Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘IIP’ Category

Setelah selesai memandikan Dhira, saya membangunkan Ara untuk Sholat Subuh bersama dan persiapan ke sekolah. Saat saya bangunkan, Ara berkata bahwa dia capek, nggak mau sekolah, mau tidur aja. Oke, tapi saya mengajaknya untuk tetap bangun untuk sholat. Dengan lesu Ara bangun dan bilang habis sholat mau tidur lagi. Baiklah, deal. Selepas sholat subuh bersama, Ara benar-benar kembali ke kamar untuk tidur. Saya bertanya “Cha nggak mau sekolah hari ini?”. “Iya, Cha capek bunda, sakit ni punggungnya” jawabnya. “Cha mau pijet?”. “Mau, Cha pijet aja ya bunda”. Okelah, saya meminta ayah untuk menelpon yangti dan mengatakan bahwa Ara hari ini tidak sekolah.

Pagi ini kami pun mengantar Ara ke tukang pijat bayi langganan, sekalian mijetin Dhira adiknya. Setelah pijat, saya bertanya “Masih sakit punggungnya?”. “Nggak, sudah nggak sakit bunda”. Menurut si mbah, Ara bolak-balik jatuh. Ya gimana nggak bolak-balik jatuh, lah wong tempat orang main skateboard dijadiin perosotan sama dia, beret semua tangannnya, naik sepeda ngebut-ngebut, akhirnya jatuh karena keseimbangan nggak bagus, lari-lari, dan masih banyak lagi, blas nggak diam ini anak 😥.

Dari tempat pijat, kami menuju rumah kakung. Ada kenari kecil yang belum diberi makan karena stok makanannya habis. Ara membeli makanan kenari, kemudian bersama ayahnya dia belajar memberi makan kenari. Ayah pesan pada Ara, bahwa burung Kenarinya berada di bawah dan Ara diminta untuk menjaga Kenari kecil dari gangguan kucing. Dengan semangat 45 Ara duduk dan menjaga si Kenari sambil dia nyuruh-nyuruh kenari untuk bernyanyi supaya adik Dhira nggak nangis katanya. Tiap ada kucing mendekat Ara langung berlari mengejar si kucing.

Bosan dengan kegiatan menjaga burung Kenari, Ara masuk ke toko dan menata semua sangkar kecil (menjejernya). Ketika saya tanya kenapa dijejer, Ara bilang supaya rapi. Good little girl 😙. Selesai menata sangkar, Ara beralih ke kulkas kakungnya. Saya pikir dia mau cari cemilan atau susu, ternyata dia sibuk menjajar ulang telur-telur dalam kulkas. Memasukkan semua buah rambutan ke kulkas, supaya dingin katanya dan memindahkan bahan mentah (lombok, wortel, bombai, paprika, jagung) ke rak lain di dalam kulkas. Saya bilang “nanti yangti bingung loh kalau mau masak”. Dia menjawa “Nggak, Cha cuma lapiin aja, Belankatan semua ini lo”. “Apa Cha? Belankatan? Apa itu?”. “Belankatan bunda” (sambil manyun). “Berantakan” kata saya. “Belankatan” ucapnya. “Be-ran-ta-kan” eja saya. “Be-lan-ta-kan” Ara mengikuti. “Ya itu. Apa tadi?” Tanya saya lagi. “Belantakan” jawabnya. Dan saya tertawa 😂.

Sibuk sekali Ara hari ini, sibuk menjejer sandal, menjejer toples di meja, sampai menjejer alat make up yantinya di kamar kakung dan yangti 🤣. Jadi judul proyek hari ini adalah merapikan rumah ala Ara 😅.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke10

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini senin 15 januari adalah Hari Raya Siwaratri bagi umat Hindu di Bali. Dan kebetulan juga kantor saya libur 2 hari. Senin dan selasa besok. Sebenarnya libur fakultatif, jadi yang non Hindu tetap masuk. Tapi karena saya adalah satu-satunya non Hindu, maka saya ikutan libur 😁. Hari ini Ara sekolah seperti biasa dengan yangtinya. Saya hanya pesan kalau urusan saya di Kantor pajak selesai tepat waktu, maka saya yang akan menjemput Ara di sekolah. Dan Alhamdulillah urusan saya selesai sebelum jam bubaran sekolah Ara. Saya langsung menuju sekolah Ara.

Di sekolah saya sembunyi sambil memperhatikan kegiatan Ara. Karena kalau sampai ketahuan Ara, Ara bakalan ngekor saya dan nggak mau masuk kelas. Seperti yang saya bilang di awal, kami menyekolahkan Ara bukan karena tren anak sekolah dini, tapi lebih karena nggak ada yang jagain Ara. Sedih? Ya, dinyinyirin orang? Sering. But, life must go on. Prinsip saya, saya akan berusaha menjadi ibu terbaik bagi Ara, bukan terbaik bagi orang lain. Semua tindakan yang kami ambil sudah kami sekeluarga diskusikan terlebih dahulu.

Ara keluar dari kelas sambil menjinjing tasnya. Saya tanya “Cha sudah keluar?”. “Eh ada bunda. Sudah, Cha sudah kelual. Bunda ayo pulang”. “Lha temen yang lain belum keluar gitu” ucap saya. “Cha sudah bisa jawab yang dikasih bu gulu” jawabnya. “Emang dikasih pertanyaan apa?”. “Disuluh sebutin huluf”. “Cha bisa?”. “Bisalah makanya Cha sudah kelual. Bunda ayo pulang, eh tapi Cha mau beli mainan dulu”. “Top deh anak bunda bisa jawab, ayo pamit sama bu guru sama yangti dulu, trus itu jaket sama helmnya mana?”. “Di yangti lah” (trus anaknya ngeloyor ke dagang mainan di depan sekolah).

Setelah beberes perlengkapan Ara yang ternyata disebar di kelas, kami pun pulang. Dan mampir ke toko peralatan rumah tangga untuk membeli botol minum. Semua botol minum bersedotan Ara rusak, karena digigitin sedotannya. Juga mampir ke toko alat tulis membeli buku mewarnai, Ara bilang bukunya sudah habis. Dia mau buku mewarnai baru.

Proyek kali ini adalah mewarnai. Ara suka mewarnai, walaupun terkadang sering asal mewarnainya. Dan saya pun tidak pernah meminta Ara untuk mahir mewarnai. Saya sadar dia baru 3 tahun. Yang penting anaknya mau. Maka semua karyanya bagus walaupun tampak aneh bagi orang dewasa.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke9

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Read Full Post »

Laporan rapel tiga hariii~ duh emak ini kemana aja sampai laporan pun rapel. Hari ke-8 dari game level 3 ini kami isi dengan kegiatan membuat kue. Bikin yang mudah aja supaya Ara juga bisa ikutan. Dan diputuskan membuat “Bolu Kukus Mekar”.

Setelah semua bahan siap. Ara dan saya pun memulai proses pembuatan bolu. Pertama Ara saya minta untuk menyiapkan cetakan dan memberi cup kertas pada cetakannya. “Lepasin satu-satu ya kertasnya, trus taruh dicetakan” pinta saya. Ara dengan sigap mengikuti instruksi saya. Walaupun beberapa kertas ada yang dobel dan beberapa cup kertas dia isi dengan mainannya juga cetakan yang malah dikasih ke adiknya dan akhirnya dimasukin mulut sama adiknya 🙈

Bagian menyiapkan kukusan dan mengocok adonan adalah bagian saya. Dan ada tragedi, di tengah-tengah pengocokan telur Dhira menangis. Haus. Ara berusaha mengajak main adiknya tapi adiknya tetap nangis. Jadi deh saya tinggal adonan yang belum mengembang sempurna itu untuk menyusui Dhira. Dan hasilnya bolunya bantat sebantat-bantatnya.

Akhirnya begitu ayah pulang, kami mengulang kembali proyek Bolu Kukus Mekar. Ara senang sekali memberi warna dan menyemprot adonan ke cetakan bolu kukus. Setelah saya memasukan adonan ke kukusan, bersama-sama kami menunggu bolu matang sambil mengulang do’a harian baik yang Ara sudah hafal maupun yang belum hafal.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke8

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Read Full Post »

Hari ini adalah hari Sabtu. Hari dimana Ara selalu minta agar saya dan adiknya ikut menjemputnya di sekolah. Setiap berangkat sekolah Ara selalu berangkat bersama yangtinya (ibu mertua saya) yang memang guru di sekolah Ara. Hari ini kami terlambat menjemput Ara, karena kami (saya, suami, Dhira) harus menjemput Uti (ibu saya) terlebih dahulu. Uti mau kulakan (apa ya bahasa indonesianya?) Bahan jamu. Uti adalah pedagang jamu sejak saya dan saudara-saudara saya masih kanak-kanak. Biasanya jamu yang dijual adalah kunir asem, beras kencur, kunci sirih, temulawak, temu putih, sambiloto, dan ramuan (jamu mix kunyit, kencur, kunci, temulawak, puyang).

Sampai di sekolah, ternyata tinggal Ara dan seorang temannya yang belum dijemput serta semua guru. Ara yang awalnya sempat akan ngambek karena terlambat dijemput eh nggak jadi karena lihat utinya ikut jemput. “Uti sudah tau sekolahnya Cha?” Tanyanya girang begitu melihat utinya. Setelah pamit ke semua guru dan yangtinya, kami pun pulang sambil mengatakan kalau kita akan mampir ke pasar.

Sampai di pasar, Ara sibuk bertanya tentang segala hal. Mulai dari nama-nama rimpang bahan jamu utinya hingga ke semua jenis bumbu dapur yang dia lihat dan belum pernah diketahuinya. Di sini pertama kali Ara melihat Kabocha yang tetap disebut labu olehnya, paprika dengan sebutan apel, dan belajar membedakan ubi dengan singkong.

Setelah selesai berbelanja, kami mengantar uti pulang sembari makan siang di rumah uti, karena saya nggak masak jadi nebeng makan di rumah ibu 😂. Setelah makan mampir lah kita ke tempat kakung dan yangti. Ternyata yangti sudah pulang kirain masih di sekolah. Dan Ara merengek minta jalan-jalan ke lapangan. Saya bilang ini masih siang bolong, panas. Tapi anaknya tetap ngeyel minta ke lapangan sekarang. Duh tar kamu gosong main siang-siang panas-panas. Pertama mintanya ke lapangan renon yang jauhnya hampir 15km dari rumah, akhirnya dinego ayah ke lapangan Lumintang aja yang cuma 2km dari rumah.

Sepedanya dimasukin mobil. Katanya mau main sepeda di lapangan. Ayah memutuskan membawa Ara ke Taman Lalu Lintas yang ada di Lapangan Lumintang. FYI, di Lumintang ada 2 lapangan, yang satu dikenal sebagai Taman Kota dan satu lagi Lapangan Lumintang. Sampai di Taman Lalu Lintas, ayah bilang Ara boleh naik sepeda sesukanya. Karena kebetulan kemari saya pun lantas menjelaskan tentang rambu-rambu lalu lintas.

Taman lalu lintas didesain seperti jalan raya, jadi ada traffic light, zebra cross, zona sekolah, halte bis, rambu-rambu larangan dan rambu petunjuk, trotoar, tempat parkir, juga taman. Saya mengenalkan setiap rambu yang Ara lewati dan berusaha menjelaskan sebisa saya setiap rambu yang ditanya Ara agar Ara paham maksud serta tujuan rambu itu ada. Saya tidak berharap Ara akan hafal, tapi setidaknya jika nantinya Ara bisa mengendarai sepeda motor/mobil Ara dapat menjadi pengguna jalan yang tertib berlalu lintas.

.

.

.

.

#Tantangan_Hari_Ke7

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

.

.

NB : gambar diambil dari website Dinas Perhubungan Kota Denpasar

Read Full Post »

Ya Allah saya lupa setor tugas kemarin. Ya sudahlah disetor sekarang aja. Setelah 2 hari lalu saya dan Ara berlatih beberapa do’a sehari-hari. Hari ini saat saya jemput Ara di sekolah. Saya lihat dia lagi asyik menari-nari. Saya tanya Ara sedang apa? Dia menjawab bahwa Ara sedang belajar menari. Nanti ada bu guru yang datang mengajari menari. Saya memang jarang menjemput Ara di sekolah. Biasanya hari Sabtu saja saya bisa jemput atau saat hari kerja kalau tidak banyak pekerjaan di kantor. Hari ini saya menunggu Ara yang tidak mau pulang karena akan ada guru tari Bali yang datang, Ara mau menari.

Setelah menunggu beberapa saat, guru yanh dinanti pun tiba. Bu Komang namanya. Hari ini bu Komang mau mengajari tari kupu-kupu. Ara semangat sekali latihan tari kupu-kupu dengan memakai aksesoris sayap kupu-kupu yang sudah disiapkan bu Komang.

Walaupun Ara belum mahir meniru gerakan gurunya tapi saya senang karena dia punya keinginan untuk belajar. Maklum anak 3 tahun, kadang mau mengikuti arahan kadang sesukanya gerakan tarinya. Latihan tari ini belangsung kurang lebih 45menit. Nggak menari terus-terusan sih, tapi diselingi istirahat dan anak-anak yang sibuk bermain karena teralihkan konsentrasinya termasuk Ara 😂.

#Tantangan_Hari_Ke6

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Read Full Post »

Setelah kemarin Ara belajar mengenal tubuhnya dengan bernyanyi berulang-ulang. Tapi tiap saya videokan si bocah langsung berhenti bernyanyi 😑. Hari ini Ara belajar menghafal do’a-do’a sehari-hari. Karena saya tidak pintar dalam melagukan do’a-do’a tersebut, maka saya meminta bantuan youtube. Saya mencari beberapa video do’a sehari-hari Oki Setiana Dewi.

Selain bertipe kinestetik, sepengamatan saya Ara lebih cepat belajar dengan mendengar. Kami menonton video tersebut 2 sampai 3 kali kemudian menyanyikan kembali beberapa kali hingga Ara dapat menghafal 1 do’a secara utuh. Saya tidak menarget Ara untuk langsung hafal tetapi pengulangan itu kami nyanyikan sambil melalukan hal lain. Seperti sambil menemani Ara mewarnai dan bermain mobil-mobilan.

#Tantangan_Hari_Ke5

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Read Full Post »

Karena 3 hari kemarin Ara sudah melakukan proyek bersama ayahnya untuk membuat sangkar burung, maka kali ini saya akan mengajaknya melakukan kegiatan lain agar si bocah tidak merasa bosan. Hari ini saya ingin mengajaknya mengenal bagian-bagian tubuhnya. Mana yang boleh dilihat, disentuh, dan bagian yang tidak boleh dilhat serta tidak boleh disentuh. Saya merasa ini penting terutama karena Ara adalah seorang perempuan. Walaupun anak laki-laki juga perlu untuk mengenal tubuhnya sendiri.

Saya mengajaknya mengenal tubuhnya sambil bernyanyi. Sekaligus mengenalkan Ara untuk menutup aurat. Sejak lahir Ara memang sudah saya pakaikan kerudung jika keluar dari rumah. Bermodal video yang saya download dari youtube berjudul sentuhan boleh. Sambil saya memberinya ijin untuk melawan jika ada orang lain yang ingin menyentuhnya di tempat yang tidak seharusnya serta melaporkan perbuatan orang tersebut kepada yang lebih berwenang seperti guru atau kami orang tuanya.

Ini link videonya : https://youtu.be/8gERUCnuOYk

#Tantangan_Hari_Ke4

#KuliahBunsayIIP3

#Game_Level_3

#Kami_Bisa

Read Full Post »

Older Posts »