Feeds:
Posts
Comments

Wanita dan Dapur

Karena beberapa waktu terakhir ini saya mainan di dapur terus *lagi getol-getolnya nyoba resep* walaupun saya nggak jago masak, tapi yang penting apa yang saya buat selalu ludes kalo udah ditaruh di meja makan. Jadi postingan kali ini berhubungan dengan dapur. Dan kebetulan juga, saya sedang sedikit berdebat dengan seorang teman yang nggak hobi ke dapur. Dulu sekali *lupa kapan tepatnya* neneknya ibu saya *itu buyut kan namanya* pernah berkata “buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh nanti akan berakhir di dapur juga”. Saya rasa ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan ucapan nenek buyut saya ini. Teman saya termasuk yang tidak setuju, alasannya karena terkesan mendiskriminasikan perempuan. Sedangkan saya? Saya 50-50 lah untuk soal ini, alasannya?

Lanjutin Bacanya…..

Advertisements

Mencintainya, salahkah?

Beberapa waktu lalu seorang teman bertanya padaku, “Salahkah aku jika mencintainya?” Tidak. Tidak ada yang salah dengan mencintai seseorang, berusaha jujur pada diri sendiri selalu lebih baik daripada bersikap munafik dengan berpura-pura membenci orang yang dicintai. Bertindak layaknya orang bodoh di depan orang lain sambil berkata, “kalau bertemu akan kupukul dia” atau dengan kata-kata yang terdengar lebih kejam. Tapi bukan itu yang mau saya bahas di sini.

Lanjutin Bacanya….

Kabur Sejenak dari Rutinitas

Beberapa hari yang lalu, akhirnya saya punya waktu untuk kabur sejenak dari rutinitas yang sedikit membosankan. Kali ini, saya kabur menuju Semarang. Rencananya sih nggak cuma Semarang, tapi juga Yogyakarta dan Solo. Tapi, apa daya pria hujan dan tuan angin membuat semua rencana jadi kacau balau, juga nii-chan yang hanya punya sedikit kesempatan untuk mengantar saya berkeliling. Jadi yang bisa dikunjungi hanya Semarang dan sedikit Yogyakarta. Ah tidak apalah kan yang penting saya tetap bisa liburan dan bertemu nii-chan juga keponakan saya yang lucu :mrgreen:

Lanjutin Bacanya….

menolehlah

Seandainya punggung itu bisa ditaruh di depan…

Saya + Tuhan = Cukup

~ Mario Teguh

Keinginan Untuk Dihormati?

Kemarin, Ibu dan adik saya diajak ngobrol oleh seorang polisi ketika mereka sedang berada di salah satu tempat pengobatan alternatif, berikut ini sedikit isi perbincangan mereka (cuma bagian inti aja)

Polisi : “Loh bu, kok anaknya dibawa kesini? Aneh, harusnya itu ke dokter.”
Ibu : ”Oh, iya pak. Ke dokter juga sudah pak, cuma mencari alternatif lain saja.”
Polisi : “Bukan penyakit parah harusnya ya cuma ke dokter saja, tidak perlu sampai kemari.”
Adik : “Terserah gw lah mo kemana.” (bergumam nggak jelas)
Polisi : “Saya ini polisi lho.”
Ibu dan adik : “…..”

Lanjut Gan….

Ibuku itu….

Ibu : “RUKIIIAAAA….”
Ibu : “Kamu habis perang atau kapalmu baru karam???”
Saya : “Kenapa sih.”
Ibu : “Kenapa-kenapa lagi, bereskan SEKARANG.”
Saya : “Iya, bentar. Lagi nggak mood nih.”
Ibu : “SEKARANG” seraya ngambil sapu buat mentungin saya kayaknya

Lanjut gan…