Bali, Just for Fun, My Diary, Travel

Jalan-jalan yukzzzzzzzz

Akhirnya liburan usai sudah, saatnya kembali berkutat dengan segala aktivitas yang monoton. Tapi saya punya sedikit oleh-oleh dari liburan yang singkat ini, walaupun sedikit namun cukuplah untuk mengistirahatkan otak saya dari berpikir serius. Ya udah tak usah banyak basa-basilah, langsung lihat laporanku tentang liburan hari ini. Let’s start it…..

Misi 1 : Tanah Lot

Tanah Lot ne....
Tanah Lot ne....

Sebenarnya tidak ada rencana untuk ke Tanah Lot, karena tujuan utama adalah Bangli. Kesepakatan mendadak untuk ke Tanah Lot yang membuat kita akhirnya mengambil jalan berputar, singgah sejenak ke Tanah Lot. Tanah Lot merupakan pura yang terletak diatas karang di tepi pantai dan termasuk pura ‘Sad Kahyangan’ atau pura-pura utama di Bali. Terletak di desa Beraban, kecamatan Kediri, kabupaten Tabanan, tidak terlalu jauh dari rumah saya, mungkin sekitar 45 menit dengan mobil, kalau naik sepeda atau jalan kaki saya tidak tahu ya berapa lama. :mrgreen:

Tanah Lot memang indah
Tanah Lot memang indah

Di sini terdapat ular suci penjaga pura, yaitu jenis ular laut yang beracun banget bahkan lebih beracun daripada kobra, menurut legenda ular ini merupakan sabuk/selendang dari Danghyang (baca : Sang Hyang) Nirartha yaitu orang yang mendirikan Tanah Lot, beliau meletakkan selendangnya sebagai tanda bahwa beliau pernah kemari. Tapi yang anehnya selain beracun ular ini jinak loh itu kata pengunjung lain yang pernah memegang ular tersebut, kalau saya sih tidak terima kasih :mrgreen: . Oh ya ada mitos di Tanah Lot, katanya kalau ke Tanah Lot dengan membawa pacar dijamin tidak akan langgeng 🙂 . Jadi, bagi yang punya pacar kalau mau ke Tanah Lot, pacarnya ditinggal di rumah aja ya :mrgreen: .

Misi 2 : Kawasan Batur

Trunyan

Trunyan dari kejauhan
Trunyan dari kejauhan

It’s my first time…. Kesan pertama takut banget, tapi daripada ditinggal sendiri di mobil ya mending ikut. Trunyan merupakan desa terpencil di tepi Danau Batur di daerah Kintamani, untuk menuju trunyan kita harus menyebrangi Danau Batur. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan perahu bermotor atau 2 jam dengan sampan (pake dayung euy). Trunyan merupakan desa Bali Aga (Bali Kuna), asal kata ‘Trunyan’ menurut warga di sini ada 2 versi. Pertama, warga di sini yakin kalau mereka adalah orang Bali Turunan yaitu leluhur mereka langsung ‘turun’ dari langit. Kedua, adanya pohon ‘Taru Menyan’ yang menyebarkan bau wangi. Saya rasa yang kedua lebih masuk akal 😆 .

Temgkorak...tengkorak... seribu tiga...
Temgkorak...tengkorak... seribu tiga...

Yang menarik di Trunyan adalah tradisi pemakamannya, tidak seperti daerah-daerah di Bali lainnya. Di sini mayat orang yang meninggal akan diletakkan begitu saja di atas tanah (mepasah) dengan ditutupi kain putih tanpa dikubur kecuali bagi mayat yang matinya tidak wajar (sakit, cacat, bunuh diri). Dan sama sekali tidak tercium bau busuk, menurut warga Trunyan hal ini terjadi karena adanya pohon ‘Taru Menyan’ yang dianggap menyerap bau busuk. Ada 3 jenis kuburan di sini, yang pertama adalah ‘Sema Wayah’ yang diperuntukkan untuk pemakaman mepasah, kedua adalah ‘Sema Bantas’ yang diperuntukkan untuk pemakaman dengan penguburan, dan yang terakhir adalah ‘Sema Nguda’ yang diperuntukkan untuk pemakaman mepasah dan penguburan. Dan satu lagi yang ada di sini adalah munculnya sesuatu yang sama sekali tidak ingin saya lihat sehingga membuat saya ingin cepat-cepat pergi dari tempat terkutukini 😕 . Perjalanan ke Trunyan ini akan menjadi ‘The First and The Last’ bagi saya. 🙄

Danau Batur

Danau Batur dan Gunung Batur, bagus ya...
Danau Batur dan Gunung Batur, bagus ya...

Ini sih masih di kawasan yang sama dengan Trunyan, bedanya sudah keluar dari Desa Trunyan, senangnya diriku 😆 :mrgreen: 😆 . Objek wisata di Kintamani ini lebih dikenal dengan Kawasan Batur yang terletak di ketinggian 900 meter (kalau tidak salah ukur sayanya :mrgreen: ). Di sini tentu aja yang bisa dilihat adalah keindahan ciptaan Tuhan. Hamparan air yang berkilau indah, langit yang cerah, betapa matahari tersenyum dengan cantiknya, gunung yang indah, betapa terasa semakin kecil diriku diantara semua lukisan Tuhan ini.

Toya Bungkah

Terletak di kaki Gunung Batur atau di sebelah Barat Danau Batur. Toya Bungkah merupakan sumber mata air panas alami yang airnya ditampung di kolam kecil dekat Danau Batur dan dimanfaatkan untuk berendam badan tidak hanya oleh penduduk sekitar, tapi juga wisatawan yang datang kemari kecuali saya dan teman-teman, yang kami lakukan hanya merendam kaki. Toya Bungkah dikelilingi alam yang indah dan karena dekat dengan Danau Batur maka pemandangan ke arah danau terlihat jelas serta kita dapat melihat desa Trunyan dari kejauhan yang dikelilingi perbukitan hijau yang indah. Di sini juga terdapat ‘Balai Seni Toyabungkah’ yang dibangun oleh seorang pujangga dan sastrawan terkenal ‘Sutan Takdir Ali Syahbana’.

Misi 3 : Goa Gajah

Pintu masuk Goa, kok dalemnya gelap ya???
Pintu masuk Goa, kok dalemnya gelap ya???

Goa Gajah, begitu dengar namanya mungkin ada yang berpikir di sini adalah goa tempatnya para gajah (waktu kecil saya berpikir begitu soalnya :mrgreen: ). Di Goa Gajah kita tidak akan menemukan seekor gajah pun. Goa Gajah merupakan peninggalan sejarah dinasti Udayana Warmadewa sekitar abad ke 11. Kata ‘Gajah’ yang digunakan sebagai nama goa sebenarnya berasal dari terjemahan kata ‘Kunjara’ yang merupakan nama gunung di India selatan. Goa ini berbentuk huruf T yang di dalamnya menyimpan peninggalan sejarah ‘Tri Lingga’ yang dipercaya sebagai lambang kesuburan dan patung ‘Ganesha’ sebagai lambang ilmu pengetahuan.

Pemandian dengan tujuh pancuran bidadari
Pemandian dengan tujuh pancuran bidadari

Selain itu di sini juga terdapat pemandian dengan tujuh pancuran berbentuk patung bidadari yang tidak pernah berhenti mengalirkan air. Ketujuh pancuran ini merupakan simbol dari tujuh sungai penting yang terdapat di India. Oh ya Goa Gajah terletak di desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar. Sebenarnya tak jauh dari Goa Gajah terdapat Istana Tampak Siring yang katanya milik Ir. Soekarno, tapi kita tidak singgah ke sana berhubung waktu yang sudah terbilang sore.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju rumah. Pulang… Pulang…. Pulang….
Hmm…. Sementara cukuplah kami menyelesaikan 3 misi untuk saat ini, nanti kalau libur lagi mungkin bisa menjajaki daerah Bali yang lain. :mrgreen: 😆 :mrgreen:

Advertisements

28 thoughts on “Jalan-jalan yukzzzzzzzz”

  1. Dan satu lagi yang ada di sini adalah munculnya sesuatu yang sama sekali tidak ingin saya lihat sehingga membuat saya ingin cepat-cepat pergi

    Apakah itu? 😕

  2. Dan satu lagi yang ada di sini adalah munculnya sesuatu yang sama sekali tidak ingin saya lihat sehingga membuat saya ingin cepat-cepat pergi

    Terlihat juga ya? Banyak? 😆

    Okay, kelihatannya satu hal kecil itu tidak terlalu berarti dibanding keseluruhan perjalanan. Kelihatannya menyenangkan… 😀
    & pulangnya bisa tidur malam kan? :mrgreen:

  3. @ lambrtz

    Ada sesuatu berseliweran dan sialnya hanya saya yang lihat, temen-temen yang lain nggak lihat. Bahasa kerennya ‘hantu’ atau nggak ‘setan’ 😕

    @ Fikri Faris

    iya, ada apa di trunyan? selain tengkorak2 itu?

    Ada Orang, Pohon Taru Menyan, Pura Turun Hyang, Rumah, Mayat yang berserakan (baru n’ lama), dan Hantu 😕

  4. @ jensen99

    Terlihat juga ya? Banyak? 😆

    Iya terlihat 😕 Kalo jumlah saya kan nggak ngitung, wong otak saya memerintahkan untuk segera pergi dari tempat itu. 😕 😕

    & pulangnya bisa tidur malam kan? :mrgreen:

    Nggak tau ne, sepertinya saya bakal begadang lagi nih hari ini 😕 😦

  5. seru……!!! saya jadi mau kesana u_u
    nanti kalau kesana (gak tau kapan) saya mampir kerumahnya mbak Rukia ya 😛

    jalan-jalan ke Trunyan kayaknya seru tuh… melihat mayat yang enggak dikubur hehehe… apa mbak sudah lihat ‘dalamnya’?? :mrgreen:

    saya jadi ingat goa yang isinya makam di Sulawesi klo gak salah

    🙂

  6. @ Fikri Faris

    Wah ndak taw ya mas 🙄

    @ joesatch yang legendaris

    Bersyukurlah anda tidak pernah melihatnya u_u

    @ grace

    Makanya ke sini, di sini wuenak buanget loh
    *lah kok malah ngomporin :mrgreen: *

    @ Ghani Arasyid

    Saya turut bersedih 😆

    @ info resep

    Jangan cuma pengen. Ayo nerangkat sekarang juga :mrgreen:

    @ kadek niti

    Yup =3

    @ dnial

    Ntar kalo backpacking ke sana nyulik kamu jadi guide saja ya?

    😯 nyulik saya??? 😕
    Kalo jadi guide sih boleh-boleh aja, tapi nyasar gak ditanggung coz saya juga gak hafal jalan. Kan kemana-mana dianter
    *anak pingitan* :mrgreen:

    btw setelah dibaca-baca, pengaruh India di Bali kuat ya?

    Yup, pengaruh india emang cukup kuat di Bali. Contohnya di Bali banyak pengikut Hindu Krishna.

    @ gentole

    Oh Bali, I misses Bali!

    So, ayo datang lagi :mrgreen:

    Eh tapi Lombok juga bagus. Sudah kesana?

    Belum 😦 Sulit sekali mendapat ijin keluar di keluarga saya. Maklum anak pingitan 😕 😦

    @ andyan

    trunyan…. pengen kesana beneran

    Silahkan… Silahkan…. saya gak ikutan 🙄

    kmren cuman sempet ke tanah lot doank, itupun nggak ada foto, huaaaaaa

    Tragis nian nasibmu nak nak :mrgreen:

    @ Liroesdy

    nanti kalau kesana (gak tau kapan) saya mampir kerumahnya mbak Rukia ya 😛

    boleh… boleh =3

    jalan-jalan ke Trunyan kayaknya seru tuh… melihat mayat yang enggak dikubur hehehe… apa mbak sudah lihat ‘dalamnya’?? :mrgreen:

    Lihat dalamnya apa? 😕 mayatnya bener-bener ditaruh di udara terbuka

    saya jadi ingat goa yang isinya makam di Sulawesi klo gak salah

    Ini maksudnya Goa Gajah? di dalam Goa Gajah isinya bukan mayat nggak sama dengan di Sulawesi. Isi Goa Gajah adalah Tri Lingga dan Patung Ganesha.

    @ hidayat

    Thanks… 😆

  7. kemaren sempet jalan di bali, tapi semua tempat yg tersebut di postingan ini belom pernah saia kunjungi 😐 *lagi2 menyesal sebagai orang bali coret* hehe

    ok. the other trip maybe….

  8. Trunyan, Gak dech cukup sekali dan gakmau balik lagiiiii….
    Datang Gak diundang Pulang ngibrit…..
    Tapi hawanya sejuk lhoo..

  9. saya rencana ke bali 26 Sep ’09, 2 malam 3 hari di bali, wisata mana aja yg mungkin bisa sy kunjungi?? satu yg pasti tarian bali bisa sy dapatkan dimana?? saya bermobil dg keluarga

  10. ehmmm bali emg mistis dan sakral selain keindahannya banyak cerita ttg bali yang sebenarnya harus kita lestarikan aq hanya bisa bilang ” bali is paradise ” hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s