20 Juli 2011, pukul 08.30 Wita, bus yang akan membawa saya dan teman-teman kantor menuju Lumajang akhirnya berangkat juga. Awalnya saya tidak ingin ikut menuju Lumajang, selain karena tidak ada hubungannya dengan diri saya sendiri juga beberapa pasang mata yang menatap heran dan di sana di mata mereka terlihat pertanyaan “Buat apa Rukia ikut ke Lumajang?”. Tapi apa daya mereka, atasan langsung memaksa saya untuk tetap ikut, “Ngapain kamu sendirian di kantor?” itu komentarnya, jadi saya memutuskan untuk ikut. Apa serunya perjalanan ini? Tentu saja, keseruan yang paling mencolok adalah jadi pusat perhatian, bayangkan saja dari seluruh armada yang berangkat (entah berapa bus) hanya saya yang berjilbab
Keseruan yang lain adalah saya jadi tahu setidaknya sedikit cerita sejarah dari masing-masing tempat yang saya kunjungi dan melihat Umat Hindu Non Bali dengan tata cara yang sedikit berbeda.
Posted in Bali, Catatan Hidup, Life, My Diary, Perdamaian, Religi, Travel | Tagged Lumajang, Pantai Pasir Putih, Pura Agung Blambangan, Pura Luhur Rambut Siwi, Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Wisata Agama | 7 Comments »
Ini adalah cerita seorang tentang seorang temanku, anggap saja namanya Vivi. Vivi bekerja sebagai agen asuransi di salah satu perusahaan asuransi yang cukup ternama. Selama ini Vivi jarang bermasalah dengan rekan-rekan sesama agen asuransi, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa cukup banyak yang iri terhadanya karena keberhasilannya mencapai target. Masalah muncul ketika salah satu rekannya sebut saja Sonia merebut salah satu clien milik Vivi yang telah diprospek, sebenarnya hal ini cukup sering terjadi di seluruh bidang pekerjaan, saling bersaing secara tidak sehat, tetapi karena Vivi merasa tidak pernah melakukan hal seperti itu kepada rekan-rekannya tentu saja dia sangat kecewa selain itu clien ini lumayan besar preminya. Vivi bertanya atau lebih tepatnya curhat kepada beberapa teman dekatnya, kira-kira seperti inilah percakapan mereka (maaf kalo ada yang salah) :
Posted in Catatan Hidup, Life, Religi | Tagged Adil, God, musibah, Tuhan | 20 Comments »
Hari ini gelaaappp…tapi langitnya lagi cantik-cantiknya, semua bintangnya keluar, jarang-jarang langit malam di Bali secerah ini
Saya suka sih Nyepi, tapi jadi nggak bisa keluar, nggak ada siaran TV, semua jadi gelap, dan saya jadi nggak bisa tidur. Tapi, semua itu bisa diakalin dan bukan masalah besar, dan ini adalah cerita lain
Posted in Bali, Indonesia, Just for Fun, Religi, Travel | Tagged Nyepi, Ogoh-Ogoh, Pengerupukan, Tawur Kesanga | 18 Comments »
Karena beberapa waktu terakhir ini saya mainan di dapur terus *lagi getol-getolnya nyoba resep* walaupun saya nggak jago masak, tapi yang penting apa yang saya buat selalu ludes kalo udah ditaruh di meja makan. Jadi postingan kali ini berhubungan dengan dapur. Dan kebetulan juga, saya sedang sedikit berdebat dengan seorang teman yang nggak hobi ke dapur. Dulu sekali *lupa kapan tepatnya* neneknya ibu saya *itu buyut kan namanya* pernah berkata “buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh nanti akan berakhir di dapur juga”. Saya rasa ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan ucapan nenek buyut saya ini. Teman saya termasuk yang tidak setuju, alasannya karena terkesan mendiskriminasikan perempuan. Sedangkan saya? Saya 50-50 lah untuk soal ini, alasannya?
Posted in Life, Masakan, My Diary | Tagged Cooking, Dapur, Kitchen, Masak, Wanita, Women | 25 Comments »
Beberapa waktu lalu seorang teman bertanya padaku, “Salahkah aku jika mencintainya?” Tidak. Tidak ada yang salah dengan mencintai seseorang, berusaha jujur pada diri sendiri selalu lebih baik daripada bersikap munafik dengan berpura-pura membenci orang yang dicintai. Bertindak layaknya orang bodoh di depan orang lain sambil berkata, “kalau bertemu akan kupukul dia” atau dengan kata-kata yang terdengar lebih kejam. Tapi bukan itu yang mau saya bahas di sini.
Posted in Life, My Diary, Religi | Tagged cinta, nikah, poligami | 8 Comments »
Beberapa hari yang lalu, akhirnya saya punya waktu untuk kabur sejenak dari rutinitas yang sedikit membosankan. Kali ini, saya kabur menuju Semarang. Rencananya sih nggak cuma Semarang, tapi juga Yogyakarta dan Solo. Tapi, apa daya pria hujan dan tuan angin membuat semua rencana jadi kacau balau, juga nii-chan yang hanya punya sedikit kesempatan untuk mengantar saya berkeliling. Jadi yang bisa dikunjungi hanya Semarang dan sedikit Yogyakarta. Ah tidak apalah kan yang penting saya tetap bisa liburan dan bertemu nii-chan juga keponakan saya yang lucu
Posted in Indonesia, Just for Fun, My Diary, Travel | Tagged Jalan-jalan, Jogja, Rekreasi, Semarang | 13 Comments »
Seandainya punggung itu bisa ditaruh di depan…
Posted in Life | Tagged renungan | 8 Comments »
Saya + Tuhan = Cukup
~ Mario Teguh
Posted in Life | Tagged Cukup, Enough, God, Hidup, Life, Me, Saya, Tuhan | 13 Comments »
Kemarin, Ibu dan adik saya diajak ngobrol oleh seorang polisi ketika mereka sedang berada di salah satu tempat pengobatan alternatif, berikut ini sedikit isi perbincangan mereka (cuma bagian inti aja)
Polisi : “Loh bu, kok anaknya dibawa kesini? Aneh, harusnya itu ke dokter.”
Ibu : ”Oh, iya pak. Ke dokter juga sudah pak, cuma mencari alternatif lain saja.”
Polisi : “Bukan penyakit parah harusnya ya cuma ke dokter saja, tidak perlu sampai kemari.”
Adik : “Terserah gw lah mo kemana.” (bergumam nggak jelas)
Polisi : “Saya ini polisi lho.”
Ibu dan adik : “…..”
Posted in Catatan Hidup, Dakwah, Religi | Tagged agama, bangga diri, sombong | 40 Comments »




