Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP, Melatih Kecerdasan

Bunda Sayang : Melatih Kecerdasan Anak Day 9

Hari ini senin 15 januari adalah Hari Raya Siwaratri bagi umat Hindu di Bali. Dan kebetulan juga kantor saya libur 2 hari. Senin dan selasa besok. Sebenarnya libur fakultatif, jadi yang non Hindu tetap masuk. Tapi karena saya adalah satu-satunya non Hindu, maka saya ikutan libur 😁. Hari ini Ara sekolah seperti biasa dengan yangtinya. Saya hanya pesan kalau urusan saya di Kantor pajak selesai tepat waktu, maka saya yang akan menjemput Ara di sekolah. Dan Alhamdulillah urusan saya selesai sebelum jam bubaran sekolah Ara. Saya langsung menuju sekolah Ara.

Di sekolah saya sembunyi sambil memperhatikan kegiatan Ara. Karena kalau sampai ketahuan Ara, Ara bakalan ngekor saya dan nggak mau masuk kelas. Seperti yang saya bilang di awal, kami menyekolahkan Ara bukan karena tren anak sekolah dini, tapi lebih karena nggak ada yang jagain Ara. Sedih? Ya, dinyinyirin orang? Sering. But, life must go on. Prinsip saya, saya akan berusaha menjadi ibu terbaik bagi Ara, bukan terbaik bagi orang lain. Semua tindakan yang kami ambil sudah kami sekeluarga diskusikan terlebih dahulu.

Ara keluar dari kelas sambil menjinjing tasnya. Saya tanya “Cha sudah keluar?”. “Eh ada bunda. Sudah, Cha sudah kelual. Bunda ayo pulang”. “Lha temen yang lain belum keluar gitu” ucap saya. “Cha sudah bisa jawab yang dikasih bu gulu” jawabnya. “Emang dikasih pertanyaan apa?”. “Disuluh sebutin huluf”. “Cha bisa?”. “Bisalah makanya Cha sudah kelual. Bunda ayo pulang, eh tapi Cha mau beli mainan dulu”. “Top deh anak bunda bisa jawab, ayo pamit sama bu guru sama yangti dulu, trus itu jaket sama helmnya mana?”. “Di yangti lah” (trus anaknya ngeloyor ke dagang mainan di depan sekolah).

Setelah beberes perlengkapan Ara yang ternyata disebar di kelas, kami pun pulang. Dan mampir ke toko peralatan rumah tangga untuk membeli botol minum. Semua botol minum bersedotan Ara rusak, karena digigitin sedotannya. Juga mampir ke toko alat tulis membeli buku mewarnai, Ara bilang bukunya sudah habis. Dia mau buku mewarnai baru.

Proyek kali ini adalah mewarnai. Ara suka mewarnai, walaupun terkadang sering asal mewarnainya. Dan saya pun tidak pernah meminta Ara untuk mahir mewarnai. Saya sadar dia baru 3 tahun. Yang penting anaknya mau. Maka semua karyanya bagus walaupun tampak aneh bagi orang dewasa.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke9

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s