Feeds:
Posts
Comments

Mandiri di Pagi Hari

Hari ini Ara bangun lebih pagi karena saya ada upacara hut Korpri. Setelah semalam saya tetap melakukan sounding agar Ara bangun pagi tanpa menangis. Hasilnya Ara bangun jam setengah 5 pagi, dengan sedikit manja karena minta digendong namun tidak menangis. Setelah selesai memandikan adiknya, giliran Ara yang mandi. Namun Ara minta untuk dipijat seperti adiknya sebelum mandi (cemburunya kumat 😂) kemudian Ara bersiap mandi sambil saya minta untuk melepas bajunya sendiri. Dan Ara berhasil melepas sendiri bajunya walaupun masih melepas kaos singletnya ke bawah (dipelorotin 😂). Ara juga mandi dan sikat gigi sendiri setelah saya mencontohkan cara menyikat gigi yang benar padanya.

Ara sudah bisa memakai celana/rok sendiri namun kadang mengalami kesulitan saat memakai baju, dan anak ini entah kenapa sama sekali tidak suka baju berkancing 😥. Hari ini Ara juga mau makan sendiri walaupun nggak sampai habis, sisanya tentu saja dengan disuapin.

Namun ada sedikit drama hari ini, karena saya ada upacara pagi maka bisa dibilang saya sedang sangat terburu-buru. Dan Ara nggak mau sekolah jika tidak diantar oleh saya. Akhirnya saya pun pergi meninggalkan Ara dengan ayahnya untuk ke sekolah. Sesuai dugaan, setelah selesai upacara ayah menelpon dan melaporkan bahwa Ara nggak mau sekolah. Ya sudahlah. Anaknya minta ke rumah kakungnya. Saat saya telpon ke rumah kakungnya dan meminta bicara dengan Ara, si bocah nggak mau bicara sama bunda. Katanya nanti bunda marah kalau nggak sekolah. Padahal saya ya nggak marah cuma mau pesan ke Ara agar Ara nggak nangis saat minta sesuatu kepada kakungnya. Kakungnya selalu bingung kalau Ara menangis 😂

Sepertinya mulai besok Ara dilatih untuk bisa mandiri dalam urusan berangkat sekolah. Semangaaattt~

#Hari5

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Advertisements

Toilet Training part 3

Minggu adalah hari beres-beres, menyelesaikan setrikaan yang sudah setinggi gunung agung, mengepel lantai, bersihin kamar mandi, sampai mencuci motor. Pagi ini Ara bangun pagi dan lagi-lagi tanpa menangis (yeeaaahh~) padahal saya lagi memasak di dapur. Entah jam berapa Ara bangun, saya tahu dia bangun karena Ara berteriak memanggil saya dan bilang kalau adiknya makanin tangan 😂. Ternyata si kecil Dhira sudah bangun juga dan sedang asik berusaha memasukkan kedua kepal tangannya ke mulut 😅

 

Setelah selesai memasak dan si Ayah puj sudah datang dari pasar (kami menyetok bahan mentah untuk seminggu jadi ke pasarnya seminggu sekali). Saya memandikan Dhira berlanjut menmandikan Ara dan anaknya sudah nggak mau dilepasin bajunya, Ara minta untuk melepas bajunya sendiri. Memang sampai saat ini saya masih memandikan Ara, dia sering minta mandi dan sikat gigi sendiri. Biasanya cara saya adalah memandikan serta menyikat giginya terlebih dahulu kemudian membiarkan Ara untuk sikat gigi dan mandi sendiri, ya dua kali mandi dan sikat gigi sih jadinya 😂. Hari ini Ara kembali berlatih tanpa pampers, dan kami merasa cukup berhasil saat ini. Karena hari ini Ara tidak kebobolan BAK/BAB di celana (yes ✌). Sementara ini Ara hanya kami lepaskan pampersnya saat siang hari, ketika malam dia masih memakai pampers. Setidaknya ada kemajuan untuk latihannya hari ini, Ara selalu mengatakan jika ingin BAK maupun BAB 😊

#Hari4

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

 

Toilet Training Part 2

pixlr_20171202174804986.jpg

Hari ini kami berencana membawa Ara dan Dhira ke tukang pijat bayi, karena beberapa hari lalu Ara terbang bebas dari teras rumah ke garasi. Saat saya tanya apanya yang sakit, dia bilang pinggangnya, yah walaupun setelah terpeleset itu anaknya tetap lari sana-sini dan lompat-lompat. Karena saya dan suami libur, maka kami kembali melatih Ara agar bisa BAK dan BAB di toilet. Toilet training ini menjadi fokus kami ketika kami libur dan punya waktu penuh bersama anak-anak, selain kami juga secara tidak langsung melatih kemandirian-kemandirian lain yang menurut kami bisa dikuasai Ara sesuai usianya.

Seperti pagi ini, saya dan suami terlambat bangun setelah kemarin menjadi panitia pernikahan teman hingga larut malam. Justru Ara lah yang bangun terlebih dahulu kemudian membangunkan kami untuk sholat subuh. “Bundaaa~ bangun, sudah siang tu lo, sholat dulu” katanya. Senang melihatnya bangun tanpa menangis walaupun malam sebelumnya kami (saya tepatnya) lupa melakukan sounding agar Ara bangun pagi tanpa menangis. Setelah memandikan Ara dan adiknya, saya mengatakan pada Ara bahwa saat ini Ara tidak memakai pampers. Jadi jika Ara ingin buang air kecil ataupun buang air besar dia harus mengatakannya pada saya atau ayahnya untuk melakukan BAK/BAB di toilet. Namun sayang kamu masih kebobolan juga hari ini, Ara BAK tanpa bilang pada kami, jadi deh saya ngepel 😂

Tapi nggak apa-apa (sabaaarrr~) setidaknya Ara berhasil melakukan BAK lainnya juga BAB di toilet 😆

Hari ini pun Ara tidak mau makan disuapi, anaknya minta makan sendiri (memang soal makan kadang Ara masih minta disuapi). Selain melakukan toilet training saya pun melatih Ara untuk dapat memakai baju sendiri, merapikan mainannya sendiri juga menjaga adiknya ketika saya mandi atau masak (biasanya Ara akan bernyanyi untuk adiknya atau berpura-pura menjadi bu guru untuk adiknya 😂)

 

Saat perjalanan pulang dari tukang pijat kebetulan sudah masuk waktu sholat Duhur. Kami mampir ke Masjid untuk melakukan sholat. Dan Ara nggak mau saya ajak sholat, anaknya mau sholat sendiri. Jadilah dia sholat setelah saya selesai, walaupun Ara hanya tau gerakannya dan sementara ini hanya hafal Surat Al-Fatihah saja, saya cukup senang Ara mau melaksanakan sholat. Jadi setiap gerakan solat yang dibaca oleh Ara adalah Surat Al-Fatihah. Rukuk baca Al Fatihah, Sujud juga baca Surat Al Fatihah 😂

 

Karena hari ini Ara melakukan banyak kebaikan (nggak rewel/tantrum) maka sore sebelum kami tiba di rumah, kami memberi Ara reward yaitu Ara boleh lompat-lompat sepuasnya di arena permainan trampolin. Anaknya seneng banget lompat-lompat di trampolin 😊

Ara akan selalu jadi kesayangan dan kebanggaan ayah bunda 😚😚😚

 

#Hari3

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

 

Toilet training

Karena hari ini libur, maka latihan kemandirian Ara difokuskan pada Toilet Training, walaupun kegiatan bangun pagi tanpa tangis tetap dilanjutkan. Seperti sebelum, tiap malam saya melakukan sounding ke Ara agar esok hari dirinya bisa bangun pagi tanpa menangis. Pagi ini lagi-lagi latihannya berhasil (yeey). Malah Ara bangun lebih dulu daripada saya. Ara dengan polosnya berkata “Bunda… bunda…. Sudah siang lo ini, bunda nggak masak? Kok bunda masih bobok sih”

 

Ya hari ini Ara kecilku berhasil bangun pagi tanpa menangis. Ketika saya tanya dia ingin mandi dengan siapa, Ara dengan tegas menjawab “sama bunda”. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengatakan pada Ara bahwa hari ini Ara tidak akan memakai pampers. Saya hanya berpesan “jika Ara harus bicara ketika merasa akan kencing maupun ketika sakit perut, dan diantar ke toilet.

 

Selain terus berusaha men-toilet-trainingkan Ara, seharian ini Ara juga belajar untuk menyikat gigi sendiri, melepas pakaian sendiri dan masih banyak kemandirian lain yang coba dilakukan Ara.

 

Hingga sore hari tanpa pampers, rekor yang dicapain Ara adalah saya kecolongan sekali, tau-tau siang itu Ara berucap bahwa dia mau kencing, belum sampai ke WC/Toilet si bocah sudah kencing dulua. Basah deh baju dan celananya _

Selama ini yang menjadi kendala dalam Toilet Training untuk Ara adalah Ara baru mengatakan dia Kencing/pup setelah pup/kencing selesai. 😥

Padahal Ara sudah mampu berbicara dengan jelas dan lancar. Namun bagi saya. TT hari ini termasuk memuaskan walaupun kebobolan sekali tapi Ara mampu dan berusaha untuk tidak kencing/pup di pampers.

 

#Hari2

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

 

Yuk Belajar Bangun Pagi

Ini adalah tugas hari pertama dari permainan level 2 kuliah bunda sayang. Tema game level 2 ini adalah Melatih Kemandirian. Agar si kecil dapat melakukan segala sesuatu sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

Ara saat ini berusia 3 tahun 2 bulan, dan sudah mulai ikut Yangtinya (ibu mertua) ngajar di PAUD sebagai anak bawang karena memang usianya belum masuk untuk kelas manapun di sekolah tempat Yangtinya ngajar. Alasan Ara sekolah karena saya dan suami bekerja, sehingga nggak ada yang jagain Ara, sedang adiknya (3 bulan) diasuh Utinya (ibu saya) jika saya dan suami bekerja. Karena mulai sekolah, Ara diwajibkan bangun pagi. Selama ini Ara selalu menangis jika dibangunkan di pagi hari. Alasan inilah yang membuat saya memilih “Bangun pagi tanpa tangis” sebagai pelatihan kemandirian pertama.

 

Pertama-tama yang saya coba lakukan adalah melakukan sounding sebelum tidur bahwa besok Ara bangun tidur nggak pakai nangis.

Bunda (B) : “Ara besok sekolah ya?”

Ara (A) : “Iya bunda”

B : “hemmm…  besok sekolah mau dianter siapa?”

A : “Cha mau belangkat sama Yangti”

B : “Trus ke Yangtinya gimana?”

A : “Diantelin bunda lah”

B : “Boleh. Kalo dianter bunda berarti Cha besok bangun pagi nggak pake nangis. Ok?”

A : “Okee~ tapi Chan kan masih ngantuk kalo bangu pagi”

B : “Bunda kan besok kerja, kalo ke Yangtinya sama bunda ya mesti bangun pagi”

 

Pagi tadi setelah saya selesai masak dan menyiapkan bekal sekolah Ara, suami juga untuk saya, saya membangunkan Dhira sekitar pukul setengah lima pagi. Setelah adiknya selesai mandi dan dandan, Ara saya bangunkan dan jeng jeng jeng… Ara berhasil untuk tidak menangis ketika bangun pagi tapi manjanya luar biasa, semuanya harus sama bunda. Tapi saya cukup senang, sounding saya berhasil, kita akan coba lagi agar Ara terbiasa bangun pagi tanpa menangis 🙂

 

#Hari1

#Tantangan10Hari

#Level2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

 

Salah satu yang motivasi saya untuk ikut matrikulasi adalah keinginan saya untuk bisa menjadi ibu terbaik bagi 2 putri saya. Inner child membuat saya melakukan kesalahan saat mendidik Ara putri pertama saya. Pandangan yang ia berikan ketika marah membuat saya seketika tersadar ada yang salah dengan cara saya mendidik Ara. Di kelas matrikulasi banyak ilmu baru yang saya dapat. Namun ada beberapa yang jujur saja belum saya pahami, jika ditanya mana yang belum paham? Saya juga bingung bagian mana yang saya belum paham 😂
Dan sekarang saya berada di kelas Bunda Sayang bersama banyak ibu pembelajar lainnya. Di level pertama “Komunikasi Produktif” saya banyak mendapat ilmu dan pengalaman baru karena “mungkin” efek praktek langsung. Saya belajar mencari celah negosiasi dengan Ara, juga belajar bagaimana ngobrol yang enak dengan Ara tanpa perang dunia. Terima kasih untuk semua ibu pembelajar di kelas bunda sayang yang tak segan berbagi pengalaman juga untuk fasilitator yang selalu memotivasi untuk berubah menjadi pribadi dan ibu yang lebih baik.

Setelah sekian lama blog ini vakum, akhirnya hari ini ditengok lagi. Bebersih dulu lah dari seluruh spam yang masuk sebelum memulai menulis lagi. Ya, akhirnya menulis kembali setelah 5 tahun tidak menulis. Ada cerita dibalik kembalinya saya menulis, sekian lama vakum karena kesibukan yang banyak menyita waktu (apa malas sih sebenarnya?) seperti pekerjaan di kantor, pekerjaan di rumah, mengurus suami dan anak, ternyata membuat saya menulis pun sulit 😦

Namun sejak bergabung bersama IIP saya jadi berusaha meluangkan waktu untuk kembali menulis walaupun masih berupa draft, dan hari ini karena ada Homework, yang harus ditulis melalui media internet entah itu blo, google doc, FB Notes, dll. Jadilah sekalian diangkat sebagai posting perdana setelah lama vakum dari kegiatan menulis blog.

Di IIP, Homework disebut sebagai #NiceHomeWork penambahan kata “Nice” di depan kata Homework, menandakan bahwa PR-nya harus dikerjakan dengan senang hati dan menggunakan hati 🙂

Untuk #NiceHomeWork kali ini, bertema tentang Adab Menuntut Ilmu, yuk langsung aja cuz dengan PR-nya supaya tidak semakin ngelantur. hehehe….. 😀

Continue Reading »