Catatan Hidup, Life, Religi

Tuhan Tidak Adil???

Ini adalah cerita seorang tentang seorang temanku, anggap saja namanya Vivi. Vivi bekerja sebagai agen asuransi di salah satu perusahaan asuransi yang cukup ternama. Selama ini Vivi jarang bermasalah dengan rekan-rekan sesama agen asuransi, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa cukup banyak yang iri terhadanya karena keberhasilannya mencapai target. Masalah muncul ketika salah satu rekannya sebut saja Sonia merebut salah satu clien milik Vivi yang telah diprospek, sebenarnya hal ini cukup sering terjadi di seluruh bidang pekerjaan, saling bersaing secara tidak sehat, tetapi karena Vivi merasa tidak pernah melakukan hal seperti itu kepada rekan-rekannya tentu saja dia sangat kecewa selain itu clien ini lumayan besar preminya. Vivi bertanya atau lebih tepatnya curhat kepada beberapa teman dekatnya, kira-kira seperti inilah percakapan mereka (maaf kalo ada yang salah) :

Vivi : “Aku nggak pernah nyakitin orang tapi kok orang tega ya nyakitin aku”
Anto : “Mungkin secara nggak sadar kamu pernah nyakitin orang”
Vivi : “Nggak pernah, aku nggak pernah nyakitin orang”
Anto : “Atau kamu pernah nyakitin orang di kehidupanmu yang sebelumnya kali”
Vivi : “Nggak pernah” (ngeyel ceritanya)
Anto : “Mana kamu inget di kehidupan sebelumnya kamu ngapain”
Vivi : “Tapi aku nggak pernah”
Anto : “Kan kamu nggak tahu, kali aja ini karma dari kehidupanmu sebelumnya”
Tami : “Kalo aku sih nggak percaya reinkarnasi juga karma masa lalu” (dari tadi diem akhirnya buka suara juga)”
Anto : “Trus gimana dengan bayi-bayi yang lahir cacat, mereka kan nggak tahu apa-apa, kalau bukan karena karma kehidupan sebelumnya berarti Tuhan nggak adil dong”
Vivi : “Kalo aku dulunya binatang gimana?”

Itu sepenggal percakapan mereka yang bisa kuingat. Ada 2 hal yang ingin saya coba klarifikasi tentang sebutan Anto yang mengatakan Tuhan tidak adil dan tentang musibah yang sedang dialami oleh Vivi. Tentu saja saya mencoba mengklarifikasi hal ini hanya sebatas dari kemampuan saya dan keyakinan saya. Semua ini hanya pendapat saya pribadi dan saya yakin tetap ada kesalahan dengan pendapat saya ini, sehingga saya sangat menghargai pendapat berupa kritik, masukan, ataupun pengetahuan baru yang mungkin belum saya ketahui.

Pertama tentang Tuhan itu tidak adil. Seperti pendapat Anto tentang bayi-bayi yang terlahir cacat, apakah dengan begitu Tuhan itu tidak adil? Dalam keyakinan saya yang tidak mempercayai adanya reinkarnasi, saya tidak melihat itu sebagai ketidak adilan Tuhan. Dan bagaimana dengan pendapat Vivi yang mengatakan jika sebelumnya ia adalah seekor binatang? Ini bisa juga disebut Tuhan tidak adil kan. Kalau begitu apakah Tuhan bisa disebut Tuhan jika Ia tidak bisa bersikap adil? Lalu bagaimana?
Maaf kalau saya tidak setuju dengan pendapat Anto tentang reinkarnasi, karena seperti yang saya katakan dalam keyakinan saya reinkarnasi itu tidak ada. Dan masalah yang bayi-bayi yang lahir cacat bisa dijelaskan tanpa melibatkan tentang adanya kehidupan manusia sebelumnya. Dapat kita lihat berapa persen bayi yang lahir cacat setiap tahunnya *jujur saya tidak tahu presentasinya, tapi tak bisa dipungkiri jumlahnya cukup banyak* tapi pernahkah kita perhatikan berapa banyak anak yang lahir cacat dari kalangan mampu dan dari kalangan tidak mampu? Secara kasat mata pun terlihat bahwa lebih banyak anak-anak yang terlahir cacat dari kalangan keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Ada cukup banyak penyebab bayi lahir cacat, salah satunya adalah kurangnya nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil, faktor keturunan, infeksi virus dan bakteri selama kehamilan, zat-zat kimia, pemeriksaan kesehatan janin yang tidak dilakukan secara rutin, alkohol, rokok, obat-obatan, juga usaha pengguguran kandungan yang gagal. Lalu bagaimana dengan pernyataan Vivi, “Jika sebelumnya ia adalah seekor binatang? Tuhan memang memberikan otak kepada binatang, tapi tidak dengan akal, binatang tidak pernah mengetahui apakah yang dia lakukan salah atau benar. Apabila di kehidupan selanjutnya binatang ini diciptakan sebagai manusia dan akhirnya menerima karma yang katanya karena kesalahannya di kehidupan sebelumnya, apakah ini bisa disebut dengan adil? Tentu saja tidak, seharusnya Tuhan pun memberi binatang akal agar dia tahu kesalahannya, tapi kenyataannya Tuhan tidak melengkapi binatang dengan akal. Kalau begini kita hanya akan menyalahkan Tuhan atas semua derita di dunia dong.
Jangan pernah lupakan bahwa Tuhan selalu membekali manusia dan mahluk lainnya dengan kelebihan dan kekurangan. Apabila seorang bayi lahir cacat, lantas apakah itu berarti bayi tersebut tidak memiliki kelebihan?

Kedua adalah tentang musibah. Musibah atau bencana tidak ada seorangpun yang ingin mengalaminya, tapi apakah itu mungkin? Musibah janganlah hanya dilihat sebagai sebuah bencana, musibah bisa menjadi proses belajar untuk menjadi lebih baik, bisa menjadi sebuah ujian atas keimanan kita, atau sebuah teguran atas kealpaan kita, agar kita selalu ingat kepadaNya.
Mungkin hanya segini pandangan saya, sebenarnya ada beberapa kutipan yang saya ingat setengah-setengah dan saat dicari di google tidak saya temukan, jadilah saya tidak tulis, daripada salah :mrgreen:
Bagi yang mau nambahin, membantah, ngritik, dan lain-lain diperbolehkan kok 😉
Oya buat temen saya yang cerita saya tulis, maaf ya kalau ada yang kurang berkenan, atau saya salah dalam penyampaiannya 😉

—-
—-
PS : lupa, gambar dicuri dengan seenaknya dari google 😀

Advertisements

21 thoughts on “Tuhan Tidak Adil???”

  1. Walah, itu si Anto salah banget lah. 😐 Reinkarnasi? Gak masuk akal. Di agama kita gak ada itu reinkarnasi. Jadi, perihal “aku dulu binatang” jelas gak masuk akal.

    Prihatin sekali saya, masih banyak aja orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, terlepas dari siapa Tuhan-nya itu. 😡

    PENDAHULUAN :mrgreen:
    Tuhan itu adil, Mahaadil. Bisa dicari buktinya kalo memang manusia mau. Ada buanyaaak banget bukti dari yang simpel sampe yang rumit. Paling simpel, ada matahari ada bulan, ada malam ada siang, dan ada panas ada dingin. Semua keadilan ini ada untuk menjaga keseimbangan di dunia ini. Berkat keseimbangan itu pulalah bumi jadi bisa ditinggali.

    Mau bukti yang lebih gak simpel? Lihat aja makanan2 enak. Semua makanan enak pasti ada efek sampingnya, ada resiko yang harus ditanggung si pemakan. Contoh, cake dan kue-kue yang manis. Enak sih enak, hanya aja karena mengandung gula yang tinggi, bisa bikin gemuk dan penyakit gula. Sebaliknya, makanan yang gak enak pasti mengandung banyak manfaat. Contoh, pare dan tanaman herbal (daun jinten ato daun sambung nyawa). Pahit banget, memang, tapi manfaat untuk kesehatan sangat banyak. Saya yakin hal ini ada supaya manusia membatasi diri dalam mencari kenikmatan dunia.

    Cukup ini dulu buktinya, nanti komen saya kepanjangan. 😀

    Perihal anak-anak cacat, jangan dilihat hanya dari cacatnya di dunia ini aja. Pertama, percayailah bahwa ada kehidupan setelah dunia ini, yaitu akhirat (surga dan neraka). Dalam Islam, Allah Mahaadil, karena Allah memberikan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya yang cacat. Percaya deh, Allah ga akan menghukun hamba-Nya yang cacat sehingga ga bisa shalat dan ibadah lainnya. Malahan, jika seseorang cacat dan dia terus berusaha untuk beribadah, Allah akan memberinya pahala yang berlipat, jauh lebih banyak dari pada usaha seseorang tak cacat (sempurna). Bukankah ini menunjukkan betapa adilnya Tuhan?
    Saya pernah dengar ceramah tentang ini dulu dan pernah sempat juga membacanya di sebuah majalah, sayang sekali saya lupa sumbernya.

    Tinggal manusia aja yang berusaha untuk mencari, meyakini, dan mempercayai bahwa Tuhan itu Mahaadil.

  2. @ lambrtz

    Hehehe…mau komen ntar malah jadi preaching

    Kenapa atuh dik??? nggak kenapa-kenapa kok, space yang tersedia cukup banyak kan ya :mrgreen:

    @ Asop

    panjang bener… 🙄

    Walah, itu si Anto salah banget lah. Reinkarnasi? Gak masuk akal. Di agama kita gak ada itu reinkarnasi. Jadi, perihal “aku dulu binatang” jelas gak masuk akal.

    Saya sih tidak menyalahkan Anto atas keyakinannya yang setuju dengan Reinkarnasi, karena menurut keyakinan yang ia anut reinkarnasi itu ada, dan saya ckup menghormati pendapat dia. Yang saya soroti hanya pendapatnya tentang Tuhan itu tidak adil 🙂

    Tuhan itu adil, Mahaadil.

    Yup, bagiku Tuhan itu adil, Dia melengkapi yang kurang dan mengurangi yang berlebih, memberi penyeimbang dalam segala hal.

    @ Amd

    Ada pengaruh kultural ya dalam dialog ini? Secara mungkin karena dialognya terjadi di pulau tempat Mbak Rukia sekarang berada?

    Tidak. Memang keyakinan di pulau tempat saya tinggal mempercayai adanya Reinkarnasi. Tetapi, orang-orang yang terlibat dalam dialog tersebut semuanya pendatang kecuali saya tentunya, dan mereka juga bukan penganut keyakinan asli daerah saya.

    @ ghani arasyid

    saya gak mudeng yang beginian…

    Bagian mana yang nggak mudeng om ghani?

    agama saya tidak mengajarkannya

    tidak mengajarkan apa? reinkarnasi? atau tentang keadilan Tuhan?

  3. kalo bicara soal keadilan sih kaya gimana sih emang biar bisa disebut adil? semua orang punya kemampuan dan nasib yg sama? ntar ada yg bilang Tuhan nggak adil karena si X fisiknya lebih oke gitu, tapi klo sampe semua dibikin sama persis sampe fisiknya juga jadi serem dong.

    saya sih memandang musibah dan cacat2 itu sebagai cobaan dimana dilihat bagaimana kita mensikapi semua itu. jangan cuma dilihat kekurangannya aja, saya percaya orang dgn fisik cacat juga mempunyai kelebihan di hal yang lain kok. Tapi emang udah jadi sifat dasar manusia sih untuk ngiri dan ngomel kalo melihat kelebihan orang lain/ kekurangan diri sendiri

  4. Adil itu yang seperti apa.
    Kalau ada ibu dengan dua anak. Anak pertama badannya besar dan makannya banyak sementara anak kedua badannya kecil dan makannya lebih sedikit.
    Lalu ibu punya sepotong kue yang mau dibagi kepada dua anak itu.
    Pertanyaannya, mana yang adil:
    1. Membagi kue sama rata?
    2. Membagi kue sehingga anak pertama dapat kue lebih banyak karena kebutuhan makannya lebih banyak?
    😀

  5. Jya… dah lama g jjs ksini…
    klo mnurut sy si anto berkata “Tuhan tdk adil” untuk myakinkan tmn2ny akan kyakinannya ( klo beda y jlas g nyambung lah 😉 )
    n juga sbg bntuk mnyadrkan vivi utk tdk mngeluh brdsrkn kyakinanny…
    kr si vivi kan ngeyel…g pernah slh….jd ya…salah khdupan sblmy kalee…..heheheh

  6. Saya kira itu dialognya emang ada pengaruh latar belakang si partisipan yang beda-beda, tapi ternyata enggak ya? Jadi gak paham.

    Yah, tapi Mbak sendiri kayaknya terbawa latar belakang Mbak soal ketidakpercayaan mengenai reinkarnasi ya? Buat saya sendiri saya gak percaya reinkarnasi bukan karena kepercayaan sih tapi lebih karena apa yah…reinkarnasi itu gak jelas aja 😕 *plak*

    Eh, tapi. Soal bayi cacat itu emang problem yang umum ya. Permasalahan yang kemudian disangkut-pautkan ke kemahaadilan tuhan padahal yo hubungannya apa? Bisa aja tuhan kebetulan lagi kepingin ngebuat bayi seperti itu supaya orang jadi tahu mana yang cacat, mana yang sempurna. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang si bayi yang kurang beruntung itu mungkin dia bakal bilang tuhan itu gak adil sih :mrgreen:

    Udah, ah. Gak mau panjang-panjang :p

  7. Iya, tuhan kan Adil. Adilnya dia gak bisa dipahami dari sudut pandang manusia yang biasa.

    Seperti salah seorang teman saya yang terlahir tajir, tampan, dll. Banyak yang bilang kalau dia beruntung karena mempunyai segala macam yang ia punya. Padahal, ada sesuatu yang dia inginkan tapi gak tercapai.

    Teman saya itu punya saudara cacat. Kakinya kecil, tidak bisa jalan, kepalanya besar dan meski sudah berumur 12 tahun dia tidak bisa ngapa-ngapain. Teman saya ini sayang banget sama adeknya, dan satu-satunya yang paling diinginkan itu bukan kekayaan.ketampanan, tetapi kesembuhan adiknya. Sayang, sekarang adiknya sudah meninggal. Tuhan punya aturan yang sulit dipahami manusia 😦

  8. Sebelum mempertanyakan Tuhan adil atau tidak, marilah kita mempertanyakan Tuhan seperti apa yang ingin kita bicarakan? Yang kedua konsep adil itu sendiri, beda pemikiran beda versi. Benar sekali seperti yang dicontohkan Felicia

  9. tuhan sangat adil….coba bilang sama temannya untuk merenung lebih dalam lagi tentang hidup… 🙂 …hahaaaaa…sok tau ya?….tapi beneran tuhh…

    salam 🙂

  10. dalam kepercayaan saya Tuhan itu Maha Adill,
    dan kita kadang ngga bisa menilai yang kita terima dari Tuhan ini sudah adil belum 🙂

  11. assalamu’alaikum…
    manusia diciptakan dengan seempurna mungkin oleh Allah SWT.
    jadi apaial ada yang kasih comment tuhan ga adil mungkin ia perlu diajari bersyukur….

  12. jgn beranggapan tuhan ga adil, karna kita sendiri lah yang membuat kita merasa tuhan tidak adil .. karna semua yang jalanin kita .. tuhan maha adil dan maha mengetahui .. sabar

  13. Ada dua bayi (belum punya dosa),bayi pertama di takdir jadi Fir’aun,bayi kedua di takdir jadi Muhammad Rosul Allah, kasihan banget bayi yang pertama, enak banget bayi yang kedua.Maha Adil Engkau Ya Allah, tunjuki keadilanMu pada mahlukMu yang dhoif lagi bodoh ini, dalam konteks ini.Ada kawan yang bisa membantu ????Tolong jawab ya, cepat ya, lagi pusing nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s