Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP, Melatih Kecerdasan

Bunda Sayang : Melatih Kecerdasan Anak Day 7

Hari ini adalah hari Sabtu. Hari dimana Ara selalu minta agar saya dan adiknya ikut menjemputnya di sekolah. Setiap berangkat sekolah Ara selalu berangkat bersama yangtinya (ibu mertua saya) yang memang guru di sekolah Ara. Hari ini kami terlambat menjemput Ara, karena kami (saya, suami, Dhira) harus menjemput Uti (ibu saya) terlebih dahulu. Uti mau kulakan (apa ya bahasa indonesianya?) Bahan jamu. Uti adalah pedagang jamu sejak saya dan saudara-saudara saya masih kanak-kanak. Biasanya jamu yang dijual adalah kunir asem, beras kencur, kunci sirih, temulawak, temu putih, sambiloto, dan ramuan (jamu mix kunyit, kencur, kunci, temulawak, puyang).

Sampai di sekolah, ternyata tinggal Ara dan seorang temannya yang belum dijemput serta semua guru. Ara yang awalnya sempat akan ngambek karena terlambat dijemput eh nggak jadi karena lihat utinya ikut jemput. “Uti sudah tau sekolahnya Cha?” Tanyanya girang begitu melihat utinya. Setelah pamit ke semua guru dan yangtinya, kami pun pulang sambil mengatakan kalau kita akan mampir ke pasar.

Sampai di pasar, Ara sibuk bertanya tentang segala hal. Mulai dari nama-nama rimpang bahan jamu utinya hingga ke semua jenis bumbu dapur yang dia lihat dan belum pernah diketahuinya. Di sini pertama kali Ara melihat Kabocha yang tetap disebut labu olehnya, paprika dengan sebutan apel, dan belajar membedakan ubi dengan singkong.

Setelah selesai berbelanja, kami mengantar uti pulang sembari makan siang di rumah uti, karena saya nggak masak jadi nebeng makan di rumah ibu 😂. Setelah makan mampir lah kita ke tempat kakung dan yangti. Ternyata yangti sudah pulang kirain masih di sekolah. Dan Ara merengek minta jalan-jalan ke lapangan. Saya bilang ini masih siang bolong, panas. Tapi anaknya tetap ngeyel minta ke lapangan sekarang. Duh tar kamu gosong main siang-siang panas-panas. Pertama mintanya ke lapangan renon yang jauhnya hampir 15km dari rumah, akhirnya dinego ayah ke lapangan Lumintang aja yang cuma 2km dari rumah.

Sepedanya dimasukin mobil. Katanya mau main sepeda di lapangan. Ayah memutuskan membawa Ara ke Taman Lalu Lintas yang ada di Lapangan Lumintang. FYI, di Lumintang ada 2 lapangan, yang satu dikenal sebagai Taman Kota dan satu lagi Lapangan Lumintang. Sampai di Taman Lalu Lintas, ayah bilang Ara boleh naik sepeda sesukanya. Karena kebetulan kemari saya pun lantas menjelaskan tentang rambu-rambu lalu lintas.

Taman lalu lintas didesain seperti jalan raya, jadi ada traffic light, zebra cross, zona sekolah, halte bis, rambu-rambu larangan dan rambu petunjuk, trotoar, tempat parkir, juga taman. Saya mengenalkan setiap rambu yang Ara lewati dan berusaha menjelaskan sebisa saya setiap rambu yang ditanya Ara agar Ara paham maksud serta tujuan rambu itu ada. Saya tidak berharap Ara akan hafal, tapi setidaknya jika nantinya Ara bisa mengendarai sepeda motor/mobil Ara dapat menjadi pengguna jalan yang tertib berlalu lintas.

.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke7

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

.

.

NB : gambar diambil dari website Dinas Perhubungan Kota Denpasar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s