Catatan Hidup, IIP, Life, My Diary

#NiceHomeWork 1 : Menuju Perubahan…

Setelah sekian lama blog ini vakum, akhirnya hari ini ditengok lagi. Bebersih dulu lah dari seluruh spam yang masuk sebelum memulai menulis lagi. Ya, akhirnya menulis kembali setelah 5 tahun tidak menulis. Ada cerita dibalik kembalinya saya menulis, sekian lama vakum karena kesibukan yang banyak menyita waktu (apa malas sih sebenarnya?) seperti pekerjaan di kantor, pekerjaan di rumah, mengurus suami dan anak, ternyata membuat saya menulis pun sulit 😦

Namun sejak bergabung bersama IIP saya jadi berusaha meluangkan waktu untuk kembali menulis walaupun masih berupa draft, dan hari ini karena ada Homework, yang harus ditulis melalui media internet entah itu blo, google doc, FB Notes, dll. Jadilah sekalian diangkat sebagai posting perdana setelah lama vakum dari kegiatan menulis blog.

Di IIP, Homework disebut sebagai #NiceHomeWork penambahan kata “Nice” di depan kata Homework, menandakan bahwa PR-nya harus dikerjakan dengan senang hati dan menggunakan hati 🙂

Untuk #NiceHomeWork kali ini, bertema tentang Adab Menuntut Ilmu, yuk langsung aja cuz dengan PR-nya supaya tidak semakin ngelantur. hehehe….. 😀

  • Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda Tekuni di Universitas Kehidupan ini?

Sebenarnya ada banyak ilmu di Universitas Kehidupan yang ingin saya tekuni, namun ada dua ilmu yang paling ingin saya kuasai. Yang pertama adalah Entrepreneurship karena berkaitan dengan passion saya di bidang kuliner khususnya baking. Yang kedua dan paling penting adalah ilmu mengenai Anger Management, ini sangat berkaitan dengan tumbuh kembang dan masa depan anak-anak saya kelak. jadi untuk #NHW kali ini saya akan fokud pada jurusan ilmu Anger Management

  • Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Alasan yang membuat saya sangat ingin mempelajari Anger management hingga saat ini adalah sifat saya yang memang temperamental, saya mudah sekali emosi, entah itu marah maupun menangis. Sewaktu belum berkeluarga saya menganggap remeh Anger Management ini. Setelah menikah, saya terkejut karena saya akan hidup bersama seorang suami yang memiliki perbedaan sifat dan prilaku yang tidak banyak saya ketahui. Dan itu bertambah buruk ketika putri pertama saya lahir. Sebagai ibu baru tidak mudah bagi saya untuk mengkondisikan diri saya sebagai seorang ibu dan madrasah pertama bagi putri saya, saya menjadi lebih sering stres, marah, dan menangis. Kebiasaan buruk saya ini ternyata berdampak nyata pada putri saya (2,5 th) ketika ia menunjukkan tatapan tajam penuh amarah saat keinginannya tidak terpenuhi. Entah bagaimana pandangan matanya selalu terngiang di pikiran dan benak saya. Dan hal ini menjadi motivasi terbesar saya bahwa saya harus dan harus bisa menguasai anger management. Selain untuk memperbaiki diri saya sendiri juga untuk memperbaiki apa yang sudah salah pada diri putri saya dan saya berharap dapat memutus mata rantai sifat temperamental pada diri anak-anak saya.

  • Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Saya bukanlah seorang pembuat strategi, entah strategi apa yang akan saya gunakan untuk menguasai anger management, saya hanya memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berubah, berubah menjadi ibu yang lebih baik bagi anak-anak saya. Hal ini membuat saya lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca, bertanya, dan mendengar, termasuk mendengarkan putri saya. Selain itu saya juga berusaha untuk menerapkan apa yang telah saya baca maupun saya peroleh tentang pengelolaan emosi ke dalam kehidupan sehari-hari saya.

  • Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Tidak ada jalan mudah menuju perubahan. Begitupun dalam menuntut ilmu, banyak sekali halangan baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Halangan terbesar datang dari diri sendiri yaitu sifat malas, tidak sabar, serta merasa paling tahu. Semua halangan itu baik sadar maupun tidak terkadang muncul selama proses belajar menuju perubahan yang lebih baik. Saya bersyukur Allah SWT mempertemukan saya dengan seorang laki-laki yang kini suami saya tentunya yang memiliki sifat sabar, jauuuhhh~ lebih sabar dari saya tentunya. Bersamanya saya berusaha untuk terus belajar dan berubah, mengosongkan dan membersihkan hati saya untuk perlahan-lahan mengikis sifat malas, merasa paling tahu serta tidak sabaran yang ada pada diri saya. Karena pada prinsipnya tidak ada ilmu yang instan, bahkan Mie Instan pun perlu dimasak terlebih dahulu untuk bisa disantap 😀

Terima Kasih… Semangat Menuju Perubahan…. 🙂 🙂 🙂

 

Advertisements

4 thoughts on “#NiceHomeWork 1 : Menuju Perubahan…”

  1. Alasan yang membuat saya sangat ingin mempelajari Anger management hingga saat ini adalah sifat saya yang memang temperamental, saya mudah sekali emosi, entah itu marah maupun menangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s