Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘IIP’ Category

Setelah beberapa hari Ara bangun pagi nggak pake nangis, eh pagi ini bangun tidur langsung nangis. Ayahnya sudah bilang kalau saya lagi masak, tapi Ara tetap nangis minta sama saya. Akhirnya ayah menggantikan saya masak dengan petunjuk dari saya. Setelah proses negosiasi yang alot dengan Ara, akhirnya Ara setuju untuk ikut saya ke dapur kalau nggak mau saya tinggal masak. Jadilah pagi ini Ara ikutan masak, saya beri dia sedikit sayuran dan bawang untuk dia potong-potong dan ulek-ulek dengan ulekan kecilnya (aslinya ulekan kecil ini buat bundanya bikin bumbu rujak 😁).

Saat adzan subuh berkumandang tepat saya juga telah selesai masak. Saya bertanya pada Ara, apakah dia mau mandi duluan atau adiknya duluan. Ara menjawab bahwa adiknya yang mandi duluan. Jadi setelah melaksanakan Sholat Subuh saya langsung memandikan Dhira terlebih dahulu. Ara yang melihat adiknya saya pijat otomatis minta dipijat juga seperti adiknya. Setelah saya memijat Ara, Ara kemudian mandi sendiri sambil saya perhatikan dan sedikit koreksi bagian mana yang belum dia bersihkan. Kalau untuk sikat gigi, saya masih membantunya. Setelah saya selesai menyilat giginya, Ara langsung meminta untuk menyikat giginya sendiri. Hari ini Ara minta sarapan roti dengan selai cokelat, nggak mau sarapan nasi katanya. Okelah saya siapkan yang dia inginkan, sambil memperhatikannya merapikan tas sekolahnya. Memasukkan bekal makan dan minumannya serta semua mainan yang bisa dimasukkan ke dalam tas 😂. Saya mengatakan kalau Ara boleh bawa 1 jenis mainan saya, tidak boleh bawa banyak-banyak. Ara minta 3, saya tetap bilang 1. Akhirnya Ara minta 2 saja, dan setelah saya pikir bolehlah toh Ara sudah mengalah dengan mengurangi mainan yang ingin dia bawa. Dan disetujui Ara boleh bawa 2 jenis mainan yang kecil ke sekolah. Saat akan berangkat, saya meminta Ara menggunaka sandal karena hari ini hujan deras. Ara bertanya “nggak pake sepatu bunda? Cha kan mau sekolah”. Saya jawab “Hari ini Cha boleh pakai sandal, hujannya deras sekali”. Di sekolahnya semua sandal dan sepatu wajib dilepas, jadi murid-murid tidak ada yang menggunakan alas kaki di kelas.

Sepulang sekolah Ara juga kehujanan dan sampai rumah dalam keadaan basah kuyup (padahal pakai jas hujan). Sampai rumah dan ganti baju, Ara minta ke rumah kakungnya untuk makan. Jadilah dia diantar ayahnya ke rumah kakungnya cuma untuk makan siang. Dan makan sendiri tentunya 😁. Diajak pulang ayahnya nggak mau, minta nunggu saya dan dijemput saya katanya. Saat jam kantor selesai (untung nggak lembur) saya langsung menjemput Ara di rumah kakungnya. Diperjalanan pulang, Ara minta mampir ke alfamart untuk beli jajan katanya. Saya mampirin dan bertanya mau beli apa, Ara cuma bilang beli jajan enak (jajan apa coba). Sampai di dalam Ara minta beli 2 jenis snack, saya bilang boleh belo 1 aja. Dia tetap minta 2, saya bilang Ara beli 1 atau tidak beli sama sekali. Akhirnya Ara mau beli 1 jenis snack, ya mungkin dia berpikir daripada nggak beli sama sekali 😂

#Hari12

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Read Full Post »

Hari minggu adalah hari bangun agak siang buat saya. Yang biasanya saya bangun 03.30 pagi jadi mundur sejam 04.30 pagi. Ya karena Saya, suami dan Ara pada libur jadi tidurnya dipanjangin dikit (tidur saya maksudnya 😁). Pagi ini rencananya mau anter Ara ke Masjid Sudirman karena sekolahnya sedang ada lomba di sana. Eh Aranya kagak mau, Ara nggak mau ikutan lomba mewarnai maupun fashion show. Katanya dia mau ikut lomba lari, nah masalahnya nggak ada lomba lari. Setelah dijelaskan, anaknya memilih nggak mau ke sana (padahal bundanya pengen karena ada bazar dan bisa cuci mata sekalian dong ya).

Pagi ini Ara ikut ayahnya ke rumah kakungnya, ayahnya mau renovasi kios di depan rumah kakung, mau nyemen-nyemen dikit. Ya sudah berangkatlah itu ayah anak tanpa mandi dulu. Katanya entar juga kotor lagi 🙈. Menurut laporan ayahnya, Ara ikut bantuin nyemen, entah bagaimana jadinya dah itu proyek semen-menyemen dan setelah kotor semua kena semen (tapi kalo nggak kotor nggak belajar kan ya) Ara baru mau mandi. Mandi sendiri pake air dingin. Cuma di rumah kakungnya nih Ara mau mandi pake air dingin 😑

Ara dan ayahnya pulang sebelum adzan Dhuhur, karena akan ada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di perumahan kami. Selepas Dhuhur kami berangkat ke tempat acara Maulud Nabi, di sana Ara rajin amat ngerapiin sandal-sandal para jamaah yang berserakan serta nggak lupa negurin orangnya yang asal-asalan naruh sandal. Saya liatnya pengen ketawa karena berani betul itu bocah, dan yang ditegur pun manut aja gitu sama Ara lalu meletakkan sandalnya dengan benar. Sayang saya nggak sempat ngerekam kejadian ini karena rempong gendong bayi dan hapenya di tas 😀. Selain berani negur, Ara juga berani ngomong ke orang lain saat menginginkan sesuatu, biasanya ngekor aja gitu sama bundanya dan selalu bilang kalau bunda aja yang bilangin. Tapi barusan, saat Ara mau kue mendut seperti yang teman-temannya makan, dia bilang “Bunda, Cha mau kue itu”. Saya jawab aja “Nah tuh di depan ada kakak sama bude yang jaga kue, Cha bilang ke budenya kalau Cha mau minta kue. Tadi Cha dikasih sama kakaknya nggak mau kan”. Ara menjawab iya dan langsung jalan ke tempat yang saya tunjukan, tapi sambil belok dulu ngerapiin sandal 😂. Saya perhatikan dari tempat saya duduk, kalau Ara bicara dan berhasil mendapat kue yang dia inginkan. Sama halnya saat anak-anak pada rebutan telur maulud, Ara yang lihat anak-anak rame langsung ikutan ngumpul. Ternyata anak-anak itu pada ngambilin permen lolipop di pohon telur. Ara nggak bisa ngambil karena permennya terlalu tinggi, lalu dia melihat ke arah saya dan bilang “bunda, pelmennya tinggi, Cha nggak sampe”. Saya hanya menjawab “minta tolong sama kakak di situ untuk ambilin” tanpa saya bangun dari tempat duduk saya. Saya mau lihat apakah Ara akan berani bicara. Ternyata Ara berani. Ara mencolek-colek tangan kakak di sebelahnya dan bilang “tolong ambilin pelmen untuk Cha”. Si kakak yang dicolek pun mengambilkan, dan saya lihat Ara tidak lupa mengucapkan terima kasih lalu dia kembali ke tempat saya. Saya tanya “Kok permen yang diambil, nggak ngambil telurnya?”. Ara menjawab “Telulnya nanti, sekalang pelmen dulu”. Okelah nak 😊

#Hari11

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Hari ini Ara terlambat bangun. Tapi itu juga gara-gara bundanya telat bangun. Alarm sudah bunyi tetap aja nggak bangun 😂

Pagi ini Ara tetap konsisten untuk bangun pagi tanpa menangis dan mandi sendiri. Ara pun menyiapkan tasnya sendiri. Setelah selesai mandi, dia sibuk mencari mukenanya. Saat saya tanya sedang apa, Ara menjawab “Cha mau cali lukuh. Nanti sholat belsama di sekolah” . Berangkat sekolah pun Ara nggak rewel dan mau diantarkan oleh ayahnya, walaupun awalnya dia tetap minta saya yang mengantar. Namun setelah saya katakan bahwa adik sendirian di rumah dan uti sedang tidak ada, Ara mau mengerti dan bersedia berangkat bersama ayahnya. Karena saya libur, maka pulang sekolah saya ikut menjemput Ara. Dia terlihat senang. Dan sepanjang hari ini Ara alhamdulillah dapat melakukan semua kegiatannya sendiri seperti merapikan mainan di rumah kakungnya setelah dia bermain. Dia pun dengan senang hati menjaga adiknya saat saya minta bantuannya.

#Hari10

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Kemarin Ara ngambul sama bundanya, hari ini sama ayahnya 😂

Bangun tidur langsung ogah digendong ayahnya, semua serba sama bunda. Tapi Alhamdulillah Ara tetap belajar mandiri. Bangun tidur langsung mandi sendiri tentu masih saya dampingi. Ke sekolah pun nggak rewel sama Yangtinya. Tapi ada laporan lucu dari ayahnya, saat di sekolah ada praktek sholat dhuha. Semua anak sholat di dalam kelas, nah karena Ara nggak mau sholat di belakang akhirnya Ara milih sholat di luar kelas sendirian. Ini anak karena selalu ikut sholat ayahnyake masjid jadi taunya dia kalau sholat di depan 🙈

Pulang sekolah nggak mau ke rumah kakungnya, minta pulang ke rumah katanya mau jagain adiknya. Beberapa hari ini Ara lebih mandiri walaupun masih sering saya atau ayahnya bantu. Makan siang pun selalu makan sendiri. Dan karena ini hari Jumat, tentu saja Ara ikut ayahnya sholat Jumat 😅 dan seperti biasa yang dibaca selama sholat adalah surat Al Fatihah dengan suara keras khas anak-anak 🙈

Sore selepas Ara main bersama teman-teman di sekitar perumahan, Ara juga mau mandi sendiri. Hari ini pun Ara membacakan buku cerita untuk adiknya. Setelah lelah membaca untuk dirinya serta membacakan cerita Ara tertidur (efek nggak mau disuruh tidur siang).

#Hari9

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Hari ini Ara ngambul sama bundanyaaa~

Tumben-tumbennya Ara ngambul sama saya, dari yang biasanya semua harus sama saya, hari ini sama sekali nggak mau. Beberapa hari ini Ara sudah bisa bangun pagi tanpa menangis walaupun tetap minta digendong, tapi pagi ini dia nggak mau digendong saya melainkan minta gendong ayahnya. Entah kenapa itu anak bad mood sama saya. Dari pagi sampe sore nggak mau sama bundanya. Baru deket-deket mau tidur tadi minta dibuatin susu sama bunda, itu juga karena ditinggal ayahnya pengajian.

Walaupun sedih karena Ara ngambul sama saya, tapi itu semua sepertinya membawa hikmah. Hari ini semua Ara kerjakan sendiri, ayahnya hanya membantu sedikit. Saya? Otomatis nggak bantu. Lah wong dipanggil aja anaknya langsung manyun apalagi dibantuin. Jadi deh saya cuma liatin doang sambil kasih instruksi nggak langsung kalau Ara bingun cara mengerjakan sesuatu.

Sehabis mandi sendiri, Ara belajar pakai baju sendiri, dan nggak cukup bajunya. Saya cuma bilanh itu resletingnya dibuka dulu, dan dijawab manyun sama si bocah walau dikerjakan apa yang saya katakan.

Siang saat saya pulang ke rumah untuk memberi ASI dan memompa ASI adiknya, saya lihat Ara di rumah. Saya kira dia di rumah kakungnya, ternyata menurut laporan ayahnya Ara kangen sama adiknya. Saya tanya “Loh Cha di rumah. Nggak ke rumah kung hari ini?” dan dijawab hanya dengan lirikan. Duh salah apa ya saya kok diambulin lama amat. “Wah, Cha lagi makan ya?” tanya saya berusaha membuka percakapan. “Bunda ni sudah tau nanya lagi. Nanya terus” jawabnya, kapan saya nanya terusnya ya *bingung*. “Ya bunda kan cuma nanya. Cha makan pakai apa? Kelihatannya enak”. “Ni lo pake telul sama mi, bunda ambil sendili dong di dapul”. Ya Allah galak amat ini bocah. “Ya deh nanti bunda ambil sendiri. Cha pinternya ya sekarang sudah pandai makan sendiri” puji saya sambil berusaha ngerayu supaya nggak ngambul sama saya lagi 😥

Sampai tulisan ini diturunkan (ciee bahasanya diturunkan) saya tetap gagal paham kenapa Ara ngambul sama saya. Anaknya ditanya nggak mau jawab malah manyun. Tapi ya sudah semoga besok pagi Ara nggak badmood lagi sama emaknya. Tapi Ara seharian ini mandiri, semua bisa dilakukannya sendiri. Cuma ya mandiri mbok nggak pake ngambul sama bundanya. Kalau tiap ngambul sama bundanya baru mandiri, repot juga 😒

#Hari8

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Sounding saya hari ini gagal. Pagi tadi Ara bangun dengan menangis dan rewel. Saya nggak diijinin masak maupun melakukan kegiatan lain, hanya boleh memeluk dan mengeloninya. Baiklah mari diikuti saja kemauan gadis cilik ini. Akhirnya suami yang menggantikan saya masak dengan instruksi dari saya. Untungnya semua bumbu sudah saya siapkan. Begitu adzan subuh terdengar, Ara otomatis meminta saya memandikan adiknya. Ara nggak mau mandi sebelum adiknya mandi 😂. Namun dengan kesadaran penuh setelah saya selesai memandikan adiknya, Ara bersiap mandi dan melepas bajunya sendiri.

Hari ini sepulang sekolah Ara minta main di arena permainan anak di RTH Janggan di daerah Renon Denpasar. Setelah puas bermain, Ara tidak mau pulang melainkan meminta ayahnya mengantarkannya ke kantor saya. Jadilah siang ini Ara main di kantor. Karena ke sekolah, Ara dipakaikan pampers oleh ayahnya dan di kantot saya tadi Ara bilang mau pup dan menggeret saya ke toilet. Saya pikir Ara akan BAB di pampers ternyata tidak, Ara duduk di toilet dan BAB. Saya katakan padanya “Ara nggak usah pake pampers ya, pampersnya penuh tapi Ara nggak bawa pampers baru” dan si gadis kecil ini setuju. Selama di kantor, Ara selalu bilang jika ingin BAK maupun BAB. Toilet training dadakan ini Alhamdulillah berhasil 😊

#Hari7

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Sebagai ibu bekerja, saya sadar kalau saya tidak punya banyak waktu untuk membersamai anak-anak saya, terutama Ara yang baru saja menjadi seorang kakak. Kadang saya menaruh ekspektasi tinggi pada gadis 3 tahun itu yang pada akhirnya membuat saya terkadang keras kepadanya. Namun yang sering saya dapati adalah usaha Ara yang berusaha mengikuti pergerakan cepat saya. Sebelum-sebelumnya saya selalu kesal jika Ara terlambat bangun pagi, karena saya terburu-buru ke kantor. Dan ini adalah hari ke-6 Ara berhasil bangun pagi tanpa menangis setelah saya mencoba untuk bicara perlahan malam sebelumnya. Walaupun Ara selalu minta digendong saat dia bangun. Pagi ini pun Ara meminta mandi sendiri dan justru saya yang tetap membantunya untuk membersihkan bagian-bagian tubuh yang Ara belum sampai untuk membersihkam seperti punggung. Selain itu Ara juga sudah bisa memakai bajunya sendiri walaupun masih sering kesulitan memasukkan tangannya ke lengan baju, terutama untuk baju berlengan panjang.

Hari ini Ara berangkat ke rumah Yangtinya dengan saya, dari sana Ara langsung berangkat sekolah bersama Yangtinya. Pagi ini Ara tidak mau sarapan, katanya dia ingin sarapan di sekolah bersama teman-temannya. Jadi saya pun menyiapkan bekal sarapan dan makan siang untuknya. Sekitar jam 10pagi tadi, saya dapat laporan baik dari Ayah juga Yangtinya. Ara tidak rewel di sekolah, Ara pun ikut dan mau mengikuti dan fokus ketika kegiatan mewarnai dan meronce di sekolah. Pulang sekolah pun Ara tidak rewel saat bersama Kakungnya. Laporan dari Kakungnya, Ara mau makan sendiri dan selalu mengatakan apa yang dia inginkan. Seperti ketika Ara ingin beli coklat, dia bilang ke Kakungnya untuk diantar ke warung.

Biasanya jam pulang kantor saya adalah 15.30, namun karena sekarang adalah akhir tahun, saya selalu terlambat pulang karena lembur. Posisi saya sebagai bendahara pengeluaran mengharuskan saya menyelesaikan banyak transaksi sebelum tahun anggaran berganti. Jadi saya hanya mampu memantau Ara melalui orang-orang yang saya percayai. Menurut laporan Kakungnya juga saya tahu bahwa Ara mandi sendiri sore ini. Kakung dan Yangtinya tidak diijinkan membantunya. Dari kantor saya langsung menuju rumah mertua saya untuk menjemput Ara, namun si gadis kecil itu tidak mau pulang bersama saya. Katanya dia masih ingin main bersama temannya, memang sedang ada tamu di rumah mertua yang kebetulan si tamu bersama anak-anaknya. Ara bilang mau pulang sama ayah saja. Saya kemudian berkata padanya bahwa bunda harus pulang sekarang, karena adik menunggu di rumah. Ara pun mengijinkan saya pulang lebih dulu dengan syarat Ara minta digendong dulu. Selama perjalanan menuju rumah saya berpikir betapa saya salah membuat Ara mengikuti ritme kerja saya dan Ara sangat berusaha mengikuti ritme saya. Betapa saya sayang pada Ara :*

#Hari6

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Read Full Post »

Older Posts »