Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP, Melatih Kecerdasan

Bunda Sayang : Melatih Kecerdasan Anak Day 10

Setelah selesai memandikan Dhira, saya membangunkan Ara untuk Sholat Subuh bersama dan persiapan ke sekolah. Saat saya bangunkan, Ara berkata bahwa dia capek, nggak mau sekolah, mau tidur aja. Oke, tapi saya mengajaknya untuk tetap bangun untuk sholat. Dengan lesu Ara bangun dan bilang habis sholat mau tidur lagi. Baiklah, deal. Selepas sholat subuh bersama, Ara benar-benar kembali ke kamar untuk tidur. Saya bertanya “Cha nggak mau sekolah hari ini?”. “Iya, Cha capek bunda, sakit ni punggungnya” jawabnya. “Cha mau pijet?”. “Mau, Cha pijet aja ya bunda”. Okelah, saya meminta ayah untuk menelpon yangti dan mengatakan bahwa Ara hari ini tidak sekolah.

Pagi ini kami pun mengantar Ara ke tukang pijat bayi langganan, sekalian mijetin Dhira adiknya. Setelah pijat, saya bertanya “Masih sakit punggungnya?”. “Nggak, sudah nggak sakit bunda”. Menurut si mbah, Ara bolak-balik jatuh. Ya gimana nggak bolak-balik jatuh, lah wong tempat orang main skateboard dijadiin perosotan sama dia, beret semua tangannnya, naik sepeda ngebut-ngebut, akhirnya jatuh karena keseimbangan nggak bagus, lari-lari, dan masih banyak lagi, blas nggak diam ini anak 😥.

Dari tempat pijat, kami menuju rumah kakung. Ada kenari kecil yang belum diberi makan karena stok makanannya habis. Ara membeli makanan kenari, kemudian bersama ayahnya dia belajar memberi makan kenari. Ayah pesan pada Ara, bahwa burung Kenarinya berada di bawah dan Ara diminta untuk menjaga Kenari kecil dari gangguan kucing. Dengan semangat 45 Ara duduk dan menjaga si Kenari sambil dia nyuruh-nyuruh kenari untuk bernyanyi supaya adik Dhira nggak nangis katanya. Tiap ada kucing mendekat Ara langung berlari mengejar si kucing.

Bosan dengan kegiatan menjaga burung Kenari, Ara masuk ke toko dan menata semua sangkar kecil (menjejernya). Ketika saya tanya kenapa dijejer, Ara bilang supaya rapi. Good little girl 😙. Selesai menata sangkar, Ara beralih ke kulkas kakungnya. Saya pikir dia mau cari cemilan atau susu, ternyata dia sibuk menjajar ulang telur-telur dalam kulkas. Memasukkan semua buah rambutan ke kulkas, supaya dingin katanya dan memindahkan bahan mentah (lombok, wortel, bombai, paprika, jagung) ke rak lain di dalam kulkas. Saya bilang “nanti yangti bingung loh kalau mau masak”. Dia menjawa “Nggak, Cha cuma lapiin aja, Belankatan semua ini lo”. “Apa Cha? Belankatan? Apa itu?”. “Belankatan bunda” (sambil manyun). “Berantakan” kata saya. “Belankatan” ucapnya. “Be-ran-ta-kan” eja saya. “Be-lan-ta-kan” Ara mengikuti. “Ya itu. Apa tadi?” Tanya saya lagi. “Belantakan” jawabnya. Dan saya tertawa 😂.

Sibuk sekali Ara hari ini, sibuk menjejer sandal, menjejer toples di meja, sampai menjejer alat make up yantinya di kamar kakung dan yangti 🤣. Jadi judul proyek hari ini adalah merapikan rumah ala Ara 😅.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke10

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s