Feeds:
Posts
Comments

Puasa hari ke empat dan Ara jebol di jam 11. Tak apalah, lumayan si anak mau belajar mengenal puasa Ramadhan. Hari ini saya libur, iyalah ya kan hari minggu dan juga merupakan hari beberes rumah. Saya meminta Ara untuk membantu saya bersih-bersih. Setelah semua pekerjaan beres dan rumah sedikit rapi, saya mengajak Ara untuk bermain bersama Dhira. Dhira sedang senang-senangnya belajar berdiri dan mencoba melepas kedua tangannya dari pegangan. Kudengar Ara berkata “Adik ga boleh berdili di sana, nanti jatuh, bunda di dapul lo. Ayo main sini, mbak punya bonekaa”. “Adik berdiri di mana Cha?” tanyaku dari dapur sambil menyiapkan makan siang Dhira. “Adik mau berdili di tangga kamal belakang bunda” jawabnya.

Saya lantas pergi mengambil Dhira dan meletakkannya di atas karpet tempat Ara sedang membongkar mainan bonekanya. Ara memberi Dhira barbie kecil, dan saya bertanya “Adik kenapa dikasih boneka yang kecil?”. “Iyalah adik kan masih kecil, Cha balu sudah besal” jawabnya. Saya akhirnya hanya memperhatikan kakak beradik ini bermain. Ara bercerita kepada para bonekanya dan juga pada adiknya yang dibalas dengan tertawa basah (karena liur Dhira kemana-mana maklum lagi tumbuh gigi).

Ara tampak seperti sedang bermain peran. Dia bercerita dan mengarang cerita bersama boneka-bonekanya. Kudengar Ara bercerita tentang pelajaran yang didapatnya di sekolah, mengajari adiknya bernyanyi walau si bayi belum bisa bicara.

Namun si adik tampak senang bermain bersama kakaknya. Ara juga terlihat senang dan terus becerita juga bernyanyi. Ara termasuk anak yang luwes dalam bergaul. Dia berani untuk masuk dan menyapa siapapun terlebih dulu.

#Tantangan10hari

#Day4

#SemuaAnakAdalahBintang

#InstitutIbuProfesional

#KelasBundaSayang

Advertisements

Hari sabtu adalah hari dimana saya bisa melihat kegiatan Ara di sekolah. Karena saya libur jadu saya Insya Allah selalu menyempatkan diri untuk menjemput Ara lebih awal di sekolahnya sembari melihat kegiatannya. Menurut para guru yanf mengajar, Ara tipe anak pemberani. Ia dengan berani menegur temannya dan melarang teman-temannya melakukan sesuatu yang menurutnya salah. Seperti saat ini, ketika Ara melihat temannya yg naik perosotan dari bawah (bukan dari tangga). Ara dengan berani melarang temannya itu “hei.. jangan naik dali sana. Nanti ketendang lo, jatuh”. Teman yang ditegur pun sepertinya menuruti perkataan Ara, karena dia langsung main perosotan melalui jalan yg seharusnya (lewat tangga).

Di waktu selanjutnya saat istirahat kelas. Ara berkumpul dengan beberapa anak, ia seperti sedang memberi instruksi kepada beberapa temannya. Setelah selesai, kulihat teman-temannya membubarkan diri sambil kulihat 2 orang di antara mereka berkata “sudah belum?”. Dan 3 orang lainnya termasuk Ara menjawab “belum, sebentar lagi buka”. Kuperhatikan Ara menuju arahku sambil membawa mangkok plastik. Ketika kutanya dia sedang apa? Ara menjawab bahwa ia sedang bermain dagang-dagangan.

Saat sekolah usai dan kami pulang, di mobil saya tanyakan apa yang ia mainkan bersama teman-temannya. “Cha main apa tadi sam teman-teman? Kol mondar-mandir bawa mangkok?”. “Cha main dagang-dagangan. Lio sama Dwi yang jadi pembeli. Cha, Aisah, sama Aqila yang jadi dagangnya” jawabnya. “Emang jualan apa?” tanya saya. “Cha jualan jajan kayak bunda, Aqila sama Aisah jualan nasi isi sayul” ucapnya. “Wah laku banyak dong. Berapa harganya?” tanya saya kembali. “5000” ucapnya. “5000 itu uang yang seperti apa sih cha?” tanya saya. “Uang yang coklat itu lo walnanya” jawabnya.

Untuk laporan game hari ini, saya akan melaporkan kegiatan Ara pada ranah hubungan dengan sesama (interpersonal skill).

#Tantangan10hari

#Day3

#SemuaAnakAdalahBintang

#InstitutIbuProfesional

#KelasBundaSayang

Game hari kedua saya masih menggali ranah hubungan dengan Allah. Hari ini Ara masuk sekolah, setelah libur 3 (tiga) hari untuk mengawali Ramadhan. Hari ini hingga seminggu kedepan di sekolah Ara ada kegiatan bertajuk “Pondok Ramadhan”. Pengenalan tentang kewajiban puasa di bulan Ramadhan dan kegiatan atau amalan apa saja yang sebaiknya selalu dilaksanakan selama bulan Ramadhan ini.

Seperti kemarin, hari ini pun Ara ikut bangun sahur bersama kami. Menikmati menu yang penuh kehangatan bersama (akibat lauknya diangetin 🤣) kami bertanya pada Ara “Cha sekarang mau puasa lagi?” tanyaku. “Iya bunda” jawabnya tegas. Kami pun mengingatkan kembali bahwa selama berpuasa Ara tidak boleh makan, minum, maupun belanja.

Saat saya akan berangkat ke kantor seraya membawa adiknya ke rumah utinya, Ara pun turut bersiap menuju rumah kakungnya dengan diantar ayah untuk kemudian berangkat ke sekolah bersama yangtinya. Ketika saya pulang dari kantor dan menjemput Ara di rumah Yangtinya, saya menemukan Ara lagi asik makan es 😧. Saya sontak berkata “loh Cha kan lagi puasa, kok minum es?”. “Cha ni sudah buka puasa bunda” jawabnya. “Buka puasa? Emangnya sudah maghrib?” tanya saya kembali. “Belum bunda, Cha kab puasa bedug” jawabnya sambil tertawa.

Saya pun bertanya pada Yangti perihal kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah Ara. Ibu mertua (Yangti) saya bilang Ara jam 10 sudah buka puasa karena teman-temannya di sekolah pada makan dan belanja semua. Sambil melihat Ara saya berkata “wah jam 10 ada solat apa ya Cha?”. “hmm… solat enggak tau” jawabnya. “Kalau puasa bedug itu buka puasanya saat Cha dengar suara Adzan Solat Duhur. Besok ulang lagi ya puasanya” ucapku. “Iya bunda, besok Cha puasa lagi” jawab Ara. Kemudian Ara menceritakan kegiatan pondok Ramadhan di sekolahnya. Katanya di sekolah Ara belajar solat bersama teman-temannya dan menonton film tentang syetan-syetan yang diikat saat bulan Ramadhan.

#Tantangan10hari

#Day2

#SemuaAnakAdalahBintang

#InstitutIbuProfesional

#KelasBundaSayang

Wah ternyata kelas bunda sayang sudah sampai di level 7, setelah lama libur dan kini kami mulai masuk kelas lagi. Materi di level ini adalah “semua anak adalah bintang”. Saya mungkin agak bingung dalam mengerjakan tugas di level ini. Bingung memahami apakah hanya 1 kegiatan yg dilaporkan secara berurut selama 10 hari atau seluruh kegiatan (beda-beda) yang membuat anak saya berbinar dalam mengerjakannya. Tapi tentu tujuannya bukan tentang laporan, tetapi melihat, mencari dan menggali letak bakat si anak. Patner saya di game level ini seperti biasa adalah Ara, da tentu saja Dhira pun tetap saya amati bakat dan perkembangannya.

Secara kebetulan tugas di level ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Jadi saya ingin menggali dan mengasah kemampuan Ara pada Ranah hubungan dengan Allah.

Sejak beberapa minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan, saya selalu memberi tahu Ara bahwa kita sebagai umat Muslim sedang bersiap menyambut Ramadhan. Ara bertanya apa itu Ramadhan, apa saja yang akan kita lakukan, dan apakah ia boleh ikut di dalamnya. Jadi tahun ini adalah pertama kalinya Ara akan ikut berpuasa. Saya tidak akan memaksanya untuk berpuasa sehari ful, namun sampai kapan ia kuat melakukan puasanya.

Pagi ini, setelah saya selesai menyiapkan menu sahur, saya membangunkan Ara dan mengingatkan tentang keinginannya untuk ikut berpuasa. Ara bangun dengan terhuyung dan minta digendong. Setelah saya memintanya mengikuti saya dalam membaca niat puasa, Ara minum segelas air. Kami mulai santap sahur bersama, namun Ara yang terlihat mengantuk meminta saya untuk menyuapinya. Sambil saya memyantap sahur saya, saya juga menyuapi Ara. Dan kembali mengingatkannya bahwa selama berpuasa, Ara tidak boleh makan dan minum, juga berbelanja (belanja snack dan susu).

Selepas subuh, saya kembali mengingatkan Ara bahwa setelah ini tidak boleh makan, minum, dan belanja hingga Adzan Maghrib terdengar. Karena hari ini saya ijin untuk tidak masuk kantor karena akan berziarah ke makam ayah saya, jadilah seharian kami keliling kota untuk roadshow dari makam ke makam.

Jam 8 pagi, saat sedang menunggu ayah memperpanjang SIM A, Ara tiba-tiba bilang “bunda, Cha haus, minum ya?”. Saya pun menjawab “loh Ara kan puasa”. “oh iya lupa” jawabnya sambil tertawa. Sejam kemudian Ara kembali bilang kalau dia haus. Saya mengajaknya bermain boneka little poni yang dibawanya. Ara lupa dengan hausnya. Setiba di rumah dari mengantar ayah memperpanjang SIM, kami pun bersiap berangkat ziarah bersama ibu saya juga Dhira. Di tengah perjalanan Ara kembali mengatakan bahwa dia haus. Saya mengatakan padanya kalau waktu berbuka belum tiba dan mengajaknya bermain bersama Dhira. Mengajari Dhira bicara dan mengajak Ara untuk membuat adiknya tertawa.

Entah darimana Ara mendapat susu (yang ternyata didapatnya dari tas saya) tetiba Ara minum susu sambil berkata “bunda Cha haus, minum ya”. Saya yang terkejut langsung mengucap “loh kan lagi puasa, batal deh jadinya. Cha minum susu”. “hehehe…” jawabnya sambil tertawa. Saat saya melihat jam ternyata sudah hampir jam 12, saya mengatakan pada Ara setelah dia menghabiskan susunya, Ara puasa kembali hingga adzan Maghrib tiba. Dan Ara menyanggupinya.

Hari ini pencapaian Ara untuk hari pertama puasanya lumayan juga, hampir setengah hari. Walaupun selepas berbuka dengan susu, di jam 4 sore Ara minum air lagi 🤣. Namun saya sangat senang melihatnya mau untuk belajar berpuasa.

#Tantangan10hari

#Day1

#SemuaAnakAdalahBintang

#InstitutIbuProfesional

#KelasBundaSayang

Setelah melihat Ara selama ini belajar sambil bermain dan hasilnya Ara mulai bisa berhitung hingga 20, bisa melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana, namun Ara tidak tahu angka. Ya saya shock, karena dia dapat menghitung tapi saat saya tunjukkan gambar sebuah angka, Ara tidak dapat menyebutkan itu angka berapa. Oh noo~ #lebay mode on.

Dan hari ini Ara belajar. Iya belajar, tidak sambil bermain tapi belajar serius 🤓. Saya memintanya menyebutkan nama angka dari gambar yang saya perlihatkan berulang-ulang. Tidak hanya angka tapi juga huruf. Saya sempat bertanya-tanya bagaimana bisa Ara bisa berhitung baik dan mengucap huruf dengan baik pula namun tidak tahu bentuk huruf/angkanya.

Jika dikatakan memforsir, ya saya akui hari ini saya sedang memforsir Ara untuk dapat mengenal, mengetahui dan mengingat bentuk huruf dan angka. Jadilah kami belajar secara serius hampir setengah jam, sampai Ara merengek minta berhenti 😢.

#TantanganDay10

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIIP

#ILoveMath

#MathAroundUs

Ara memiliki banyak sekali keping puzzle, saya terkadang kesal sendiri karena menemukan puzzle-puzzle itu di mana-mana, terinjak dan membuat kaki ini kesakitan 😢. Jadilah saya mengajak Ara untuk mencari keping puzzle yang tercecer. Sambil mencari saya bertanya padanya tentang warna keping puzzle yang ditemukan dan mengajaknya membuat sesuatu dari puzzle-puzzle miliknya.

Kami sepakat hari ini kami bermain puzzle. Kami mencoba menyusun istana dari puzzle yang ternyata sulit (bagi saya 😂), membuat terowongan, membuat pistol-pistolan (ini ayahnya yang buat) dan membuat tongkat peri dari puzzle untuk Dhira yang ternyata kegedean sehingga nggak bisa dipegang oleh Dhira, apalagi diayunkan 😂 dan pada akhirnya dibuang oleh si bayi.

#TantanganDay9

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIIP

#ILoveMath

#MathAroundUs

Hari ini Ara minta bermain di playground. Kami bertanya apakah Ara ingin bermain mandi bola atau game koin. Katanya dia ingin main mandi bola bersama adiknya. Sehingga kami pun membuatnya berjanji bahwa Ara hanya boleh main di tempat mandi bola tanpa merengek meminta permainan koin. Setelah ia berjanji kami pun berangkat ke playground.

Sesudah membayar tiket dan memakai gelang, Ara melepas sandalnya dan sepeeti biasa, dia selalu menjejer dan merapikan seluruh sandal yang diletakan secara sembarangan oleh pengunjung lain 😐. Ara mengajak adiknya untuk nak mobil-mobilan bersama, main perosotan dan jungkat-jungkit. Setelahnya Ara lari dan melompat ke kolam bola. Lalu kembali naik seraya membawa banyak bola warna-warni yang katanya untuk adiknya.

Saya memintanya untuk mengelompokan masing-masing bola berdasarkan warna dan menghitung jumlah setiap warna yang telah dikelompokannya. Setelah selesai mengelompokan dan memghitung dengan susah payah karena selalu diobrak-abrik kembali oleh adiknya, Ara lantas meminta ayahnya untuk mememaninya bersama adiknua di kolam bola 😥

#TantanganDay8

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIIP

#ILoveMath

#MathAroundUs