Rekomendasi Buku, Resensi

Ichiyo’s Note

”Kau akan menjadi terkenal, mungkin wajahmu akan muncul dalam uang kertas Jepang suatu hari nanti, Ichiyo, dan kita tak akan miskin lagi!”
”Teruslah bermimpi, tapi hanya bermimpi, ya Kuni chan, paling tidak itulah yang dapat kita lakukan terus-menerus, karena mimpi itu gratis!”

Catatan Ichiyo
Catatan Ichiyo

Judul buku : Catatan Ichiyo. Perempuan Miskin di Lembar Uang Jepang

Judul Asli : A note From Ichiyo

Penulis : Rei Kimura

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tebal Buku : 280 Halaman

Tahun Terbit : Maret 2012, Cetakan Pertama

Sebuah mimpi kecil oleh Kuniko Higuchi yang tidak akan pernah dibayangkan akan benar-benar menjadi kenyataan oleh seorang Ichiyo Higuchi. Yang dimilikinya hanyalah sebuah keyakinan bahwa suatu saat dirinya akan menjadi salah satu penulis yang disegani di Jepang walaupun dirinya adalah seorang wanita. Ichiyo Higuchi merupakan putri kedua dari 5 bersaudara, diantara semua saudaranya Fuji, Sentaro, Toranosuke, dan Kuniko, Ichiyo yang memiliki nama kecil Natsuko merupakan satu-satunya anak yang tertarik pada bidang sastra.

Ichiyo kecil menunjukkan bakatnya bahkan saat usianya masih sangat muda, ayahnya Noriyoshi Higuchi sangat mendukung bakat anaknya hingga ia selalu melatih dan memberi anaknya buku-buku puisi dan sastra, serta mengadakan pertemuan pembacaan sajak untuk Ichiyo. Karena kegemarannya yang berlebihan terhadap buku dan sastra, Ichiyo kecil sering dianggap aneh dan dihindari oleh teman-temannya, dia tetap menghadapi semua dengan baik dan tidak menyerah untuk terus mengasah bakatnya, walaupun dirinya sering bertanya-tanya apa yang salah dengannya? Tapi suatu hari dia merasa senang karena akhirnya menemukan seorang teman yang memiliki minat yang sama dengannya. Masao, seorang anak laki-laki yang akhirnya terus bersamanya untuk membaca dan mendiskusikan buku-buku terbaru yang dibelikan ayah Ichiyo kepadanya. Namun, masa itu tidak berlangsung lama karena Masao harus pergi ke Hokkaido bersama keluarganya, dan Ichiyo kecil kembali sendiri.

Sejak Masao pergi, Ichiyo tidak lagi menggunakan nama kecilnya Natsuko, tetapi menggunakan nama penanya ”Ichiyo” yang berarti ”sehelai daun”. Ichiyo kembali menekuni rutinitasnya dengan kedisiplinan tinggi dari ayahnya dan ayahnya mengirimnya ke sekolah penyair Haginoya dibawah bimbingan Nakajima Utako. Namun semua berubah ketika kakaknya Sentaro terkena TBC dan akhirnya meninggal, kondisi ayahnya yang terus menurun karena kesedihan kehilangan anak laki-lakinya tidak membuat keadaan membaik. Akhirnya ayahnya menghembuskan napas terakhirnya dengan penyakit yang sama dengan Sentaro. Kehidupan Ichiyo berubah drastis, ia beserta adik dan ibunya harus sering berpindah tempat dan melawan kerasnya hidup. Semua pekerjaan dilakukan untuk tetap bertahan hidup dan meneruskan mimpinya. Ichiyo juga mendapatkan bimbingan dari seorang penulis novel terkenal di Jepang Nakarai Tosui, yang juga merupakan cinta sejati Ichiyo.

Setelah semua usahanya dibawah tekanan keadaan ekonomi keluarganya yang buruk serta pandangan meremehkan dari semua orang yang menganggapnya wanita aneh karena ambisinya untuk menjadi sastrawan wanita di Jepang. Ichiyo membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sastrawan wanita di jaman Meiji yang akan terus disegani atas karya-karyanya. Ia mendapatkan semua mimpinya di akhir-akhir masa hidupnya. Tak ada yang menyangka penyair terkenal yang memiliki pikiran tajam dan kemampuan besar dibidang sastra, menderita penyakit yang sama dengan kakak dan ayahnya serta kekurangan gizi. Penyakit tersebut terus menggerogoti tubuhnya hingga ia menghembuskan napas terakhirnya pada 23 November 1896 pada umur 24 tahun. Sejak saat itu, sajak dan novel-novelnya dibaca dan dihormati oleh warga Jepang. Beratus-ratus tahun kemudian wajahnya diabadikan pada mata uang kertas 5.000 yen Jepang cetakan tahun 2004. Ichiyo tidak akan pernah menyangka bahwa dirinya akan diabadikan pada sesuatu yang telah menyusahkannya sepanjang hidupnya, uang! Ia ada di mana-mana, menatap tenang kepada dunia yang membentang luas yang sekarang ia jelajahi dalam uang kertas 5000 yen Jepang, Ichiyo Higuchi menjadi kaya pada akhirnya. Ichiyo Higuchi adalah perempuan Jepang ketiga yang diabadikan pada mata uang Jepang setelah Empress Jingū pada tahun 1881 dan Murasaki Shikibu di tahun 2000.

Advertisements

1 thought on “Ichiyo’s Note”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s