pandemi, fokusku mulai berantakan. Ditambah adanya WFH, semakin kacau fokus yang aku alami. Aku pun mulai merombak kegiatan harian.

Dan kelas kepompong ini memberi banyak pelajaran. Untuk bisa memilah dan memilih ilmu dan ketrampilan apa yang benar-benar saya perlukan.

#AliranRasaTahapKepompong

#Buncek1

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, Kelas Kepompong

Jurnal Kepompong 4 : Puasa Minggu Keempat

Nggak terasa sudah minggu terakhir. Di minggu terakhir ini, saya lebih fokus ke komunikasi. Bagaimana melakukan negosiasi dengan si tengah, belajar bahasa perintah yang baik untuk si kakak, dan memahami maksud dan keinginan si bayi. Ribet sih, ditambah dengan status WFH jadi semakin menantang belajar komunikasinya 😅

#JurnalMinggu4

#KelasKepompong

#BundaCekatan

#InstitutIbuProfesional

Bunda Cekatan, Ibu Profesional, Kelas Kepompong

Jurnal Kepompong 3 : Puasa minggu ketiga

Minggu ini saya puasa tentang manajemen emosi seperti sebelumnya dan ditambah komunikasi. Bagaimana mempraktekan komunikasi ke anak balita, batita, dan bayi saya. Untuk emosi, saya merasa cukup banyak perubahan. Sedang komunikasi sepertinya masih perlu perbaikan di sana-sini. Terutama dalam hal komunikasi ke batita dan si bayi.

#JurnalMinggu3

#KelasKepompong

#BundaCekatan

#InstitutIbuProfesional