Malam ini, hujan turun dan bunyi air yang menghantam jendela membuat malam semakin bertambah sepi. Dan entah kenapa, waktu seolah menarikku mundur ke masa lalu, untuk melihat apa yang telah aku lakukan selama ini dalam hidupku. Meniti kembali arti hidup yang diberi Allah padaku hingga saat ini. Namun tampaknya, aku belum melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku, mungkin karena itulah Allah masih memberiku kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berarti.
Ternyata aku tidak pernah siap menghadapi hidupku, menghadapi setiap tanda yang Engkau beri tentang kelanjutan hidupku. Aku tak pernah mampu mengambil keputusan, jika itu telah berhubungan dengan hatiku. Aku yang selalu berusaha membangun barrier pertahanan dalam jiwaku, seolah-olah tidak menginginkan sesuatu menembusnya. Kau boleh bilang aku pengecut, karena aku memang seorang makhluk pengecut yang bertopeng kekerasan hati. Karena aku memang pengecut yang terlalu takut menatap ketika tahu tanda dari-Mu yang kurasa tak baik untukku. Padahal Kau sudah sangat berbaik hati padaku, memberiku tanda-tanda dan peringatan padaku akan apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi apa yang kulakukan? aku hanya berlari menghindari hidupku, menghindari Engkau, walau Kau selalu menarikku keluar.
Maafkan aku, karena aku tidak bisa seperti yang Kau inginkan, karena aku terlalu takut. Bahkan makhluk dalam cermin itupun menertawakanku, tertawa melihat pilihanku yang menurut semua orang adalah sebuah kebodohan. bayangan dalam cermin itu pun telah terlalu sering berteriak agar aku melepaskan topeng ketakutanku, topeng kekerasan hatiku, tapi aku selalu membungkam setiap teriakan itu. Aku tak punya keberanian untuk menatap-Mu, menatap dunia yang telah terlalu keras padaku dan mengeraskan hatiku. Maafkan aku Tuhan, sekali lagi maaf. Dan wahai bayangan dalam cermin, maafkan aku juga, karena aku tak sanggup mengeluarkanmu dari belenggu pertahanan yang kubuat sendiri. Maaf…
Posted in My Diary | 14 Comments »
Ada sebuah kejadian yang kebetulan saya lihat di televisi yang mempertontonkan kesenjangan sosial antara kehidupan si kaya dan si miskin. Ketika rakyat miskin sibuk mengantri BLT, rakyat yang memiliki kemampuan lebih justru sibuk mengantri untuk membeli sepatu impor. Namun, bukan hanya karena berita itu saja yang menyebabkan saya ingin menulis. Hari ini, seorang teman dengan sangat senangnya bercerita pada saya tentang kegiatan perburuannya
Posted in Indonesia, Life | Tagged Gaya Hidup, Kemiskinan, Konsumtif | 38 Comments »
Bali libur lagi
Lha apa hubungannya sama judul ya? Tapi, tenang tetap ada hubungannya kok, cuma memang disengaja milih judul yang melibatkan bumi
Posted in Bali, Life | Tagged Adat, Budaya, Hindu, Nyepi, Tradisi | 21 Comments »
Judul Buku : No One’s Perfect
Penulis : Hirotada Ototake
Penerbit : Elex Media Komputindo (Jakarta)
Tebal Buku : 240 Halaman
Tahun Terbit : November 2007, cetakan ketiga
Posted in Life, Rekomendasi Buku, Resensi | Tagged Biografi, Hirotada Ototake, No One's Perfect, Tetra-Melia | 8 Comments »
Ini bukan tentang sebuah buku, walaupun ada bukunya dan saya belum baca 
Ketika saya memutuskan di jalan ini, tak semudah apa yang saya pikirkan, mulai dari pertentangan dalam keluarga, teman-teman, dan lingkungan saya yang notabene plural. Kira-kira 2,5 tahun yang lalu saya memutuskan untuk belajar berhijab, ternyata tak semudah itu berhijab, banyak teman-teman saya yang menganggap saya aneh, semakin aneh tepatnya, dan perlahan bergerak meninggalkan saya. Awalnya saya berpikir, salahkah yang saya lakukan? Tetapi tidak, Allah benar-benar menunjukkan mana teman yang sebenarnya. Dan saat itulah pencarian saya dimulai, pencarian seorang hamba akan Tuhannya.
Posted in Catatan Hidup, Dakwah, Life, My Diary, Religi | Tagged Aktivis, Dakwah, Hijab, Hikmah, Islam, Pilihan, Wanita | 38 Comments »
Libur…libur…libur… Akhirnya saya libur, saatnya bersantai
dan hari ini saya nggak punya kerjaan, jadi saya mau main main di dapur dulu *dah lama nggak ke dapur*. Hari ini, saya mau buat Macaroni Schotel, sudah pada tahu macaroni schotel kan, daripada beli mahal-mahal mending buat sendiri, dan ternyata hasilnya enak juga
Yukz kita mulai aja buat Macaroni Schotel ala Rukia :p
Posted in Bali, Just for Fun, Life, Masakan | Tagged Camilan, Hobi, Liburan, Macaroni Schotel, Pisang Goreng, Resep | 15 Comments »
Judul Buku : Rahasia Kaum Falasha
Penulis : Mahardhika Zifana
Penerbit : Edelweiss (Depok) dan Mizan Pustaka (Bandung)
Tebal Buku : 424 Halaman
Tahun Terbit : Januari 2009, cetakan I
Posted in Rekomendasi Buku, Resensi | Tagged Fiksi, Kaum Falasha, Knights of Zion, Mahardhika Zifana, Novel, Solomon's Treasure, Tabut Perjanjian, Yahudi, Zionisme | 20 Comments »
Beberapa hari ini, saya benar-benar hidup di dunia nyata, kembali berinteraksi dengan mahluk Tuhan yang bernama Manusia, tanpa menyentuh komputer sekalipun apalagi internet. Dan sekarang, saya ingin berbagi cerita tentang hidup saya beberapa hari terakhir ini di dunia nyata
06 Maret 2009
Seharusnya hari jumat menjadi hari pendek untuk menyambut weekend esok hari, tapi, jumat ini justru menjadi hari yang super sibuk, karena ada pengajian 40 hari untuk almarhum nenek saya. kerja kerja dan kerja, dari pagi sampai malam. Rencana mau ngenet malam hari gagal total, karena badan rasanya dah mo hancur, lagian sudah terlalu malam juga, karena besok kegiatan baru telah menanti.
Posted in Catatan Hidup, Just for Fun, Life, My Diary, Travel | Tagged Hari Tanpa Internet, Jalan-jalan, Kehidupan di Dunia Nyata, Rekreasi, Tour de Bali | 28 Comments »
Posted in Catatan Hidup, Just for Fun, Life | Tagged Asal, Iseng, Nggak Penting | 29 Comments »





